Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Haul Gus Dur Digelar dengan Standar Pengamanan Tinggi

Haul Gus Dur Digelar dengan Standar Pengamanan Tinggi
Jakarta, NU Online
Seperti yang sudah-sudah, penjagaan di kawasan Haul Gus Dur ke-9 di Ciganjur tampak begitu ketat. Semua peserta yang memasuki kawasan harus melalui pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pula, para pengunjung diminta untuk keluar terlebih dahulu dari kawasan utama haul. Kawasan diperiksa keamanannya selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya dipersilakan untuk kembali ditempati. 

Terdapat beberapa elemen gabungan dari pengamanan yang dikomandoi oleh Pasukan pengaman Presiden atau Paspampres. Selain Paspampres, ada pula kepolisian, TNI dan Brisan Serbaguna Ansor atau Banser yang tampak ambil bagian dalam penjagaan.



Dalam agenda yang diterima NU Online, acara akan dimulai tepat pada pukul 19.00 Wib hingga selesai. Terdapat sejumlah pengisi acara yang akan ambil bagian mulai dari ulama, habaib, musisi, seniman, dan kelompok lain. 

Sejak dibuka pukul 15.00 WIB, ratusan pengunjung telah memasuki area utama pelaksanaan haul. Haul ini diprediksi akan dihadiri hingga 7 ribu pengunjung pada malam hari. 

Haul ke-9 Gus Dur mengangkat tema “Yang Lebih Penting dari Politik adalah Kemanusiaan”. Tujuan dari tema ini adalah ingin menekankan kembali bahwa politik hanyalah sarana untuk mewujudkan semangat kemanusiaan. 



Tema ini diangkat berkenaan dengan kekhawatiran banyak pihak atas peningkatan potensi intoleransi, diskriminasi, bahkan konflik kekerasan menjelang pemilihan presiden dan pemilu legislatif 2019. Kehawatiran ini didukung oleh sejumlah riset, seperti Politik Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) yang dirilis Agustus silam. Riset ini menunjukkan sebanyak 23,6 persen dari 145 ahli di 11 provinsi menyebut politisasi SARA dan identitas masih akan terjadi di pemilu tahun depan. Sebanyak 12,3 persen menilai ancaman konflik horizontal antar pendukung pasangan calon.

“Situasi ini jelas mengkhawatirkan. Kita harus memberi pesan tegas kepada para calon presiden, calon legilatif, dan masyarakat luas bahwa politik bukan tujuan melainkan sarana dalam menegakkan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Bukan sebaliknya. Inilah pesan pokok almarhum Gus Dur,” kata Ketua Panitia Haul Gus Dur ke-9, Alissa Wahid, Jumat (21/12).

Sementara itu, untuk mengurai kemacetan, panitia bekerja sama dengan jajaran kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan stakeholder setempat untuk mengatur rekayasa lalu lintas. 

Di hari biasa, jalan masuk ke kawasan Warung Silah ada dua, yakni Jalan Kahfi 1 dan Jalan Kahfi 2. Namun pada hari-H jalan masuk ke lokasi akan dibuat satu arah untuk memudahkan pengaturan lalu lintas. "Masuknya melalui Jalan Kahfi 1, satu arah. Jangan melewati Jalan Kahfi 2," kata seorang panitia Priyo Sambadha Wirowijoyo.

Ia meminta kendaraan roda empat atau lebih untuk melewati rute jalan tol untuk menuju lokasi kegiatan. "Pada saat hari H, untuk menuju Ciganjur, kendaraan jenis bus dan mobil jamaah disarankan melewati tol Desari lalu keluar di Brigif dan langsung menuju Jalan Warung Silah," katanya. (Ahmad Rozali)

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya