IMG-LOGO
Nasional

Warga NU Doakan Korban Tsunami Selat Sunda di PBNU

Selasa 25 Desember 2018 21:30 WIB
Bagikan:
Warga NU Doakan Korban Tsunami Selat Sunda di PBNU
Jakarta, NU Online
Ratusan Jamaah mengikuti kegiatan Istighotsah di Halaman Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya no 164 Jakarta Pusat, Selasa (25/12) malam. Kegiatan yang bertajuk "Untuk Indonesia Aman dan Damai" tersebut diselenggarakan dalam rangka doa bersama untuk korban tsunami Selat Sunda. 

Sebelum istighotsah, para peserta melakukan shalawat dan tawasul dipimpin KH Misbahul Munir Kholil. Hadir pada kegiatan itu Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD NU), KH Agus Salim, sejumlah pengurus lembaga PBNU KH Masruhin dan KH Kosim dan penceramah NU yang sedang naik daun KH Ahmad Muwafiq atau yang biasa disapa Gus Muwafiq. 

Ketua LD PBNU, KH Agus Salim mengatakan tujuan utama manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk mengenal Allah. Untuk istighotsah digelar agar masyarakat Indonesia mengingat Allah. 

"Apa tujuan utama hidup di dunia ini? Dan apa tujuan syariat? Jawabanya adalah untuk kenal Allah. Menurut Ibnu Abbas, makna liya'buduun dimaknai tahu, maka untuk itu pada malam ini LDNU menyelenggarakan istighosah untuk kenal Allah," katanya saat menyampaikan sambutan. 

Ia menjelaskan, harus dimaklumi jika warga Indonesia sedang diuji sebab, Allah ingin hamba-Nya untuk mengenal Allah. Intinya, ujar dia, yakni untuk meningkatkan kembali ingatan hambanya kepada Allah. 

PBNU, lanjutnya, turut berbela sungkawa atas musibah yang sedang dialami warga Banten dan Lampung. Ia menyarankan kepada ratusan jamaah untuk meluruskan niatnya yakni mendoakan para korban tsunami. 

Ketika berita ini ditulis, kegiatan tersebut masih berlangsung. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Selasa 25 Desember 2018 22:28 WIB
Saat Berkumpul Jangan Digunakan untuk Mencaci, Tapi Berdoa
Saat Berkumpul Jangan Digunakan untuk Mencaci, Tapi Berdoa
Jakarta, NU Online 
Ketua PBNU KH Abdul Manan Abdul Ghani mengatakan bahwa doa adalah senjata orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, bagi warga NU, saat berkumpul harus digunakan zikir dan berdoa karena akan menyebarkan kesejukan.

Ad dua’i shilahul mu’minin, doa adalah senjata orang mukmin,” katanya pada Istighotsah di Halaman Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (25/12) malam. 

Kiai Manan kemudian mengajak kepada warga NU agar jangan sampai saat berkumpul digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna, apalagi memudaratkan orang lain.  

“Jangan meniru orang lain, saat berkumpul untuk mencaci maki, mengadu domba. Tapi gunakan untuk tahlil, itighotsah, zikir, taklim,” katanya pada kegiatan yang bertajuk Untuk Indonesia Aman dan Damai.

Kiai Manan juga menjelaskan agar ber-NU itu harus kaffah. Artinya harus mengikuti cara berpikir, amaliah, dan pergerakan NU. 

Sebelumnya, Ketua LD PBNU, KH Agus Salim mengatakan tujuan utama manusia diciptakan oleh Allah adalah untuk mengenal Allah. Untuk istighotsah digelar agar masyarakat Indonesia mengingat Allah. 

"Apa tujuan utama hidup di dunia ini? Dan apa tujuan syariat? Jawabanya adalah untuk kenal Allah. Menurut Ibnu Abbas, makna liya'buduun dimaknai tahu, maka untuk itu pada malam ini LDNU menyelenggarakan istighosah untuk kenal Allah," katanya saat menyampaikan sambutan. 

Ia menjelaskan, harus dimaklumi jika warga Indonesia sedang diuji sebab, Allah ingin hamba-Nya untuk mengenal Allah. Intinya, ujar dia, yakni untuk meningkatkan kembali ingatan hambanya kepada Allah. 

PBNU, lanjutnya, turut berbela sungkawa atas musibah yang sedang dialami warga Banten dan Lampung. Ia menyarankan kepada ratusan jamaah untuk meluruskan niatnya yakni mendoakan para korban tsunami. 

Ketika berita ini ditulis, kegiatan tersebut masih berlangsung. (Abdullah Alawi)

Selasa 25 Desember 2018 19:30 WIB
NU PEDULI BANTEN-LAMPUNG
LPBI NU Jateng Kirim Relawan untuk Bantu Korban Tsunami Selat Sunda
LPBI NU Jateng Kirim Relawan untuk Bantu Korban Tsunami Selat Sunda
Semarang, NU Online 
Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah mengirimkan relawan untuk turut serta dalam penanganan bencana tsunami Selat Sunda. Untuk tahap awal telah diberangkat 8 relawan.

Ketua PW LPBI NU Jateng Winarti mengatakan, sedianya relawan yang siap berangkat mencapai 30 orang lebih. "Namun dengan berbagai pertimbangan, kita jadwalkan pengiriman secara bertahap," ujarnya, Selasa (25/12).

Winarti menyebutkan, para relawan yang dikirim memiliki berbagai keahlian. Mulai dari evakuasi, pemilihan logistik, maupun distribusi logistik. "Beberapa juga sudah pernah bertugas saat bencana gempa bumi di NTB, maupun Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu," terangnya.

Relawan tersebut, kata Winarti, antara lain dari Brebes, Boyolali, Kudus, dan Pekalongan. "Beberapa daerah juga sudah siap. Namun karena bertahap, nantinya menunggu jadwal yang kita tetapkan. Beberapa pengurus NU daerah juga telah membuka Posko NU Peduli Bencana untuk kasus tsunami ini," jelasnya.

Winarti menjelaskan, tim dari Jateng sendiri akan bergabung dengan Pos Induk PBNU yang juga membuka posko bencana tsunami ini. "Kita berharap, relawan-relawan yang kita kirimkan ini bisa saling membantu, dan memberi manfaat positif dalam penanganan bencana tsunami tersebut," tegasnya.

Meski mengirimkan relawan untuk bencana tsunami, LPBI NU Jateng juga masih menyiapkan personil untuk kembali bertugas di Lombok. "Hanya saja untuk yang Lombok, yang akan kita kirim kan adalah relawan dengan skill tukang bangunan, kayu, dan tukang las," bebernya.

Hingga Selasa (25/12), korban tsunami Selat Sunda terus bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal mencapai 429 orang meninggal. Sementara 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi.

Data kerugian materiil terkait tsunami Selat Sunda juga terus bertambah. Ada 882 rumah yang rusak, 73 penginapan rusak dan 60 warung rusak. Adapula 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, dan 1 shelter rusak.

Daerah yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda ialah Kabupaten Pandeglang. Tercatat BNPN, di daerah ini sebanyak 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, dan 14.395 orang mengungsi. (Red: Abdullah Alawi)

Selasa 25 Desember 2018 16:35 WIB
Jumlah Terkini Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Capai 429 Orang
Jumlah Terkini Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Capai 429 Orang
Kondisi di Pesisir Pandeglang (Foto: Antara)
Jakarta, NU Online
Jumlah korban yang akan terus bertambah ditegaskan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Data sampai Selasa (25/12) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal sudah mencapai 429 orang.

“Selain korban meninggal, tercatat 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan ada 16.802 orang yang mengungsi di sejumlah daerah,” ujar Sutopo dalam keterangan persnya, Selasa (25/12) di Jakarta.

Sutopo mengatakan, jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih terus dilakukan.

Jumlah itu meliputi korban di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Dari 5 kabupaten, daerah paling parah terdampak tsunami adalah Kabupaten Pandeglang. Tercatat, korban meninggal dunia di wilayah ini paling banyak, yaitu 290 orang.

"Kalau dilihat dari tingkat kerusakan, Pandeglang paling parah, 290 orang meninggal dunia. Lampung selatan 108 orang, Kabupaten Serang 29 orang, Pesawaran dan Tanggamus masing-masing 1 orang," kata Sutopo lagi.

Oleh karena itu, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Pandeglang adalah 14 hari, yaitu 22 Desember 2018 hingga 4 Januari 2019. Sedangkan status tanggap darurat bencana di Kabupaten Lampung Selatan adalah 7 hari, terhitung 23 hingga 29 Desember 2019.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan pengurus NU di seluruh Indonesia dan dunia untuk melakukan shalat ghaib dan membaca tahlil.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Nomor 3333/C.I.34/12/2018 yang diterbitkan Senin, 24 Desember 2018. Surat tersebut ditandatangani oleh Pj Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen HA. Helmy Faishal Zaini.

Rekening Donasi

Tim NU Peduli bencana tsunami Selat Sunda yang digawangi oleh NU Care-LAZINU dan LPBINU terus melakukan penggalangan dana untuk korban. NU Care-LAZISNU mempersilakan bagi siapa pun yang ingin menyalurkan bantuan bisa dikirim ke rekening yang telah disediakan.

Berikut rekening bantuan tersebut:

BCA: 0683 33 1926 a.n YAY Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama

BRI: 0335 01 000 735 303 a.n PP LAZIS NU

MANDIRI: 123 000 777 1910 a.n LAZISNU 

Penyaluran bantuan juga bisa mengakses portal donasi https://kitabisa.com/pedulibantenlampung. Para dermawan juga bisa menghubungi pihak NU Care-LAZISNU di nomor 0813 9800 9800.

Ketua NU Care-LAZSINU H Achmad Sudrajat menegaskan, seluruh bantuan akan tersalurkan dengan baik jika semua elemen Nahdliyin bersatu. Sebab itu, seberapa pun jumlah bantuan, jika sinergi maka akan kuat.

“Selemah apapun kita kalau bersama-sama dan bersinergi, pasti akan kuat. Dan sekuat apapun kita kalau sendiri maka tidak akan berarti,” ujar Pak Ajat, sapaan karibnya, Selasa (25/12).

Saat ini, tim gabungan NU Peduli telah menyalurkan bantuan yang menjadi kebutuhan pokok korban tsunami di Banten dan Lampung Selatan. Pendirian sejumlah pos juga sudah dilakukan. Relawan Nahdliyin dari beberapa daerah juga telah ikut bergabung. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG