IMG-LOGO
Nasional

Nurul Hidayatul Ummah, Santri Go Internasional yang Terpilih Jadi Ketum PP IPPNU

Rabu 26 Desember 2018 7:37 WIB
Bagikan:
Nurul Hidayatul Ummah, Santri Go Internasional yang Terpilih Jadi Ketum PP IPPNU
Nurul H. Ummah di Leicester (Foto: Instagram)
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendapatkan nakhoda baru. Ia adalah Nurul Hidayatul Ummah, Ketua Umum PP IPPNU masa bakti 2018-2021 yang terpilih melalui hasil Kongres XVIII yang digelar di Cirebon, Jawa Barat pada 21-25 Desember 2018. Nurul mengungguli kandidat lain, Esti Kurniati dalam penghitungan suara.

Penuh haru, santri asal Lamongan, Jawa Timur ini menyampaikan terima kasih terhadap pihak-pihak terutama kader IPPNU yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin salah satu badan otonom di Nahdlatul Ulama. Nurul bertekad membawa IPPNU semakin maju, berwawasan luas, dan berpikir global.

Dia pun meminta dukungan seluruh kader untuk bersama-sama membangun IPPNU yang lebih baik. "Ini adalah amanah yang besar karena seluruh pelajar menumpukan harapan ke saya. Hari ini keadaan sudah berbeda, kita semua harus bisa bersaing di dunia digital, menjadi remaja milenial yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12).

Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Besar Alumni Tarbiyatut Tholabah (Ikbal Tabah) Kranji, Paciran, Lamongan, Moh Nur Huda. Dia merasa bangga, salah satu alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah dipercaya memimpin organisasi setingkat nasional.

"Saya mewakili Ikbal Tabah menyampaikan selamat dan sukses atas terpilihnya rekanita Nurul Hidayatul Ummah, santri Kranji yang terpilih menjadi Ketua Umum PP IPPNU 2018-2021. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan menginspirasi santri dan pelajar di Nusantara," ucap Huda.

Ucapan selamat juga disampaikan Ketua Wadah Silaturrahim Alumni Tarbiyatut Tholabah di Jakarta (Wasiat Jakarta) Ahmad Nidhomuddin. Menurut Nidhom, Nurul merupakan sosok pelajar yang ulet dan bercita-cita tinggi. Selama kuliah di Jakarta, gadis kelahiran Lamongan, 25 November 1991 itu aktif di berbagai organisasi dan kegiatan.

Meski begitu, kesibukannya di luar tak berarti membuat Nurul meninggalkan tradisinya selama tinggal di pesantren. Dia kerap ikut kegiatan rutin seperti tahlilan dan sholawat dibaiyah bersama Wasiat Jakarta yang merupakan perkumpulan alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah.

"Semoga pencapaian ini dan keuletan Mbak Nurul menjadi inspirasi buat adik-adiknya di Wasiat Jakarta, pesantren, maupun di UIN Jakarta," ucap Nidhomuddin.

Nurul terpilih menjadi Ketua Umum PP IPPNU setelah mengantongi sebanyak 136 dukungan dari total 243 suara. Dia menang atas kandidat lain, Esti Kurniati yang mengantongi dukungan sebanyak 105 suara. Sedangkan 2 suara selebihnya dinyatakan tidak sah.

Sepak terjang srikandi muda NU ini di bidang pendidikan dan organisasi tak perlu diragukan lagi, mulai dari desa hingga ke luar negeri. Dia tercatat pernah mengenyam pendidikan di MI Darul Ulum Sukorejo, Laren, Lamongan, Jawa Timur kemudian berlanjut ke SMP Islam Al-Ihsan Bekasi, Jawa Barat sambil mondok di Pesantren Darul Aitam. Dia kemudian kembali ke tanah kelahirannya untuk melanjutkan studinya di tingkat Madrasah Aliyah di Ponpes Tarbiyatut Tholabah.

Lulus dari Madrasah Aliyah, dia langsung melanjutkan studinya di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Selama kuliah, dia aktif di berbagai organisasi seperti Wasiat Jakarta, IPPNU di tingkat PAC Ciputat Timur, Cabang Tangerang Selatan, Wilayah Banten, hingga Pengurus Pusat. Dia juga aktif di Rumah Pelajar Indonesia.

Kecintaannya terhadap bahasa asing mulai terlihat kala dia aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Foreign Language Association (FLAT) UIN Jakarta. Saat itu, dia bercita-cita ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Berbagai kesempatan tak mau disia-siakan, hingga akhirnya dia menjadi salah satu penerima beasiswa penuh S2 dari Kementerian Agama ke University of Leicester, Inggris.

Kuliah di negeri orang tak menyurutkan semangat Nurul berorganisasi. Dia tercatat aktif di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leicester dan menjabat sebagai sekretaris. Selain itu, dia juga aktif di Education Team ULISOC (University of Leicester Islamic Society) dan Music Director Radio PPI United Kingdom. Dan masih banyak lagi pengalaman serta prestasinya baik di dalam maupun di luar negeri. (Red: Fathoni)
Bagikan:
Rabu 26 Desember 2018 23:55 WIB
Gus Muwafiq: NU Hadir untuk Jaga Kelenturan Syariat Warisan Rasulullah
Gus Muwafiq: NU Hadir untuk Jaga Kelenturan Syariat Warisan Rasulullah
Jakarta, NU Online
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengatakan bahwa larangan Allah sedikit. Agama Islam lebih banyak mempersilakan makhluknya untuk menikmati keragaman ciptaan Allah yang begitu banyak dan melakukan banyak hal yang tidak dilarang syariat Islam. Menurutnya, di sanalah tugas ulama sebagai ahli waris para nabi untuk menjaga syariat tersebut.

“NU muridnya para ulama. Para ulama adalah ahli waris para nabi. Tugas para ulama itu menjaga kehalalan Allah yang sangat banyak itu,” kata Gus Muwafiq saat berceramah di halaman Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (25/12) malam.

Gus Muwafiq menyayangkan fenomena keislaman sekelompok orang belakangan ini yang mempersempit diri dengan mengharamkan apa yang nyata-nyata dihalalkan oleh Allah SWT. Dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, sekelompok orang ini mempersempit ruang gerak mereka sendiri.

“Makanya, seberat apa pun, para kiai NU tidak akan mengharamkan sesuatu yang asalnya halal atau boleh. Paling jauh para kiai NU hanya memakruhkan sesuatu yang mengandung mudarat,” kata Gus Muwafiq.

Dengan logika serupa, ia menjelaskan bagaimana penerimaan darurat kiai NU atas kepemimpinan Sukarno yang kurang syarat sebagai imam dalam Islam karena belum menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam, yaitu ibadah haji.

Meski demikian, para kiai NU menganjurkan Presiden Sukarno untuk menunaikan ibadah haji pada tahun berikutnya agar kepemimpinannya memenuhi syarat-syarat imam dalam syariat Islam.

Menurutnya, Bahaya sekali kalau para kiai memutuskan bahwa kepemimpinan Sukarno tidak sah. Hal ini akan berdampak pada ketidakabsahan akad perkawinan masyarakat yang menjadi urusan KUA dan penghulu di bawah kepemimpinan Sukarno.

“Bisa jadi ‘anak haram’ semua. Dampak putusan halal-haram yang panjang seperti ini sudah dipikirkan oleh para kiai NU,” kata Gus Muwafiq. (Alhafiz K)
Rabu 26 Desember 2018 21:55 WIB
HIDMAT Muslimat NU Perkenalkan Keluarga Maslahat kepada Muda-Mudi
HIDMAT Muslimat NU Perkenalkan Keluarga Maslahat kepada Muda-Mudi
Jakarta, NU Online 
Pimpinan Pusat Muslimat NU melalui Himpunan Da’iyah Muslimat (HIDMAT) memperkenalkan resep keluarga maslahat kepada pemuda dan pemudi. Kegiatan tersebut dikemas pada kegiatan bernama Kepemimpinan Domestik Milenial bertema Pelatihan Pra Nikah bagi Para Pemuda untuk Membangun Keluarga Maslahat di Hotel Bintang, Jakarta, Rabu (26/12) malam.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen muda mudi, di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), mahasiswa dan mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), dan santri dari beragam pesantren, dan anggota Gusdurian. 

Ketua HIDMAT Muslimat NU Nyai Hj Mahfudhoh Ali Ubaid mengatakan, menurut data Kementerian Agama RI, perceraian di Indonesia sangat tinggi. Angkanya mencapai 2 juta per tahun. 

“Kami prihatin. Generasi kita yang akan datang akan menurun kualitasnya karena perceraian,” kata salah seorang putri pendiri NU dan pahlawan nasional ini, KH Wahab Hasbullah ini. 

Menurut dia, perceraian berdampak pada psikologis anak yang akan merasakan kurangnya kasih orang tua; berdampak pada anak putus sekolah. Dampak selanjutnya kualitas hidup mereka berkurang sehingga akan menambah angka kemiskinan.

Sebagai organisasi ibu-ibu, lanjutnya, berkewajiban memberikan panduan, pengetahuan seluk beluk keluarga maslahat kepada anak muda yang akan memasuki dunia pernikahan. 

Selama ini, kata dia, Kemenag membekali pengetahuan dunia perkawinan kepada anak muda calon pengantin hanya hanya dalam waktu sejam. Bagi Muslimat itu tidak cukup. 

“Kita akan ada program lanjutan untuk memperkenalkan keluarga maslahat kepada anak-anak muda. Ini tanggung jawab orang tua,” katanya. 

Kegiatan yang dibuka Ketua Muslimat NU Siti Aniroh tersebut dihadiri Deputi II Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Soleh. Hadir sejumlah pengurus Muslimat, di antaranya Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj. (Abdullah Alawi)

Rabu 26 Desember 2018 19:15 WIB
LPBINU DKI Jakarta Turunkan Bantuan Sandang dan Pangan di Lokasi Tsunami Banten
LPBINU DKI Jakarta Turunkan Bantuan Sandang dan Pangan di Lokasi Tsunami Banten
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta, Terasurga, dan Ikatan Alumni As-Shiddiqiyah (Ikhlas) menyalurkan bantuan sandang dan pangan ke pos bencana di Dusun Cikujang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Rabu (26/12) siang.

Pihak LPBINU DKI Jakarta melaporkan bahwa bantuan yang diturunkan di pos di Dusun Cikujang terdiri atas pakaian layak pakai sebanyak empat karung besar, mukena sebanyak satu karung besar, beras sebanyak 200 kg (sepuluh karung), dan mi instan sebanyak sepuluh dus.

“Siap mas, sebentar saya serah terima dulu di pos Panimbang,” kata Sekretaris LPBINU DKI Jakarta Aryo Sanjaya ketika dihubungi NU Online, Rabu (26/12) siang.

Ia mengatakan bahwa bantuan sandang dan pangan itu disalurkan ke pos Dusun Cikujang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandegelang. Pihak LPBINU DKI Jakarta membawa bantuan bersama Terasurga, dan Ikatan Alumni As-Shiddiqiyah (Ikhlas).

“Kami dari LPBINU DKI Jakarta bersama dengan Terasurga dan Ikhlas memberikan bantuan dan berkoordinasi dengan Pos NU Peduli di Pandeglang,” kata Aryo Sanjaya.

Pihaknya menyampaikan kepada warga setempat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Mereka juga mengimbau warga agar senantiasa waspada serta dapat mencermati dengan baik apabila ada perubahan-perubahan alam seperti pada saat terjadi tsunami kemarin.

“Pemahaman masyarakat terhadap kondisi alam sangat baik sehingga sebelum terjadi tsunami meraka sudah memiliki firasat dan segera evakuasi,” kata Aryo Sanjaya. (Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG