IMG-LOGO
Daerah

Ini Hukum Calon Presiden Jadi Imam Shalat Para Ulama

Sabtu 5 Januari 2019 2:0 WIB
Bagikan:
Ini Hukum Calon Presiden Jadi Imam Shalat Para Ulama
Ilustrasi: alray.ps
Jombang, NU Online
Beberapa waktu lalu masyarakat diramaikan tersebarnya sebuah foto seorang calon presiden menjadi imam Shalat Dzuhur di Pesantren Darul Ulum Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Banyak yang komentar negatif karena yang jadi makmum adalah para kiai yang lebih ahli dalam membaca Al-Qur’an.

Padahal, kala itu pengasuh Pesantren Darul Ulum Rejoso yang lebih bagus ilmu agama dan bacaan Al-Qur’annya justru mempersilakan calon presiden menjadi imam. 

Menurut Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang KH M Soleh, status shalat imam dan makmum tersebut tetap sah selama bacaan Al-Fatihah imam benar, sementara makmumnya juga rela. 

"Walaupun yang jadi makmum ada yang lebih bagus bacaan Al-Qur’annya, maka shalatnya tetap sah. Walaupun makmumnya lebih paham agama Islam, kalau mereka rela diimami oleh imam tersebut, maka hukum shalat jamaah mereka tetap sah,'' jelasnya, Jumat (4/1).

Kiai Soleh menambahkan, bila dalam shalat fardlu (wajib) sang imam tidak bisa membaca Al-Quran dan hanya mengandalkan hafalan pun, maka shalatnya tetap sah. 

"Bagaimana hukum imam yang tidak bisa baca Al-Qur’an, tapi hafal Fatihah dan surat pendek? Dalam kitab Ihya (Ulumuddin, red.) seperti itu dibolehkan. Asal makmum yang lebih alim dan lebih qari (bagus bacaannya, red.) tadi mempersilahkan. Dan mereka rela jadi makmum,'' ujar Kiai Soleh.

Jangan Ngotot Rebut Jadi Imam
Kiai Soleh lalu bercerita, dirinya selalu berpesan kepada para santrinya yang hendak pulang kampung untuk tidak ngotot jadi imam walaupun sang santri bacaan Al-Qurannya lebih bagus. Lebih alim ilmu agama. Kalau tidak diberi giliran jadi imam, jangan ngotot merebut jadi imam. Juga jangan mufaraqah (memisahkan diri) dari imam di kampung walaupun imam itu tidak lebih alim dan tidak lebih bagus bacaan Al-Qur'annya. 

"Baru kalau nanti santri alumni pondok yang lebih bagus Al-Qur'annya dan ilmu agamanya tadi diberi giliran jadi imam, maka majulah sebagai imam. Ini demi menjaga kemaslahatan di tengah umat," beber Kiai Soleh.

Dikatakannya, sikap dan akhlak seorang santri lebih mendahulukan kepentingan bersama. Kepentingan umat lebih diutamakan daripada keinginan pribadi. 

"Jika santri bisa ngemong (merangkul) masyarakat, maka pasti masyarakat mau merujuk kepadanya. Tapi jika santri itu nyerondol-nyerondol, nyonyol-nyonyol, masyarakat justru akan lari darinya," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Sabtu 5 Januari 2019 22:30 WIB
Cara Kepala dan Guru TK Muslimat NU di Jepara Tingkatkan Profesionalisme
Cara Kepala dan Guru TK Muslimat NU di Jepara Tingkatkan Profesionalisme
Jepara, NU Online
Dalam rangka terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan manajerial pengelolaan lembaga pendidikan, Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPM NU) Cabang Jepara bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Profesionalisme Kepala Lembaga dan Guru TK/KB Muslimat NU. Diklat yang dilaksanakan di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51 Jepara ini dilaksanakan tiga hari mulai Jumat (4/1) sampai Ahad (6/1).

Diklat ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari Kepala dan Guru TK, RA, KB yang bernaung di Muslimat NU, pengurus Muslimat NU, YPMNU, dan IGTKM Cabang Jepara.

“Kita berharap dengan kegiatan ini akan meningkatkan kualitas pelaku pendidikan khususnya kepala lembaga dan guru sehingga bisa mengantarkan generasi bangsa sejak usia dini menjadi anak-anak generasi bangsa yang ber-akhlakul karimah, berwawasan Ahlussunnah wal Jamaah serta meningkatnya kualitas lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Muslimat NU Cabang Jepara,” kata Ketua Panitia, Farida Ahmad di sela kegiatan, Jumat (4/1).

Selama Diklat, peserta memperoleh berbagai materi di antaranya pemahaman kompetensi pedagogi dan profesionalisme untuk kepala dan guru TK/RA/KB, supervisi manajerial dan desain pembelajaran kepala dan guru TK/RA/KB, manajemen pengelolaan lembaga (pembiayaan lembaga), profesionalisme, kepala dan guru TK/RA/KB sebagai agen pembelajaran, pemahaman kompetensi kepribadian dan sosial, kemitraan, leadership/kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Saat membuka Diklat, Plt. Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono, mengatakan bahwa kegiatan diklat tersebut sangat membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dan kepala lembaga pendidikan usia dini. Pihaknya mengapresiasi sepenuhnya kegiatan masyarakat yang turut serta dan memberi sumbangsih mencerdaskan bangsa.

Dukungan penuh terhadap diklat yang dilaksanakan untuk menyambut Harlah Muslimat NU ke-73 itu juga datang dari Agus Suharno, Dekan FIP UPGRIS. Ia menilai diklat tersebut akan berdampak positif terhadap pendidikan di wilayah tersebut dan juga merupakan bentuk pengabdian di perguruan tinggi.

“Karena acara ini merupakan bagian dari program pengabdian yang ada di perguruan tinggi sehingga kegiatan ini sudah ada ikatan kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Muslimat NU sejak tahun 2015 pada kegiatan pelatihan sebelumnya,” terangnya.

Hadir pada pembukaan acara tersebut Kabid PAUD dan PNF Sri Utami, Kasi PAUD dan PNF Sriyati, Ketua GOPTKI, Ketua IGTI, Ketua Himpaudi, Ketua LP Maarif NU Jepara, dan Ketua Muslimat NU Jepara. (Syaiful Mustaqim/Muhammad Faizin)
Sabtu 5 Januari 2019 21:30 WIB
Warga Jombang Antusias Salurkan Bantuan Bencana Lewat LAZISNU
Warga Jombang Antusias Salurkan Bantuan Bencana Lewat LAZISNU
Penyerahan Donasi oleh IPNU kepada LAZISNU Jombang
Jombang, NU Online
Sejak Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang, Jawa Timur membuka posko penerimaan bantuan warga untuk korban tsunami Banten-Lampung pada Desember 2018 lalu, tak sedikit warga yang mempercayakan donasinya kepada LAZISNU.

Sebagian mereka menyerahkan langsung ke sekretariat PC LAZISNU Jombang di Jl. Sisingamangaraja No.2, Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Sementara sebagian warga yang lain menyalurkan donasinya melalui rekening bank yang sudah disediakan PC LAZISNU Jombang.

Beberapa warga yang mempercayakan donasinya kepada LAZISNU Jombang di antaranya Prodi Ekonomi Fakultas Agama Islam Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang dan UPZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesamben.

Selain itu, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang juga mengantarkan langsung donasinya ke kantor LAZISNU. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Diwek dan Satkoryon Banser Diwek juga ikut serta menyerahkan donasi lewat LAZISNU.

Ketua PC LAZISNU Jombang Ahmad Zainudin mengungkapkan, donasi masyarakat masih sangat berpotensi untuk terus bertambah. Ini lantaran segenap unsur yang dimiliki LAZISNU terus bergerak, seperti sejumlah UPZISNU juga JPZISNU di tingkat kecamatan juga desa-desa. LAZISNU, kata dia, juga masih membuka lebar-lebar terkait posko penerimaan bantuan warga.

"LAZISNU Jombang seperti biasa melibatkan semua elemen yang dimiliki, seperti UPZISNU juga JPZISNU," ucap salah seorang dosen di Unwaha Tambakberas, Jombang ini, Sabtu (5/1).

Ia memaparkan, setiap ada bencana, antusiasme berbagai elemen warga untuk turut membantu korban cukup tinggi. LAZISNU, paparnya, seringkali menerima donasi dari mereka.

Pria yang kerap disapa Gok Din ini menuturkan, sejumlah petugas UPZISNU di tingkat kecamatan atau MWCNU dan ranting masih terus bergerak menggalang dana, begitu juga petugas JPZISNU di berbagai sekolah dan madrasah yang dikoordinir PC Maarif juga demikian.

Tak hanya itu, imbuhnya, seperti biasa, beberapa pondok pesantren di Kota Santri ini juga menggalang dana untuk kemudian disalurkan kepada warga terdampak melalui LAZISNU. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)
Sabtu 5 Januari 2019 21:0 WIB
Kiai Marzuki Mustamar: Ahlil Masjid Ahli Surga
Kiai Marzuki Mustamar: Ahlil Masjid Ahli Surga
Probolinggo, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menegaskan menjadi orang ahlil masjid baik pengurus, tukang sapu maupun jamaah masjid harus disyukuri karena itu telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Apalagi dengan menjadi ahlil masjid, pahala yang didapatkan sangatlah besar.

Hal itu disampaikan oleh Kiai Marzuki Mustamar dalam pelantikan pengurus Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan masa bakti 2018-2023, Jum'at (4/1) malam. 

"Sebagai contoh, tukang sapu masjid saja pahalanya akan menjadi mas kawin untuk mendapatkan bidadari surga," katanya.

Menurut Kiai Marzuki, orang yang mau memakmurkan masjid adalah orang yang benar-benar mempunyai iman. Maka, bersyukurlah bisa menjadi ahlil masjid yang nantinya akan menjadi ahli surga. Sehingga jika ada orang yang rajin ke masjid dan ketika wafat masyarakat dimintai kesaksian baik maka orang tersebut adalah orang yang beriman.

"Oleh karenanya rajin-rajinlah datang ke masjid dan berinteraksi dengan masyarakat. Sebab masyarakat itu tahunya ketika ditanya adalah orangnya baik, tidak peduli dia ikhlas apa tidak. Kuncinya selalu berkomunikasi dengan masyarakat di lingkungannya," tegasnya.

Lebih lanjut Kiai Marzuki menyampaikan bahwa masyarakat awam itu masih belum tahu yang mau dicontoh siapa. Oleh karena itu perlu ditanamkan kepada masyarakat bahwa idolanya ada tokoh Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Orang-orang masjid ini adalah para calon penghuni surganya Allah SWT.

"Pilihlan pengurus dilihat dari kepintaran, kecakapan, skill dan kemampuan serta aqidahnya. Hal ini penting supaya pengurus masjid tidak sampai kecolongan. Terutama bagian peribadatan yang tugasnya menghadirkan khatib harus super hati-hati dan jangan sampai kecolongan," tambahnya.

Kiai Marzuki meminta agar sistem keuangan masjid dikelola dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan. "Semakin terbuka manajemen keuangan dan komitmen terhadap amanah, maka akan semakin banyak orang menyumbang," pungkasnya.

Sementara Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah KH Sya'dullah Asy'ari mengaku selama 5 (lima) tahun kepengurusan sebelumnya, program kerja yang dibuat dapat berjalan secara maksimal berkat kebersamaan dan kekompakan semua pengurus serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

"Terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo kepada Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan sehingga program kerja yang ada bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Para pengurus Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan masa bhakti 2018-2023 ini dilantik oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo HM Sidik Widjanarko. Pelantikan ini disaksikan oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja'i, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG