IMG-LOGO
Daerah

Ziarah Ulama Lokal Penting untuk Menyambung Silaturrahim Antargenerasi

Selasa 8 Januari 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Ziarah Ulama Lokal Penting untuk Menyambung Silaturrahim Antargenerasi
Bojonegoro, NU Online
Yayasan Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin (YPPRT), Balen, Bojonegoro, Jawa Timur menziarahi makam para kiai lokal di Kecamatan Balen akhir pekan lalu. Kegiatan yang dilakukan lembaga yang menaungi MTs Islamiyah, MA Islamiyah, dan SMK Taruna ini untuk mengenang pejuang Aswaja, sekaligus pendiri yayasan tersebut.

Puluhan guru dan karyawan mengawali ziarah di makam al-maghfurlah KH Hasan Nadji (Balen), kemudian terbagi menjadi dua tim yakni untuk tim satu ziarah ke makam KH Ismail (Bungkal), KH Hasyim Basri (Kedaton), KH Ja'far Shodiq (Sobontoro) dan Kiai Hannan (Sekaran). Sedangkan tim dua mengawali dari H Sholihin (Bulu), KH Yusuf (Bulaklo), Kiai Sukri (Penganten) dan Kiai Zuhri Qomar (Margomulyo) sehingga kedua rombongan bertemu di kuburan Desa Lengkong menziarohi KH Khoirul Amin.

Namun sebelum berziarah kemasing-masing makam, peserta ziarah yang terdiri dari pengurus, guru dan karyawan juga bersilaturohim kepada keluarga muasis. Dalam silaturrohim tersebut berlangsung harmonis, karena ikatan kekeluargaan dalam naungan YPPRT.

"Kegiatan ini bentuk hormat takdzim dan menghargai pengabdian, perjuangan para muasis dalam mengembangkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah," kata salah satu pengurus YPPRT, KH Mulazim.

Mulazim menuturkan, kegiatan ini penting untuk menyambung silaturrahim antara generasi penerus dengan muasis, agar dapat mewarisi keihklasan dalam berjuang. Termasuk untuk memohonkan ampun kepada para muasis tersebut.

"Selain ziaroh ini juga ada beberapa rangkaian acara dalam rangka HUT YPPRT Balen ke 43, juga ada donor darah dan tanam pohon di Desa Kenep," terangnya yang juga Rais MWCNU Balen itu. (M. Yazid/Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Selasa 8 Januari 2019 23:0 WIB
Sikap Muslim Mendengar Orang Berbuat Maksiat
Sikap Muslim Mendengar Orang Berbuat Maksiat
Foto: Ilustrasi (Ist.)
Jombang, NU Online
Menyikapi orang yang berbuat maksiat, Sayidina Ali RA memberi nasehat kepada umat Islam agar tidak memandangnya sebagai pelaku maksiat secara terus menerus. Sebab bisa jadi jika pelaku maksiat itu melakukan kemaksiatannya di siang hari, pada malam harinya ia telah bertaubat dan pada pagi harinya telah diampuni oleh Allah.

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur KH Ahmad Junaidi Hidayat, Selasa (8/1).

Menjelaskan QS Al-Mulk ayat 2, ia menegaskan bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian di dunia ini adalah sebagai ujian siapa yang memiliki sikap dan prilaku terbaik. Baik dalam niatan maupun tindakan.

"Kita harus benar-benar menata hati, lisan dan tangan agar ahsan (baik). Agar tidak ketularan,” katanya kepada NU Online.

Dalam pepatah jawa disebutkan Geting iku Nyanding yang bermakna agar kita tidak benci kepada seseorang. Karena bisa jadi yang dibenci itu nantinya malah akan selalu datang kepada kita terus-menerus. Jangan juga mencacat karena bisa jadi yang dicacat akan didapat.

Oleh karena itu dikatakannya, jika melihat atau mendengar seseorang melakukan maksiat atau sesuatu yang buruk, para pendahulu kita mengajarkan untuk tidak mencelanya. Sebaiknya harus berdoa dan minta perlindungan kepada Allah agar terhindar dari ikut melakukan hal tersebut.

Dan lebih dari itu, lanjut Kiai Junaidi, kita harus berdoa agar anak keturunan kita tidak melakukan hal-hal maksiat seperti itu.

"Kasihan dia. Kasihan keluarganya. Mudah-mudahan anak-anak kita selamat dari hal semacam itu," tandasnya. (Syarief Rahman/Muhammad Faizin)
Selasa 8 Januari 2019 21:0 WIB
19 Januari, PWNU NTB Bakal Gelar Konferwil
19 Januari, PWNU NTB Bakal Gelar Konferwil
Rapat Panitia Konferwil NU NTB
Mataram, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di jadwalkan akan hadir pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat yang akan dihelat pada 19 Januari 2019 mendatang. Selain Kiai Said, tokoh nasional NU KH Ahmad Muwaffiq juga akan hadir mengisi Tabligh Akbar konferensi yang akan memilih Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB periode lima tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Ketua PWNU NTB H Masnun Tahir pada rapat panitia persiapan Konferwil di Aula NU NTB  Jalan Pendidik No. 6 Kota Mataram, Selasa (8/1) siang.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram bidang Hukum Perdata Islam ini menjelaskan bahwa kepengurusan PWNU NTB akan berakhir pada 31 Januari 2019. Sehingga Konferwil ini diharapkan menjadi ajang refleksi organisasi dalam menyongsong satu abad NU.

"Mari kita sukseskan bersama Konferwil ini. Mari kita memperkuat kesatuan sesama Nahdliyyin untuk songsong NU satu abad," serunya.

Sehari sebelum Konferwil lanjutnya, akan dilaksanakan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan dan memeriahkan ajang lima tahunan tersebut diantaranya dengan Festival Marching Band oleh para santri dan siswa Madrasah Al-Ma'arif NU se-Kota Mataram.

Terkait dengan kepastian waktu pelaksanaan Konferwil, Ketua Panitia Pelaksana,  Jumarim Umar Maye memastikan Konferwil akan dilaksanakan sesuai rencana yakni pada 19 Januari 2019.

"Sudah final tanggal 19 Januari kita akan melaksanakannya Konferwil di Pesantren Qomarul Huda, Bagu Lombok Tengah," terangnya.

Dalam beberapa hari ke depan panitia akan menyiapkan segala persiapan seperti lokasi dan kebutuhan untuk kelancaran acara, baik materi persidangan dan juga laporan pertanggungjawab PWNU NTB.

"Adapun pesertanya dari Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang Kabupaten/Kota se-NTB. Insyaallah kita siap melaksanakan Konferwil ini," pungkasnya. (Hadi/Muhammad Faizin)




Selasa 8 Januari 2019 19:0 WIB
Kiai Ronggo, Ulama NU yang Berjasa Besar Bagi Kota Kraksaan
Kiai Ronggo, Ulama NU yang Berjasa Besar Bagi Kota Kraksaan
Tasyakuran HUT ke-9 Kota Kraksaan
Probolinggo, NU Online
KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo adalah sosok ulama NU yang telah banyak berjasa bagi Kota Kraksaan. Begitu banyak aset yang telah diinfakkan untuk kepentingan agama dan negara. Lokasi Masjid Agung Ar-Raudlah, Kantor Bupati Probolinggo dan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo adalah di antaranya.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-9 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo yang digelar Pemkab Probolinggo di Pondok Pesantren Hati, Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (7/1).

"Selain orang tua kita, siapapun yang telah berjasa kepada kita sudah sepatutnya untuk kita hargai. Alhamdulillah ziarah makam Kiai Ronggo adalah salah satu yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. Hal ini untuk menghargai jasa-jasa yang sudah diberikan selama ini," ungkapnya.

Menurut Hasan, menjadikan Kota Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo adalah salah satu ikhtiar Pemkab Probolinggo untuk mengembalikan asal muasal sejarah. Ratusan tahun yang lalu pada masa kerajaan Majapahit, sebelum bangsa Indonesia merdeka, di beberapa daerah di Jawa Timur  terdapat Kepatihan (Pemerintahan kecil), diantaranya adalah Pasuruan, Kraksaan dan Besuki.

"Oleh sebab itu mohon doa barakahnya kepada seluruh yang hadir khususnya para habaib dan alim ulama agar Kota Kraksaan bisa menjadi ibukota yang mampu menghantar generasi penerus yang berkualitas dan berakhlakul karimah," tandasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyampaikan, perjalanan Kota Kraksaan selama 9 tahun patut untuk disyukuri bersama. Berubahnya Kraksaan menjadi Ibukota Kabupaten Probolinggo disebutnya sebagai berkah tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya warga Kota Kraksaan.

"Mari bersama-sama membangun Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo semoga dalam perjalanan ke depan Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo dijauhkan dari segala musibah dan menjadi daerah yang Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur," pungkasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Hadir pula Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja'i, para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kota Kraksaan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri menyerahkan potongan tumpeng kepada Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin dan H Jarot selaku keturunan ke-6 dari Kiai Ronggo. (Syamsul Akbar/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG