IMG-LOGO
Daerah

Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Musyawarah Idaroh VI JATMAN Lampung

Jumat 11 Januari 2019 22:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Musyawarah Idaroh VI JATMAN Lampung
Bandarlampung, NU Online
Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Provinsi Lampung akan mengelar Musyawarah Idaroh Wustho Jatman VI di komplek Pesantren Sunan Jati Agung Kabupaten Pringsewu.

Rais Aam JATMAN, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan, Jawa Tengah dijadwalkan hadir dan membuka acara yang akan dilaksanakan selama dua hari pada Selasa dan Rabu, (22-23/1) bertepatan 16 dan 17 Jumadil Awwal 1440 H.

Sekretaris Pelaksana, Kiai M. Syamsuddin Abas mengatakan, musyawarah yang akan diikuti oleh Idaroh Syu'biyyah JATMAN dari 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung ini mengangkat tema besar Dengan Berthariqah Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Ukhuwah Insaniyah.

“Musyawarah ini menjadi forum untuk evaluasi program kerja kepengurusan yang lalu dan merancang kembali program kepengurusan berikutnya,” katanya dihubungi NU Online, Jumat (11/1).
 
Musyawarah tersebut lanjutnya, akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya dialog kebangsaan bersama para tokoh JATMAN dan pejabat di Provinsi Lampung.

“Sesi pertama dialog bersama Mudir 'Aam Idarah Aliyah JATMAN  mengangkat tema Peran Thariqah dalam Tegaknya NKRI, sesi kedua Kapolda dan Korem Garuda Hitam Lampung dengan Tema Peranan Thariqah  dalam Menciptakan Keamanan Masyarakat yang Majemuk,” jelasnya.
 
Selain diisi dengan dialog kebangsaan, kegiatan juga akan diwarnai dengan berbagai sidang komisi di antaranya komisi bahtsul masail, program kerja dan organisasi, muslimat wathanah, matan, dan sidang lainnya. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muhammad Faizin)
Tags:
Bagikan:
Jumat 11 Januari 2019 16:0 WIB
Guru Harus Cinta pada Pekerjaan dan Lembaganya
Guru Harus Cinta pada Pekerjaan dan Lembaganya
Workshop GTK MA Al-Ma'ruf Margodadi, Tanggamus
Tanggamus, NU Online
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Lampung H M Hasan Basri menjelaskan bahwa salah satu kompetensi utama yang berkaitan dengan kepribadian seorang guru adalah memiliki etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.

“Untuk memiliki kompetensi utama ini, seorang guru harus memiliki kecintaan, integritas kepada lembaga pendidikan tempat dimana ia mengabdikan diri dalam memberikan pembelajaran yang bermutu kepada peserta didiknya,” kata Hasan, Jumat (11/1) mengutip Buku 2 Pedoman Penilaian Kinerja Guru yang diterbitkan Dirjen PMPTK Tahun 2012.

Untuk mewujudkan hal ini, lembaga pendidikan harus menanamkan rasa memiliki guru terhadap lembaganya dengan berbagai upaya di antaranya pembinaan dan penguatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan yang dimilikinya melalui pelatihan dan pendidikan (Diklat) atau workshop.

Terkait dengan hal ini, Hasan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh salah satu MA swasta favorit di Kabupaten Tanggamus yang diharapkan menjadi inspirasi madrasah aliyah lainnya untuk dapat melakukan pembinaan terhadap guru dan tenaga Kependidikan (GTK) di masing-masing madrasahnya.

Adalah MA Al-Ma’ruf Margodadi Kecamatan Sumberejo,Tanggamus yang pada tahun 2019 mengawali kegiatan pembelajaran dengan Workshop Pengembangan GTK. Kegiatan yang mengangkat tema Sense of Belonging dalam Organisasi ini adalah  upaya lembaga tersebut meningkatan kompetensi guru, terutama kompetensi kepribadian.

Pada workshop yang dilaksanakan Sabtu (5/1) di Meeting Room Hotel 21 Kecamatan Gisting in,  diikuti 42 peserta dan menghadirkan narasumber utama Darmadi, guru madrasah prestasi tingkat nasional dari Provinsi Lampung.

Guru dengan gelar doktor ini menjelaskan bahwa untuk menumbuhkan rasa memiliki bisa dilakukan  melalui cara di antaranya dengan menciptakan hubungan emosional terhadap seluruh anggota, memiliki misi dan tujuan yang sama serta mendorong hubungan sosial yang positif;

"Lembaga juga harus memberi kesempatan yang sama untuk semua anggota. Komunikasi terbuka dan saling menghormati antar anggota juga bisa menumbuhkan rasa memiliki," jelasnya.

Workshop penyegaran ini berbeda dari kegiatan sejenisnya karena di dalamnya dikemas dalam bentuk permainan yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi serta menjalin kebersamaan di antara sesama GTK. (Red: Muhammad Faizin)
Jumat 11 Januari 2019 11:0 WIB
Warga Muslimat NU Hendaknya Jadi Teladan Perilaku Bersih
Warga Muslimat NU Hendaknya Jadi Teladan Perilaku Bersih
Hj Mundjidah Wahab, Ketua PC Muslimat NU Jombang.
Jombang, NU Online
Di setiap kegiatan yang menghadirkan warga dalam jumlah banyak, sudah ada imbauan kepada pengurus dan warga Muslimat NU untuk menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian dan menjadikan warga sebagai pelopor kebersihan.

“Kalau sedang ada pertemuan baik yasinan, kubroan dan sejenisnya, setiap jamaah sudah diingatkan untuk juga membawa dua kantung plastik,” kata Hj Mundjidah Wahab, usai menghadiri pertemuan di kantor Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, Kamis (10/1).

Kantung pertama digunakan sebagai bungkus sandal. “Sedangkan kantung kedua berfungsi sebagai tempat untuk menampung sampah,” jelas Ketua PC Muslimat NU Jombangini.

Bagi perempuan yang juga sebagai Bupati Jombang tersebut, hal itu dilakukan agar budaya bersih juga melekat dan menjadi karakter warga Muslimat NU. “Jangan sampai usai acara masih ada sisa makanan dan sejenisnya di lokasi kegiatan,” sergah putri pahlawan nasional KH Abdul Wahab Hasbullah.

Dirinya juga kurang sependapat bila untuk keperluan membersihkan lokasi usai kegiatan berlangsung adalah melibatkan pihak lain. “Ada yang mengistilahkan pasukan semut, saya kurang sepakat,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memastikan lokasi usai acara diselenggarakan bisa bersih, dapat dilakukan oleh jamaah sendiri. “Pastikan saat hendak berdiri, sampah di sekitar sudah dikumpulkan secara mandiri,” ujarnya. Dan warga Muslimat NU dapat menjadi teladan soal itu, lanjutnya.

Bila budaya bersih sudah menjadi bagian dari diri warga, kebersihan lingkungan juga akan dapat diraih. “Mulai dari kebersihan lingkungan sekitar rumah, sungai dan sejenisnya bisa juga terbentuk karena warga sudah memiliki kesadaran,” urainya.

Pada saat yang bersamaan pihak pemerintah daerah akan memberikan perhatian serius terkait kebersihan ini. “Jangan sampai rakyat didorong untuk disiplin bersih, ternyata pasukan pengangkut sampah dan petugas lainnya tidak mendukung,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)
Jumat 11 Januari 2019 10:0 WIB
Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa
Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa
Temanggung, NU Online 
Ketua STAINU Temanggung Muh. Baehaqi menegaskan bahwa kunci kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep apik dalam Islam. Salah satu konsep itu adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan berbagai para filsuf, ulama, kiai, dan akademisi Islam.
 
"Pak Baedhowi ini salah satu ikon filsuf di STAINU Temanggung. Humanisme ini dalam ilmu mantik, manusia adalah al-insan al-hayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir, bernalar, hakikatnya adalah hewan," katanya saat menyampaikan sambutan pada bedah buku Humanisme Islam karya Baedowi,Kamis (10/1) di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa Tengah.
 
Humanisme Islam, kata dia, selalu memuliakan manusia daripada hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Al-Qur'an bahwa manusia itu mulia daripada makhluk lain. "Di Indonesia selain ada humanisme Islam, humanisme Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme," ujar doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.
 
Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada lima pokok humanisme. Pertama adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua adalah hak beragama. Ketiga hak kepemilikan. Keempat hak profesi. Kelima hak berkeluarga.

"Semua itu jika diterapkan, maka Indonesia ini akan cinta damai tanpa gesekan," katanya dalam pada kegiatan dalam rangka Konferensi ke-2 LPM Grip STAINU Temanggung tersebut.
 
Baehaqi juga menambahkan, pluralitas keberagamaan di Indonesia sudah dicontohkan di Kecamatan Kaloran, Temanggung yang di sana ada berbagai macam pemeluk agama.

"Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada umat Hindu maupun Budha respek dengan Islam lewat KKN mahasiswa STAINU Temanggung. Awalnya yang tidak peduli dengan Islam, sekarang sudah hormat," kata dia.
 
Ia mendorong, bahwa pesan humanisme dalam Islam sangat tinggi nilainya dan menjadi kunci untuk hidup damai tanpa ekses dan gesekan antaragama maupun antarsuku dan golongan.
 
Buku yang dibedah itu, merupakan terbitan Pustaka Pelajar, Yogyakarta yang sudah terbit pada Mei 2008 silam. Buku dengan judul asli Humanisme Islam; Kajian terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun ini menurut Baehaqi, masih relevan di tengah masalah radikalisme di era kini.
 
Dalam kesempatan itu, hadir penulis buku  Baedowi, panelis Ketua LP3M STAINU Temanggung Moh. Syafi' dan dosen STAINU Temanggung Nasih Muhammad, Kaprodi dan Sekprodi, dosen, mahasiswa dan sejumlah tamu undangan. (Hamidulloh Ibda/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG