IMG-LOGO
Daerah

AIS Banten Salurkan Bantuan Tahap Ketiga untuk Korban Tsunami

Senin 14 Januari 2019 16:0 WIB
Bagikan:
AIS Banten Salurkan Bantuan Tahap Ketiga untuk Korban Tsunami
AIS Banten Peduli Korban Tsunami
Banten, NU Online
Setelah menyerahkan bantuan tahap pertama dan kedua, Arus Informasi Santri (AIS) Banten menyerahkan kembali bantuan kemanusiaan kepada para korban tsunami selat sunda di Kabupaten Pandeglang Labuan untuk tahap yang ketiga.

JIka pada bantuan sebelumnya AIS Banten menyerahkan bantuan berupa uang untuk pembangunan MCK bagi para korban terdampak tsunami, pada bantuan ketiga ini AIS Banten menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi para anak-anak di daerah tersebut. Selain itu AIS Banten juga memberikan bantuan uang untuk rehab 2 majelis pengajian Al-Qur’an anak-anak Desa Teluk.

Ferdiansyah, Korda AIS Banten berharap bantuan tersebut akan dapat meringankan beban dan penderitaan para korban sekaligus  memberikan semangat kepada para anak-anak sekolah yang terdampak tsunami untuk kembali bisa bersekolah.

"Kami melihat sendiri penderitaan warga terdampak tsunami. Sungguh mereka masih sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari kita semua. Mudah-mudahan bantuan dari kita bisa bermanfaat untuk warga Labuan yang terkena tsunami " katanya di Posko Pengungsian Teluk, Labuan, Ahad (13/1).

Sementara itu, Uta Muhtadin selaku koordinator penyaluran bantuan AIS Banten menegaskan, bantuan yang diberikan AIS Banten merupakan wujud kepedulian Santri Banten kepada saudara sebangsa. Bantuan dalam bentuk bantuan perlengkapan sekolah ini didasarkan atas pentingnya ilmu bagi setiap orang.

“Ilmu adalah aset yang paling berharga di dalam kehidupan. Sehingga untuk membangun segala aspek kehidupan, yang paling pokok adalah membangun sumber daya manusia dan pendidikan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan terimakasih kepada Keluarga Besar Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Malaysia, Komunitas Santri Pendaki Jawa Timur, Himmah Ahgaff, Slankers Cianjur dan segenap sahabat-sahabat Afiliansi Banten dari beberapa pondok pesantren yang telah ikut  berpatisipasi dan mendukung suksesnya aksi peduli bela kemanusiaan selat sunda tersebut.

“Kami mohon kepada seluruh sahabat AIS Banten di manapun untuk selalu mendoakan dan mendukung AIS Banten sebagai wadah santri Banten agar lebih bermanfaat terutama di dalam dakwah digital Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta ikut andil mewarnai perkembangan medsos di zaman milenial," pungkasnya. (Red: Muhammad Faizin)
Tags:
Bagikan:
Senin 14 Januari 2019 22:0 WIB
Pagar Nusa Harus Hadir di Masyarakat
Pagar Nusa Harus Hadir di Masyarakat

Jember, NU Online
Pagar Nusa tidak boleh ketinggalan dari institusi silat yang lain. Sebab, NU yang merupakan induk  Pagar Nusa, mempunyai massa cukup besar.  Sehingga Pagar Nusa tidak akan pernah kekurangan pesilat jika rekruitmennya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Hal tersebut diungkapkan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan pengarahan dalam Harlah Pencak Silat Pagar Nusa ke-33 & Pengesahan Pelatih Baru 2019 di halaman Kantor PCNU Jember, Ahad (13/1).

Menurutnya, secara kultural  pencak silat memang tidak asing di kalangan warga NU. Dulu, di desa-desa pencak silat begitu digandrungi masyarakat. Bahkan banyak kelompok silat mengadakan semacam arisan yang isinya adalah atraksi silat.  Sehingga pencak silat tampak hidup.

“Karena itu, kami berharap agar Pagar Nusa terus merekrut anggota sebanyak mungkin agar kemeriahan pencak silat seperti yang sudah-sudah, bisa terulang lagi,” jelasnya.

Walaupun bidang garapannya adalah olah raga bela diri, namun  Gus Aab, sapaan  akrabnya, berharap agar Pagar Nusa selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. Ketika warga menghadapi kesulitan,  maka pesilat Pagar Nusa tidak boleh tinggal diam. Tapi harus bergerak untuk mencari solusi bagi  kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Misalnya ada bencana, tolong Pagar Nusa turun. Ada warga tertimpa  musibah, Pagar Nusa harus ambill  inisiatif untuk membantu,” ucapnya (Red: Aryudi AR)

Senin 14 Januari 2019 21:30 WIB
Pesilat Pagar Nusa Harus Tetap Tawadhu'
Pesilat Pagar Nusa Harus Tetap Tawadhu'
H. Rozi saat menyerahkan sertifiikat pelatih baru

Jember, NU Online
Pesilat Pagar Nusa diharapkan tetap tawadhu’ (rendah hati) dan senantiasa menjaga akhlaqul karimah dalam bergaul dengan siapapun dan di manapun. Sebab, itulah ciri utama pesilat organisasi bela diri di bawah naungan NU tersebut. Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Jember, Jawa Timur, H Fathorrozi saat memberikan sambutan dalam  Harlah Pencak Silat Pagar Nusa ke-33 & Pengesahan Pelatih Baru 2019 di halaman Kantor PCNU Jember, Ahad (13/1).

Menurut H Rozi, sapaan akrabnya, pesilat Pagar Nusa sehebat apapun kemampuannya, tidak ada artinya jika sombong dan tak berakhlaq. Silat dipelajari bukan untuk kesombongan ataupun sok jago dan sebagainya.

“Setinggi apapun kelasnya, saya berharap tetap redah hati. Jauhi sikap sombong, dan jaga citra NU. Sebab, kemana-mana kalian membawa nama NU,” tuturnya.

Alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Asembagus, Sukarejo, Situbondo, itu mengingatkan bahwa salah satu tujuan utama ddirikannya Pagar Nusa adalah untuk berkhidmah kepada NU. Pagar Nusa, selain untuk melestarikan kesenian pencak silat yang bertebaran di mana-mana, juga sebagai wahana syiar Islam Ahlissunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui olah raga bela diri.

“Karena itu, tunduk kepada ulama adalah satu keharusan bagi pesilat Pagar Nusa,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Jember, Kusworo Wibowo  mengaku bangga dengan semangat dan kekompakan pesilat Pagar Nusa. Ia berharap agar semangat dan kekompakan tersebut terus dijaga, sehingga  selalu solid dan bermanfaat untuk kepentingan keamanan masyarakat.

“Saya juga berharap agar Pagar  Nusa bisa bekerjasama dengan polisi untuk menjaga keamanan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Fathorrozi juga mengesahkan 113 pelatih baru yang ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada mereka (Red: Aryudi AR)

Senin 14 Januari 2019 20:0 WIB
Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU
Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU
Mimika, NU Online
Kegiatan perayaan Amole Maulid dan hari lahir atau Harlah NU adalah perayaan gabungan seluruh jamaah istighatsah an-Nahdliyah Mimika, Papua dan warga NU lain. Acara ini adalah lanjutan acara maulid dua belasan, yakni pembacaan maulid dua belas malam berturut-turut di beberapa lokasi.

“Rangkaian acara tersebut disempurnakan dengan acara gabungan berupa Amole Maulid dan Harlah NU,” kata Sugiarso, Senin (14/1). Amole adalah bahasa Amungme artinya selamat untuk tunggal, jika selamat untuk jamak sebutannya amolongong, lanjut Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Mimika, Papua ini.

Tampil pada gebyar shalawat tersebut grup IPNU dan IPPNU SP2 Wanagon dan Timika Jaya, Grup Celebes dari Kadun Jaya, grup Maqbula SP4. Juga grup Pagar Nusa di Pondok pesantren Darussalam Mimika, km14, Mimika Paoua pada Sabtu, (12/1) lalu. 

Acara dimulai sehabis isya. "Antusiasme jamaah yang hadir pada gebyar shalawat luar biasa," kata Hj Asmawati, pembina grup IPNU IPPNU SP2. 

Walaupun mobilnya mogok, tetap semangat dan disilakan grup yang datang lebih dulu untuk tampil," ucap Andri, pembina grup IPNU IPPNU SP2. Grup Maqbula tampil penuh semangat. 

Pada waktu yang sama, di masjid Baitul Maghfirah SP3, kampung Karang Senang, diadakan pengajian umum. Penceramahnya adalah KH Hisyam Syafaat, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi dan KH Ali Mahfudz Syafaat.

"Tugas kita adalah beribadah sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah. Alasan sakit, repot, sibuk adalah tidak bisa diterima," urai KH Ali Mahfudz Syafaat yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jakarta ini.

Sementara itu, KH Hisyam Syafaat memberikan resep untuk hidup sejahtera. Yakni dengan istikamah membaca  Ya Allah sebanyak lima ribu kali. Jika berat, katanya, bisa diganti Ya Wadud sebanyak seratus kali. 

Sarat berikutnya adalah istikamah. “Bapak saya bisa istikamah selama 23 tahun  dan hanya dua kali absen subuh di belakang kiai,” katanya. 

Yang ketiga adalah membaca bismillah di air sebanyak 786 kali. “Dan diminumkan kepada anak, insya Allah anak cerdas," urai putra sulung KH Mukhtar Syafaat ini.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh NU Mimika, Wakil Syuriah PCNU H Sudjianto, dan warga NU Karang Senang. (Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG