IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

500 Banser Siap Amankan Harlah ke-73 Muslimat NU

Sabtu 26 Januari 2019 23:45 WIB
Bagikan:
500 Banser Siap Amankan Harlah ke-73 Muslimat NU

Jakarta, NU Online

Maju ayo maju ayo terus maju/Singkirkanlah dia dia dia/Kikis habislah mereka/Musuh agama dan ulama. Demikian sepenggal lirik Mars Barisan Ansor Serba Guna (Banser) yang menggema di depan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, pada Sabtu (26/1) malam.

Ratusan personil Banser tersebut sedang mempersiapkan diri mengamankan jalannya peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU yang akan dilaksankan sejak Ahad (27/1) dini hari.

“500 personil yang sudah kita stand by di sini. Namun masih ada personil Banser dari masing-masing daerah yang mengawal di masing-masing bus. Ini semuanya dari Jabodetabek. (Kami) Siap mengamankan Harlah,” kata Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser Hasan Sagal.

Dalam upaya mengamankan acara Harlah ini, mereka selalu koordinasi dengan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri.

“Kita sudah dikoordinir oleh panitia dan seluruhnya bergabung dengan kepolisian, tentara. Namun tentu kita lebih banyak kepada pengaturan jamaah saja,” ucapnya.

Selain mengamankan, sambungnya, Banser juga difungsikan untuk membantu segala keperluan panitia. “Mengamankan sekaligus membantu ada sekiranya ada ibu-ibu kita tercecer, membutuhkan bantuan,” jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 26 Januari 2019 21:50 WIB
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU
Khofifah Ajak Muslimat NU Jadi Agen Antifitnah
Khofifah Ajak Muslimat NU Jadi Agen Antifitnah
Ketum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kiri)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa mengatakan produk jurnalistik harus mengikuti kaidah-kaidah yang baik. Dari kaidah-kaidah jurnalitik yang digunakan para jurnalis, adakah titik-titik yang dilanggar. Hal itu disampaikannya untuk menggambarkan kondisi di mana ada masjid yang dipergunakan oleh oknum untuk penyebaran hoaks.

“Kalau di tempat ibadah seperti masjid, saya tetap mengharapkan kita jaga kesucian, kebersihannya. Kita jaga bahwa di tempat ibadah tidak ada suasana yang menjadikan kita terperosok, terdistorsi dari berbagai kemungkinan, dari pikiran-pikiraan yang memungkinkan kita berpikir suudzon dan dari pikiran-pikiran yang memungkinkan mengotori seluruh pikiran kita," papar Khofifah di hadapan wartawan usai acara santunan anak yatim Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (26/1) sore.

Menurutnya penghindaran penggunaan masjid dari penyebaran pikiran negatif sangat penting, sebab pada umumnya orang yang mendatangi tempat ibadah seperti masjid berniat untuk munajat kepada Allah.

Wanita yang pernah menjadi Menteri Sosial tahun 2014-2019 ini mengatakan di dua bulan pertamanya menjadi Mensos, ia mendengar khutbah-khutbah yang memaki-maki, yang cenderung pada muatan ujaran kebencian. Kemudian ia memanggil takmir masjid mengapa hal tersebut bisa terjadi, sementara orang-orang datang ke masjid untuk melakukan kebaikan.

"Kenapa terjadi bahasa-bahasa seperti ini (caci maki)? Waktu itu saya bilang begini, ini masjid Kementerian, jadi masjid negara. Kalau masjid negara, referensi kita adalah masjid Istiqlal. Di masjid Istiqlal ada item-item yang tidak boleh dilakukan oleh siapa pun yang ceramah seperti tidak boleh memaki, tidak boleh melakukan ujaran kebencian dan seterusnya," ujarnya panjang lebar.

Khofifah menegaskan item-item tersebut mestinya berlaku di semua masjid pemerintah. Pasalnya, item-item itu adalah ajakan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan dari kemungkaran. 

"Orang itu pulang dari masjid (harusnya) husnudzon. Jangan pulang dari masjid kemudian yang muncul adalah suudzon," tuturnya.

Oleh karena itu, pada puncak peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU, Ahad (27/1) besok, akan dideklarasikan laskar Muslimat NU antifitnah, anti-ghibah. Menurutnya soal hoaks masih banyak anggota Muslimat NU yang belum mengerti. "Semula itu memang laskar antihoaks dan antiujaran kebencian. Tapi banyak yang kurang paham," kata Khofifah. (Laela Fatimah Safitri/Kendi Setiawan)
Sabtu 26 Januari 2019 21:25 WIB
Panglima TNI Tekankan Pentingnya Persatuan untuk Kelola Kekayaan Bangsa
Panglima TNI Tekankan Pentingnya Persatuan untuk Kelola Kekayaan Bangsa
Cirebon, NU Online
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan baik dalam bentuk kekayaan budaya dan Sumber Daya Alam, mulai dari dasar laut hingga puncak gunung. Namun untuk mengelola Untuk itu perlu sumberdaya manusia yang unggul dan berkualitas.

“Untuk dapat mengelola dengan baik, bangsa ini harus berdaya saing tinggi. Syaratnya harus bersatu, dalam keragaman, karena kebinekaan anugerah Sang Maha Pencipta," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di GOR Mbah Muqoyyim, Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (25/1) sore.

Kunjungannya bersama Kapolri Jenderal Pol Prof Muhammad Tito Karnavian ke Pondok Buntet Pesantren, merupakan langkah penting dalam konteks menyatukan kekuatan antara berbagai elemen bangsa. "Penting dalam membangun kedekatan kemanunggalan antara TNI POLRI dan seluruh bangsa,” terangnya.

Marsekal Hadi mengatakan bahwa persatuan senantiasa dibangun guna memperkuat kebangsaan dan terbukti dapat menangulangi tantangan. "Dalam menanggulangi bencana, kita telah buktikan persatuan dan kesatuan itu berbagai lembaga dan pemerintah saling bahu membahu kesulitan, Lombok, Palu, Banten, dsb.," Jelasnya memberi contoh.

Dalam kunjungannya bertajuk ‘Silaturahim Kebangsaan’ itu, ia juga menjelaskan bahwa pesantren merupakan tempat kumpulnya gagasan kebangsaan. "Secara kultural, pondok pesantren tempat berkumpulnya gagasan kebangsaan, lahirnya komunitas budaya bangsa seiring sejalan dengan tuntutan ajaran agama untuk saling menghormati dan menghargai keragaman," terangnya.

Pertemuan itu dihadiri ribuan santri dan masyarakat Pondok Buntet Pesantren. Panglima dan Kapolri disambut langsung oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza. (Syakir NF/Ahmad Rozali)
Sabtu 26 Januari 2019 20:45 WIB
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU
Yenny Wahid Tegaskan Kesiapan Sambut 120 Ribu Anggota Muslimat NU di GBK
Yenny Wahid Tegaskan Kesiapan Sambut 120 Ribu Anggota Muslimat NU di GBK
Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat NU, Yenny Wahid
Jakarta, NU Online
Ketua Panitia Harlah Muslimat NU, Hj Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) mengatakan persipan fasilitas puncak Harlah Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Ia mengatakan acara tersebut akan dihadiri lebih dari seratus ribu Muslimat NU dari seluruh Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Panitia Harlah Muslimat NU.

"Ini sedikit concern (perhatian) kalau misalnya melebihi target dan kita tidak bisa melayani jamaah dengan baik. Di situ saya ketakutan sebagai ketua panitia. Sampai saat ini sudah hampir lebih seratus ribu yang mendaftar, dan yang belum mendaftar saya belum tahu sudah berapa banyak," kata Yenny kepada wartawan usai menghadiri doa bersama dan santunan yatim Muslimat NU di GBK, Sabtu (26/1) sore.

Ia menegaskan pihaknya telah menyiapkan pasukan untuk membantu. Nantinya ada dua ribu Polwan berjilbab yang siap membantu keamanan acara tersebut. Selain itu ada dapur umum, tenda medis, serta ambulans yang telah disiapkan untuk  melayani anggota Muslimat NU yang datang ke GBK.

Yenny memaklumi jika anggota Muslimat NU datang dari berbagai wilayah Indonesia, menempuh perjalanan jauh dan bisa menyebabkan kelelahan. Terlebih tidak sedikit anggota Muslimat NU banyak yang sudah berada di usia lima puluh tahun.

"Panitia juga sudah membuat kerja sama dengan rumah sakit rujukan yang misalnya ada kejadian yang tidak menyenangkan," kata Yenny.

Stadion GBK sendiri berkapasitas 74 ribu tempat duduk. Sementara perkiraan jamaah yang hadir antara 110-120 ribu orang. Pihaknya memastikan semua jamaah akan tetap merasa nyaman.

“Kami tidak bisa mencegah masyarakat untuk hadir, jadi nantinya stadion akan meluber sekali,” ucap beliau.

Harlah ke-73 Muslimat NU mengusung tema Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa. Para jamaah akan diajak mengikuti shalat tahajur, doa dan dzikir bersama mulai Ahad (27/1) dinihari. Puncak Harlah berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dihadiri sejumlah pejabat termasuk Presiden Joko Widodo. (Udabiyya Najuba/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG