IMG-LOGO
Nasional
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU

Menari Sufi di Depan Jokowi

Ahad 27 Januari 2019 7:45 WIB
Bagikan:
Menari Sufi di Depan Jokowi
Tarian sufi di Harlsh ke-73 Muslimat NU, Sabtu (27/1) pagi
Jakarta, NU Online
Tepat pukul 07.20 WIB, Ahad (27/1), Presiden Joko Widodo tiba di lokasi peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Dari atas panggung di tengah stadion, penyanyi Tompi dan Haddad Alwi mulai melantunkan lagu Thala'al Badru menyambut kehadiran Presiden. 

Pada saat bersamaan, ratusan penari sufi yang tersebar di beberapa titik di tengah lapangan mulai memutar badannya berlawanan dengan arah jarum jam. Nur Qomar, pendamping grup Tari Sufi Dervish, Pekalongan, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa putaran itu seperti tawaf.

"Kalau muter-nya ke kiri, itu muaranya ke atas. Maksudnya kepada Allah Swt," jelasnya.

Lebih lanjut, Qomar menyampaikan bahwa sejarah tari sufi itu bermula dari Sayyidina Abu Bakar ra yang mendapat kabar gembira sebagai ahli surga.

"Saking seneng-nya sampai muter-muter," terangnya.

Kesenangan itu pula yang dirasakan Ilham (11). Siswa Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Demangan, Magetan, Jawa Timur mengaku begitu gembira dapat menari di hadapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Senang karena menari di depan Pak Presiden,"  ungkapnya.

Siti Jainah (50), orangtua Ilham, menceritakan bahwa menari merupakan keinginan Ilham sendiri karena seringnya melihat tarian tersebut.

"Mulai belajar kelas 3 SD karena sering lihat (tari sufi) di pengajian," jelas warga Takeran, Magetan itu.

Senada dengan Jainah, Yudi Agus Irmanto (38) juga mengungkapkan bahwa putrnya yang bernama Rizki Setiawan (11) itu berkeinginan sendiri belajar menari tanpa ia memintanya.

"Kemauan anak sendiri, lihat dari seniornya," terang bapak asal Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Jika Ilham dan Rizki berkeinginan sendiri, Ridwan Wahid (20), pembimbing, mengaku berawal iseng. Mula-mula ia merasakan pusing. Bahkan ia juga pernah menabrak tembok.

Namun lama-kelamaan, remaja asal Ponorogo, Jawa Timur itu sudah terbiasa. Pasalnya, sebagaimana yang ia ketahui, itu bukanlah tarian, melainkan salah satu metode dzikir.

"Metode dzikir, bukan tarian. Kan cuma berputar, tidak banyak gerakan," katanya.

Sebagaimana rekan-rekannya, ia merasa senang bisa menari dan sekaligus membimbing langsung rekan lainnya menari di hadapan orang nomor satu di Indonesia. Meskipun, terkadang ia juga harus menahan diri mengingat adik-adik di bawahnya berlatih dan menari sesuai moodnya.

"Ngajari ribet-nya luar biasa. Apalagi anak-anak kan tergantung mood," katanya. (Syakir NF/Kendi Setiawan)
Bagikan:
Ahad 27 Januari 2019 23:0 WIB
Innalillahi, Telah Wafat Ibu Sa’diyah Jamaah Muslimat NU asal Tegal
Innalillahi, Telah Wafat Ibu Sa’diyah Jamaah Muslimat NU asal Tegal
Almarhumah Ibu Sa'diyah (syal merah)
Jakarta, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia Ibu Sa'diyah dari Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Ahad (27/1). Ibu Sa'diyah wafat di area istirahat KM 19 Bekasi, Jawa Barat, yang sedang menuju pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Tegal.

Ibu Sa'diyah merupakan rombongan peserta Harlah Ke-73 Muslimat NU yang datang dari Kabupaten Tegal. Almarhumah adalah Ketua Ranting Muslimat NU Tembok Banjaran, Tegal, Jawa Tengah.

Almarhumah pada Ahad dini hari hingga pagi hari melebur bersama 120.000 jamaah Muslimat NU dalam rangkaian harlah, yaitu shalat malam, khataman Al-Qur‘an, istighotsah, pidato Ketua Umum Muslimat NU, dan sambutan Presiden Jokowi.

Ketua Panitia Harlah Ke-73 Muslimat NU Hj Yenni Wahid mengajak segenap jamaah Muslimat NU untuk mendoakan almarhumah Ibu Sa’diyah.

“Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Aamiin,” kata Hj Yenny Wahid.

Yenny juga berdoa semoga almarhumah mendapat derajat wafat dalam keadaan husnul khatimah dan diberikan tempat yang mulia di sisi Allah.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal Hj Umi Azizah mengatakan bahwa almarhumah terjatuh di kamar mandi area istirahat tersebut. Ia kemudian dilarikan ke RS Hermina. Setelah mendapatkan perawatan beberapa menit, lbu Sa'diyah mengembuskan nafas terakhir.

“Semoga keimanan dan keislaman almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Keikhlasan dan pengabdian semoga membawa kebersamaan dan diakui sebagai santriwati Hadlratussyekh KH M Hasyim Asy'ari, muasis Nahdlatul Ulama... Amiin...,” kata Hj Umi Azizah yang juga Bupati Tegal. (Alhafiz K)
Ahad 27 Januari 2019 22:0 WIB
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU
Ibu Muda Ini Kenalkan Anaknya pada Muslimat NU Sejak Usia Dini
Ibu Muda Ini Kenalkan Anaknya pada Muslimat NU Sejak Usia Dini
Jakarta, NU Online
Acara Harlah Ke-73 Muslimat NU turut mengundang respon dari berbagai usia kaum hawa mulai dari muda sampai usia senja. Termasuk Ibu-ibu muda yang turut meramaikan acara ini.

Namanya Ibu Nayla asal dari Tanggamus, Lampung. Ia turut serta menghadiri acara Harlah Ke-73 Muslimat NU di GBK Senayan Jakarta atas izin suami. Ia datang bersama keluarga dan anaknya yang masih usia 15 bulan.

Saat kami wawancara banyak hal, Nayla menjawab, “Karena saya cinta sama NU, maka apapun acara yang digelar oleh Muslimat NU, saya ingin hadir. Seperti sekarang ini, meskipun sedang memiliki buah hati yang baru seumur jagung. Saya mencoba memperkenalkan NU kepada anak saya sejak usia dini.”

Dalam kesempatan ini Nayla menyampaikan, “Mudah-mudahan ibu-ibu yang lain yang belum menjadi bagian dari Muslimat NU, bisa ikut serta menjadi anggota Muslimat NU karena visi dan misinya antara lain sadar beragama dan berbangsa, serta kenalkan dan ajak anak-anaknya di setiap acara NU.” 

Maka dari itu, menurutnya, jika bukan ibu-ibu yang memgenalkan dan mengajarkan ajaran aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, lalu siapa lagi? (Fahmi Saefuddin/Alhafiz K)
Ahad 27 Januari 2019 21:45 WIB
HARLAH KE-73 MUSLIMAT NU
Atas Nama Pemerintah, Jokowi Dukung Gerakan Keagamaan dan Kebangsaan Muslimat
Atas Nama Pemerintah, Jokowi Dukung Gerakan Keagamaan dan Kebangsaan Muslimat
Jakarta, NU Online
Stadion GBK Ramai dihadiri oleh para Ibu-ibu Muslimat NU dari pelosok negri. Dalam kesempatan ini, turut hadir Presiden RI Joko Widodo di Harlah Muslimat NU Ke-73.

Pada saat ditanya soal harlah Muslimat NU, Jokowi menyampaikan kecintaannya terhadap NU. Ia menunjukan eksistensi dirinya yang selalu datang menghadiri berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan oleh NU.

"Jasa dan kontribusi NU untuk bangsa ini sangat besar dan tidak bisa dibayar. Maka dari itu, atas nama pemerintah, saya berusaha agar senantiasa bisa hadir mengapresiasi setiap program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh NU seperti Harlah Ke-73 Muslimat NU ini," tegasnya.

Hal lain yang dikatakan oleh Jokowi adalah bahwa ibu-ibu Muslimat NU adalah orang-orang yang komitmen nasionalisme.

“Mereka ikhlas berjuang menjaga Aswaja maupun bangsa ini, seperti Ibu saya yang aktif di Jamiyahan Muslimat NU yang diselenggarakan setiap hari Jumat di Solo,” kata Jokowi.

Ia mengatakan rasa cintanya terhadap NU seutuhnya baik ulama, kiai, ustadz dan ustadzah, para santri, dan ibu-ibu Muslimat NU seperti Ibu Sinta, Ibu Khofifah, Ibu Yenny, dan lain sebagainya. (Fahmi Saefuddin/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG