IMG-LOGO
Daerah

Bocah Penderita Tumor di Banyuwangi Perlukan Bantuan Pengobatan

Rabu 30 Januari 2019 23:0 WIB
Bagikan:
Bocah Penderita Tumor di Banyuwangi Perlukan Bantuan Pengobatan
Ainurrohman (berpeci putih)
Banyuwangi, NU Online
Muhammad Ainurrohman, seorang siswa kelas empat MI Miftahul Ulum Muncar, Banyuwangi tengah berjuang melawan tumor. Derita yang dialami Ainurrohman ini berawal ketika dirinya berumur dua tahun.

Rusmiyati, ibu kandung Ainurrohman menuturkan awalnya ada benjolan kecil di hidung Ainurrohman. Lambat laun benjolan itu membesar. Bahkan, saat ini hampir menutupi wajahnya. Tragisnya lagi, dengan konsekuensi penyakit yang amat berat, si bocah hanya satu kali menjalani pengobatan satu kali.

"Kondisi memang seperti ini, Mas. Mau bagaimana lagi? Penghasilan saya hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ujar Rusmiyati, seperti diberitakan Bertahun-tahun Menderita Tumor, Ainurrohman Pengen Sembuh.

Rumah kecil yang mereka tempati, juga masih meminjam ke orang lain. Dirinya mengaku saat ini bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sang suami telah meninggal dunia sejak Ainnurohman berumur sempat tahun.

Penghasilannya sebagai buruh pemberi makan ikan harus pintar-pintar ia gunakan untuk membiayai kehidupan
sehari-hari dan pendidikan dua anaknya.

"Kadang cukup, tapi lebih sering kurangnya mas,” kisahnya dengan nada yang sangat lemah.

Rusmiyati mengaku, sebenarnya Ainurrohman pernah menjalani operasi satu kali. Setelah itu benjolan mengecil meski masih terdapat bekas hitam yang lebar. Namun, lagi-lagi karena kekurangan biaya untuk perawatan lanjutan, benjolan itu semakin membesar, bahkan melebihi kondisi sebelum operasi.

Guru mengaji Ainuurohman, Ustadz Sofyan Andi PR menambahkan bahwa dengan kehidupan yang teramat berat, kondisi rumah yang ala kadarnya, Ainurrohman adalah anak yang periang.

Bukan hanya itu, bocah yang harusnya menikmati masa kecilnya dengan banyak bermain dengan teman-temannya kadang sering merasa kesakitan jika ada yang secara tidak sengaja menyenggol wajahnya. Namun, sering kali kejadian seperti itu ia diamkan meski sakit tak tertahankan.

"Ainurrohman itu bocahnya ceria, meski merasa kesakitan kadang dia terlihat berusaha keras menahan, takut merepotkan orang-orang di sekitarnya,” ungkap pria yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Kalimati Muncar ini.

Saat ini, kondisi penyakit Ainurrohman semakin mengkhawatirkan, jika tidak cepat ditangani tentu bisa berdampak buruk. Bukan hanya tumor yang selama ini diderita, mungkin bisa merambat ke organ tubuh yang lainnya. Pasalnya saat ini, benjolan-benjolan itu sudah hampir menutupi wajahnya.

Atas keadaan tersebut, NU Care LAZISNU Banyuwangi mengunjungi kediaman Ainurrohman Senin (28/1) sore untuk mengetahui segala kebutuhan Ainurrohman. Pada kesempatan itu, NU Care-LAZISNU Banyuwangi juga memberikan bantuan kepada keluarga Ainurrohman.

Dewan Syariah NU Care-LAZISNU Banyuwangi mengatakan, KH Muhammad Yamien mengatakan pihaknya berharap bisa memberikan bantuan lanjutan hingga Ainurrohman sembuh. 

“Tentu dengan bantuan berbagai pihak. Kami mengajak yang membaca berita ini untuk bersama LAZISNU Banyuwangi turut meringankan beban Ainurrohman,” terang pria yang juga Ketua MUI Banyuwangi ini.

Bantuan dapat langsung disalurkan dengan datang langsung ke Kantor NU Care-LAZISNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani No. 59 Banyuwangi. Untuk informasi dan konfirmasi bisa menghubungi Ketua PC LAZISNU Banyuwangi, Irfan Afandi di nomor 085230235930. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 30 Januari 2019 22:0 WIB
Islam Nusantara Perlu Dipahami Utuh
Islam Nusantara Perlu Dipahami Utuh

Subang, NU Online
Munculnya sejumlah  penolakan terhadap Islam Nusantara diyakini karena kurangnya pemahaman mereka terhadap konsep yang digagas oleh Nahdlatul Ulama tersebut. Untuk itu,  PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat  melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU dan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) setempat menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Islam Nusantara. Buku  yang diterbitkan oleh Pengurus Wilayah LBM NU Jawa Timur itu dikupas  di gedung Islamic Center Kabupaten Subang, Selasa (29/1)

“Tujuannya adalah untuk memberikan pencerahan tentang  Islam  Nusantara  kepada seluruh  masyarakat, agar tidak salah paham  tentang  konsep itu,” tukas Ketua Pengurus Cabang Lesbumi Subang, Mirzan Insani kepada NU Online.

Menurut Mirzan,  sebenarnya Islam Nusantara tidak perlu diperdebatkan apalagi ditentang.  Sebab Islam dan Nusantara ibarat kakak beradik yang dipertemukan untuk mencari satu jawaban atas beribu pertanyaan tentang konsep Islam dalam bingkai keindonesiaan.

"Perjalanan dakwah Islam di Nusantara bisa dibilang cukup unik. Salah satu hal yang paling menonjol dalam kesuksesan dakwah di Nusantara adalah dengan mengakomodir seni dan budaya lokal namun tidak mengubah esensi dari ajaran Islam itu sendiri," lanjutnya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan bedah buku tersebut bisa memberikan pemahaman yang utuh pada masyarakat  tentang Islam Nusantara agar tidak timbul kesalahpahaman. Dikatakannya, antara Islam dan Nusantara mempunyai kedekatan , tidak ada jarak antara keduanya.  Bahkan konsep  Islam Nusantara sudah menjadi keniscayaan untuk dilakoni dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia.

Dalam bedah buku yang mengambil tema Memahami, Mengamalkan dan Mendakwahkan Ahlussunah wal Jamaah" itu, panitia menghadirkan Sekretaris PW LBM NU Jawa Timur , Ahmad Muntaha AM, yang didaulat untuk mengulas  isi buku Islam Nusantara.  

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan orang yang terdiri dari para pengurus dan tokoh NU, pengurus lembaga dan banomnya serta masyarakat sekitar (Aiz Luthfi/Aryudi AR).



Rabu 30 Januari 2019 21:0 WIB
NU Peduli Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Pekalongan
NU Peduli Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Pekalongan
Semarang, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) Peduli turut serta memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. Selain itu, NU Peduli memberikan bantuan bahan makanan kepada masyarakat setempat.

Tim yang tergabung dalam NU Peduli antara lain Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh NU (LAZISNU), Lembaga Penangggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI). Dua lembaga ini juga bersinergi dengan PCNU Kabupaten dan Kota Pekalongan, maupun Banser.

Ketua PW LPBI NU Jateng Winarti mengatakan kegiatan di Pekalongan ini merupakan bagian dari program NU Peduli. "Di mana saat ada semacam musibah, maka semuanya turun untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Rabu (30/1).

Tim NU Peduli, kata dia, sudah berada di Pekalongan sesaat usai banjir menggenangi daerah tersebut. "Awal-awal adalah penanganan mengenai kebutuhan logistik, apalagi banyak warga yang harus mengungsi karena banjir tersebut," terangnya.

Saat ini, kata dia, tim lebih fokus dalam penanganan kesehatan masyarakat. Sebab pasca banjir, rawan muncul sejumlah penyakit yang menyerang warga.

"Namun demikian bantuan lain masih terus kita himpun. Tidak hanya logistik, ada beberapa peralatan sekolah. Karena saat banjir, beberapa peralatan sekolah milik anak-anak juga banyak yang rusak, hingga hilang," jelasnya.

Donasi, jelas Winarti, bisa disalurkan lewat LAZISNU baik di tingkat wilayah, maupun di kabupaten dan kota Pekalongan.

"Alhamdulillah banjir yang menerjang saat ini sudah mulai surut. Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih," terangnya.

Meski demikian, sebagian warga masih bertahan di titik pengungsian, yakni warga terdampak di Kecamatan Pekalongan Barat dan Kecamatan Pekalongan Utara. Hal ini dikarenakan air masih menggenangi rumah warga. 

"Jadi distribusi logistik masih terus dilakukan," ungkapnya. (Red: Kendi Setiawan)

 

 

 

 
Rabu 30 Januari 2019 19:0 WIB
Kiai Nurhadi Siap Besarkan NU di Tubaba
Kiai Nurhadi Siap Besarkan NU di Tubaba
Konfercab NU Tubaba
Tubaba, NU Online
Meski sempat tertunda pelaksanaannya, Konferensi Cabang PCNU Kabupaten Tulangbawang Barat akhirnya mempercayakan KH Nurhadi, sebagai Ketua PCNU Tulangbawang Barat periode 2019-2024. Pada sambutan usai dirinya terpilih, Pengasuh Pesantren Nurul Qur'an Dayamurni ini mengajak seluruh elemen NU untuk membesarkan jamiyah yang didirikan KH Hasyim Asy'ari tersebut.

"Mari kita bekerjasama membesarkan NU dan bekerja secara ikhlas demi kemajuan NU di Kabupaten Tulangbawang Barat," ujarnya, Rabu (30/1).

Kiai yang dikenal humoris dalam memberikan tausiyah ini menyadari bahwa amanat yang diembannya sangatlah berat. Karenanya tidak mungkin ia sendiri mampu membawa PCNU ke derajat terhormat tanpa ditopang semua elemen terutama banom NU.

"Mari kita rapatkan barisan Anak-anak Ansor, Fatayat, IPNU,IPPNU, PMII serta ibu-ibu Muslimat NU dalam mengemban amanah ini," pintanya.

Pelaksanaan pemilihan pucuk pimpinan PCNU Tulangbawang Barat berlangsung Sabtu (26/1) di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al-Anshori Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung, Sabtu (26/1/) lalu.

Dalam Konfercab ketiga PCNU Tubaba ini, menetapkan Rais Syuriyah KH M Makhrus Aly, A'wan KH Abdul Ghofur Syarif, Sekretaris M Sobirin, dan Bendahara H Purwanto. (Gati Susanto/Kendi Setiawan)

 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG