IMG-LOGO
Daerah

Ma'arif NU Tegal Siap Kirim Kontingen Pergamanas II

Ahad 10 Februari 2019 21:0 WIB
Bagikan:
Ma'arif NU Tegal Siap Kirim Kontingen Pergamanas II
Kontingen Pergamanas dari Kabupaten Tegal.
Tegal, NU Online
Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU Kabupaten Tegal, Jawa Tengah siap mengirim kontingen pada Perkemahan Penggalang Ma'arif NU Nasional II (Pergamanas II) di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta 19-23 Februari.

Ketua PC LP Ma'arif NU Kabupaten Tegal, H Alfatah mengatakan, Kabupaten Tegal siap mengirimkan dua regu Penggalang Ma'arif NU dengan komposisi 11 Penggalang Putra dan 12 Penggalang Putri pada ajang Pergamanas II di Cibubur.

"Mereka merupakan Penggalang Ma'arif NU terbaik dan telah melalui seleksi penjaringan serta pembekalan dari Pengurus Sako Pramuka Ma'arif NU," katanya kepada NU Online saat Training Center (TC) di Sanggar Pramuka Kwarcab Tegal, Ahad (10/2).

Menurut Alfatah, TC merupakan rangkaian latihan dan pembekalan kepada anggota kontingen Pergamanas II Kabupaten Tegal.

"TC ini, sebagai sarana pemantapan dan praktik kegiatan langsung dalam bentuk perkemahan," jelasnya

Dalam TC ini, katanya, disajikan beberapa materi yang dapat menunjang peserta pada kegiatan Pergamanas II mendatang. Antara lain ke-Sako-an, Aswaja, ke-NU-an, wawasan kebangsaan, yel-yel, ketangkasan baris-berbaris, pertendaan, teknik Kepramukaan (Tekpram) dan sebagainya.

"Adik-adik peserta dibekali teknis kegiatan dan gambaran Pergamanas II yang sesungguhnya dengan praktik beberapa kegiatan," terangnya.

Ketua Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif NU Kabupaten Tegal, Haryono menambahkan, kontingen dari Tegal direncanakan dilepas Bupati Hj Umi Azizah. “Juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama pada Senin (18/2, red) di gedung Amarta Pemkab Tegal,” katanya.

"Insyaallah kontingen Pergamanas II siap diberangkatkan menuju Cibubur untuk bertemu dan berbaur menjalin persaudaraan sesama ribuan Pramuka Ma'arif NU se-Nusantara," tandasnya. (Nurkhasan/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Ahad 10 Februari 2019 22:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Munas dan Konbes NU Hendaknya Tuntaskan Problem Bangsa
Munas dan Konbes NU Hendaknya Tuntaskan Problem Bangsa
Rapat koordinasi jelang Munas Alim Ulama dan Konbes NU.
Bondowoso, NU Online
Jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU), ada sejumlah agenda besar yang diangkat. Hal tersebut berkaitan dengan situasi terkini. Dari mulai masalah kenegaraan, kedaulatan ekonomi, lingkungan dan kebudayaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, Jawa Timur, KH Mas 'ud Ali kepada NU Online, Ahad (10/2).

Dirinya menyinggung banyak di antara warga yang kurang memahami posisi negara yang sebenarnya. “Ada beberapa kelompok yang menganggap bahwa negara ini sudah melenceng dari ajaran Islam,” katanya. Padahal konsensus ulama sudah tegas mengatakan bahwa NKRI dan Pancasila sudah final, dan tidak boleh diganggu gugat siapapun, lanjutnya.

Agar berlangsung baik, maka negara harus hadir dengan sikap tegas. “Harus tegas terutama terhadap kelompok-kelompok yang dapat merongrong kedaulatan negara,” ungkapnya.

Kemudian yang kedua yaitu soal kedaulatan ekonomi. “Kita tahu masyarakat Indonesia khusus warga NU berada di garis ekonomi lemah. Karenanya, bagaimana negara dapat memperhatikan kesejahteran masyarakat khususnya warga NU,” jelasnya.

Sistem ekonomi di negeri ini tidak boleh yang kuat semakin kuat, dan kalangan lemah kian terlemahkan, "Ini akan dibahas secara khusus di Munas dan Konbes tersebut," ucapnya. 

Dirinya berharap ada kebijakan dari negara bagaimana terus berupaya mengangkat ekonomi kerakyatan. “Karena selama ini sistem ekonomi kita cenderung liberalis,” katanya.

Dalam artian orang yang punya modal kuat, maka selalu menguasai pasar. “Sementara masyarakat lemah dengan konsep tradisional dalam berjualan berhadapan dengan ritel.. Kondisi ini membuat toko tradisional akan tergilas dengan sendirinya,” urainya.

Sedangkan,isu ketiga yang akan diangkat pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU soal lingkungan. “Karena dalam Al-Qur'an jelas kita juga harus memperhatikan karena tidak mungkin dapat diabaikan. Kalau mengabaikan, maka akan berdanpak kepada kehidupan masyakarat,” jelasnya.

Hal yang akan banyak disorot adalah sampah plastik, sebagaimana pernah disampaikan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, “Bahwa persoalan sampah juga menjadi persoalan krusial karena cukup membahayakan,” ungkapnya. 

Untuk yang keempat adalah soal kebudayaan, Bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya. “Bahkan kita tahu Islam masuk ke Indonesia itu bagian dari akulturasi budaya. Maka hal tersebut hendaknya dipertahankan sebagai perekat ukhuwah,” urainya.. 

Islam justru berada di atas budaya. “Artinya tanpa budaya, tidak mungkin Islam di Indonesia berjalan seperti yang kita rasakan sampai sekarang," katanya.

Dirinya berharap dari empat isu tersebut paling tidak ditemukan jalan tengah. “Menjadi jalan terbaik bagi masyarakat Indonesia khususnya NU agar sejumlah masalah tersebut diangkat dan kemudian dapat dikomonikasikan dengan negara atau pemerintah,” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)
Ahad 10 Februari 2019 21:30 WIB
Bismillah, Pembangunan RSI NU Cilongok Banyumas Dimulai
Bismillah, Pembangunan RSI NU Cilongok Banyumas Dimulai
Peletakan batu pertama pembangunan RSI NU di Cilongkok, Banyumas.
Banyumas,NU Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah secara resmi memulai  pembangunan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Cilongok Ahad, (10/2) pagi. Proses pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh para kiai dan beberapa pengurus NU setempat. 

Sekertaris panitia pembangunan, Ahmad Tantowi kepada NU Online menjelaskan berdirinya RSI NU Cilongok ini antara lain dilatar belakangi kurang adanya layanan kesehatan yang dekat. Juga yang mudah diakses secara cepat masyarakat setempat. 

"Dengan jumlah penduduk Cilongok yang mencapai 250 ribu jiwa, dan jumlah Puskesmas yang masih sedikit, maka kami memandang perlu adanya rumah sakit untuk memenuhi sarana kesehatan bagi masyarakat," katanya. 

Selain itu, berdirinya RSI NU Cilongok merupakan salah satu upaya NU setempat untuk lebih melebarkan peran dan fungsi organisasi, khususnya di bidang kesehatan dan layanan masyarakat. 

"Hal ini juga menjadi salah satu upaya dari kami untuk melebarkan fungsi organisasi dengan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang bisa diakses secara mudah, murah dan berkualitas," ungkapnya. 

Lebih lanjut, mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyumas ini menjelaskan. “Berdirinya RSI NU Cilongok didasari dengan prinsip 5C yaitu, country, costs, customer, competiton dan company,” jelasnya. 

Country adalah perubahan kebijakan berupa peningkatan peran swasta. “Juga deregulasi, pengembangan investasi asing dan kebijakan pasar bebas tentu sangat berperan dalam perumahan sakitan di Indonesia," urainya. 

Costs, adanya fee for service dan pembayaran tunai berubah menjadi asuransi. Customer, perubahan orientasi dokter ke orientasi pelanggan dengan peningkatan pelayanan yang berkualitas, cepat dan menyenangkan. Competiton, kenyataan masuknya rumah sakit dengan modal dari luar negeri membutuhkan tenaga untuk bersaing atau merangkulnya. 

"Company, ke depan rumah sakit jelas akan terus melakukan transformasi manajemen yang implikasinya berupa digitalisasi layanan kesehatan," jelasnya. 

Rumah sakit milik NU Cilongok ini dibangun di atas lahan seluas 2.040 m2. Beralamat di Jalan Raya Ajibarang Purwokerto Grumbul Gelmpang Desa Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Dengan anggaran 5 milyar yang diperoleh dari swadaya masyarakat dan bantuan dari para donatur yang tidak mengikat. (Kifayatul Ahyar/Ibnu Nawawi


Ahad 10 Februari 2019 20:30 WIB
Ketua NU Sumedang: Waspadai Pengancam Jamiyah dan Indonesia
Ketua NU Sumedang: Waspadai Pengancam Jamiyah dan Indonesia
Konsolidasi PCNU Sumedang jelang seabad jamiyah.
Sumedang, NU Online
Tujuh tahun lagi Nahdlatul Ulama (NU) akan memasuki usia satu abad. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menggelar konsolidasi organisasi, Sabtu (9/2).

Haji Sa'dulloh mengatakan bahwa dalam satu rangkaian konsolidasi ini diisi pemaparan materi tentang identifikasi ancaman terhadap jamiyah, Islam moderat dan stabilitas keamanan nasional. “Hal ini dilakukan supaya para pengurus NU mengetahui ancaman terhadap NU dan terhadap keamanan Indonesia,” kata Ketua PCNU Sumedang tersebut.

Selain itu, Haji Sa'dulloh juga memaparkan bahwa konsolidasi dilaksanakan supaya NU tetap eksis dalam melayani masyarakat. “Malahan eksisnya tidak sampai di usia satu abad saja, mudah-mudahan sampai yaumil akhir,” harapnya di hadapan hadirin. 

Ada beberapa agenda di tahun ini dalam rangka menjaga eksistensi NU ke depan. Di antaranya akan menyelenggarakan PCNU Sumedang Award. “Tujuanya untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dan peran pengurus Majelis Wakil Cabang atau MWCNU yang ada di Sumedang dalam mengelola organisasi,” ungkapnya. MWC NU yang masuk nominasi juara, nanti akan diberikan penghargaan, lanjut Haji Sa'dulloh. 

Selain itu dirinya turut berpesan kepada seluruh pengurus MWC NU untuk segera membentuk kepengurusan ranting. “Bulan Maret diharapkan semua pengurus ranting sudah terbentuk dan sudah memiliki SK,” tandasnya. 

Konsolidasi dihadiri Bupati Sumedang, fungsionaris PCNU, lembaga, badan otonom, pengurus MWCNU, dan pengurus ranting di Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG