IMG-LOGO
Daerah

Mendikbud Shalawatan Bareng Gus Anam dan Santri

Senin 11 Februari 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Mendikbud Shalawatan Bareng Gus Anam dan Santri
Kunjungan Mendikbud ke Pesantren Pesantren At-Taujieh Al Islamy 2, Leler, Jawa Tengah
Banyumas, NU Online
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berkunjung ke Pesantren At-Taujieh Al Islamy 2, Leler, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah Sabtu (9/2). Selain ramah tamah, Muhadjir juga berkunjung ke SMP dan SMA Islam Andalusia. Turut dalam rombongan Sekretaris Jendral Kemendikbud, Didik Suhardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyumas, Irawati. 

Di hadapan Pengasuh Pesantren, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), Mendikbud mengaku lega, karena akhirnya bisa silaturahmi.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa silaturahmi dengan Gus Anam. Setelah sebelumnya, sudah dijadwalkan selalu gagal,” kata Muhadjir yang sudah dua kali batal hadir di Leler. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyyah Malang tersebut memberikan pesan pada santri dalam sambutan singkatnya. Di antaranya, mengajak santri untuk siap menghadapi revolusi industri 4.0 dengan memperhatikan rumus 5C. Yaitu, critical thinking, creativity, communication skill, collaboration dan confidence.

"Tradisi pesantren dikenal ketat dengan pelajaran teks, para santri harus berpikir kritis melihat dunia luar. Ilmu harus digali secara lebih luas dan mendalam, sesuai konteks, tetapi harus tetap kuat memegang aqidah," kata Mendikbud. 

Muhadjir mengapresiasi model pendidikan di At-Taujieh Al Islamy dengan konsep The Real Boarding School di mana santri adalah siswa SMP-SMA Islam Andalusia sekaligus santri pesantren dan tinggal di asrama atau pesantren.

“Model yang seperti ini yang saya maksud. Jadi, anak-anak tidak hanya pandai ilmu umum tetapi juga agama,” katanya. 

Di sela-sela sambutan, dengan mengejutkan Mendikbud melantunkan shalawat Roqoot aina yaa syauqan atau Assalamualaika Ya Rasulallah. Tak pelak, ribuan santri yang memang terbiasa dengan shalawat tersebut langsung bersama-sama mengikuti. Jadilah, suasana  berubah syahdu dengan pujian kepada Nabi Muhammad SAW tersebut. 

Sementara Gus Anam menyampaikan rasa terimakasih atas kunjungan Mendikbud Muhadjir Effendy.

“Kami berdoa semoga Pak Menteri panjang umur, barakah dan diberi keturunan yang mampu melanjutkan perjuangannya,” katanya. 

Sedangkan Direktur Al-Ithqon, Syaikh Mahmud Fathi Hijazi dari Mesir yang turut hadir memuji kepribadian Mendikbud.

“Kata Syaikh Mahmud, baru kali ini ada pejabat negara yang terlihat begitu cinta pada Nabi Muhammad SAW dan mau dekat dengan masyarakat,” kata Syaikh Mahmud sebagaimana diterjemahkan Gus Anam sebelum menutup acara dengan doa. 

Di penghujung acara, Mendikbud mengatakan akan membantu laboratorium komputer untuk SMA Islam Andalusia. Sementara untuk SMP Islam Andalusia, Mendikbud akan mengusahakan bantuan berupa bangunan.

Turut hadir dalam menyambut Mendikbud, H Sunarto Arif (Ketua Yayasan), Dayono MM (Kepala SMP Islam Andalusia), H Dawud Buang (Kepala SMA Islam Andalusia), Wahyudin (Kepala SMP Islam Andalusia 2) dan segenap ustadz dan dewan guru. (Kifayatul Ahyar/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 11 Februari 2019 22:0 WIB
Lintasi Hutan dan Diguyur Hujan, Banser Kapuas Hulu Dikukuhkan
Lintasi Hutan dan Diguyur Hujan, Banser Kapuas Hulu Dikukuhkan
Prosesi pembaretan Banser Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Tanjung Boyan, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna atau Banser angkatan pertama Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat sangat antusias mengikuti pembaretan. Ada 25 anggota baru Banser yang pekan lalu mengikuti Diklat Terpadu Dasar di Ponpes Ulil Albab Desa Riam Mengelai Kecamatan Boyan Tanjung.

“Kita menargetkan untuk tahun 2019 mencetak 300 Banser di Kapuas Hulu,” kata Imam Sabirin, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (11/2).

Sedangkan Slamet Riyanto mengingatkan peserta untuk bangga dengan pembaretan yang ada. "Kita telah menjadi pelaku sejarah terciptanya pasukan Banser pertama di Kabupaten Kapuas Hulu, semoga istikamah di jalan ulama,” kata komandan dari Satkorwil Banser Kalimantan Barat ini. 

Cuaca yang tidak mendukung, hujan lebat terus mengguyur Kecamatan Boyan Tanjung tidak menyurutkan tekad para peserta untuk mengikuti pembaretan. 

“Mereka berjalan sejauh 50 kilo meter dari Pesantren Ulil Albab Boyan Tanjung,” katanya. 

Setidaknya ada 25 Peserta berjalan kaki melalui hutan lebat menuju Kecamatan Ulu Gurung. Perjalanan yang dilaksanakan pada Sabtu sore berakhir Ahad siang.

Mereka membutuhkan wakti setidaknya 16 jam berjalan menyusuri hutan lebat di kawasan Kalimantan. Setelah tiba di tempat tujuan, langsung digelar upacara pembaretan yang dipimpin Komandan Slamet Riyanto. (Adifuadi/Ibnu Nawawi)
Senin 11 Februari 2019 20:30 WIB
Masa Depan NU Ditentukan Kader IPNU-IPNU Saat Ini
Masa Depan NU Ditentukan Kader IPNU-IPNU Saat Ini
Peserta Makesta IPNU-IPPNU Sungai Raya, Kubu Raya.
Kubu Raya, NU Online
Masa depan Nahdlatul Ulama sangat ditentukan kader muda saat ini. Karenanya, kaderisasi dan kegiatan pendalaman agama hendaknya terus dilakukan sebagai bahan kepemimpinan di masa mendatang.

Semangat tersebut demikian disadari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lewat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Sungai Raya menggelar Makesta (Masa Kesetiaan Anggota). Kegiatan dipusatkan di MAS Rubath Naqsabandiyah Parit Mas, Desa Madu Sari, Ahad (10/2).

Kaderisasi formal ini sebagai realisasi dari program kerja dengan mengangkat tema Memperkuat Akidah Ahlussunah wal Jamaah terhadap Kaum Pelajar. 

“Peserta hendaknya bisa menjadi kader militan dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin keras dalam menempuh dunia pendidikan,” kata Very Ahmadi saat sambutan atas nama panitia. 

Sedangkan Suparto menyampaikan agar peserta mengikuti proses kegiatan dengan semangat. “Dan tetap optimis dalam meraih cita-cita bersama IPNU dan IPPNU,” kata Ketua PAC IPNU Sungai Raya ini.

Lailatul Fitri turut berharap setelah dikader, peserta siap membantu dan bersama menyukseskan segala kegiatan NU. “Meski tanpa harus diundang, bila ada bendera NU di sanalah ada kader,” ujar Ketua PAC IPPNU Sungai Raya tersebut.

Ketua PC IPNU Kubu Raya, mengingatkan kader NU tidak menyebarkan kabar bohong agar  bijak dalam menggunakan media sosial. “Terlebih khusus kader IPNU IPPNU se-Kubu Raya,” kata Misli Saputra. (Very Ahmadi/Ibnu Nawawi)

Senin 11 Februari 2019 20:0 WIB
Pesantren Cetak Pelajar Berkarakter
Pesantren Cetak Pelajar Berkarakter

Jember, NU Online  
Pesantren merupakan basis terpenting dalam pembentukan pelajar yang tangguh dan berkarakter. Sebab di pesantren diajarkan materi pelajaran yang komplit, baik pegetahuan umum maupun agama, bahkan adab sopan santun.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Jember, Ardi Wiranata saat memberikan pengarahan dalam Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Suren, Kecamtan Ledokombo, Jember, Jawa Tumur, Ahad (10/2).

Menurutnya,  santri dewasa ini cukup memberikan harapan. Terbukti banyak santri yang meraih prestasi membanggakan. Tidak kalah dari  pelajar sekolah umum.

“Kita harus bangga menjadi santri dan memilki pesantren,” tuturnya.

Ardi mengaku bangga dengan kondisi santri saat ini. Apalagi santri merupakan basis utama keanggotaan IPNU-IPPNU. Diakuinya selama ini, kaderisasi IPNU-IPPNU memang banyak dibangun di pesantren, meskipun tidak mengabaikan sekolah umum.

“Khusus untuk Kecamatan Ledokombo, saya kira sudah waktunya PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU-IPPNU didirikan, karena pesantren di sini banyak dan kaderisasi juga jalan,” tukasnya.

Sementara itu, pembina  Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) IPNU-IPPNU Miftahul Ulum, Gus Aqil Ridhoulhaq menyatakan siap untuk merevitalisasi PAC IPNU Kecamatan Ledokombo setelah sekian lama mati suri.

“Sebagai perpanjangan tangan NU untuk membumikan  ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, IPNU-IPPNU Ledokombo wajib dihidupkan kembali,” jelasnya (Red: Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG