IMG-LOGO
Jelang Muktamar Ke-34 NU
MUNAS-KONBES NU 2019

Sekecil Apapun, Nahdliyyin Harus Ikut Sukseskan Munas NU

Jumat 15 Februari 2019 9:45 WIB
Bagikan:
Sekecil Apapun, Nahdliyyin Harus Ikut Sukseskan Munas NU
foto: ilustrasi
Kota Banjar, NU Online
Kesuksesan sebuah acara bukan datang dari orang lain, melainkan bermula dari kiprah tuan rumah dalam mempersiapkan segala kebutuhan guna kesuksesan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjar, Jawa Barat KH Supriyana dalam rapat evaluasi persiapan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) yang berlangsung di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar yang dihadiri oleh panitia Lokal, Kamis (14/2).

Supriyana mengajak terutama panitia dan umumnya kepada seluruh nahdliyin di Kota Banjar diharapkan dapat berkontribusi, karena sekecil apapun itu berarti mereka ikut serta dalam mensukseskan Munas dan Konbes NU yang akan berlangsung di Kota Banjar pada 27 Februari sampai 1 Maret 2019. "Sekecil apapun kiprah dalam Munas, kita harus berkontribusi," ajaknya.

"Sebuah kerugian apabila dalam momen yang pada masa mendatang ini akan menjadi sebuah coretan sejarah NU hanya menjadi penonton, harus ikhlas, jangan sampai hanya menjadi penonton," jelasnya.

Dikatakan, menjadi bagian dari kegiatan sebesar Munas dan Konbes NU merupakan sebuah kesempatan yang langka. Untuk itu, selagi ada kesempatan harus digunakan sebaik mungkin. "Mumpung ada kesempatan, gunakan sebaik mungkin karena Munas merupakan lahan untuk berkhidmat dalam ber NU," tuturnya.

Supriyana juga menegaskan bahwa kegiatan yang akan berlangsung di salah satu Pesantren di Kota Banjar akan menjadi perhatian banyak orang, sehingga harus dipersiapkan dengan baik, karena momen ini mungkin tidak akan terulang lagi.

"Kapan lagi ngurus Munas, kesempatan ini tidak akan terulang, Milyaran pasang Mata akan menyaksikan Munas NU," tegasnya. 

Munas dan Konbes NU 2019 mengusung tema Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. (Wahyu Akanam/Muiz)

Tags:
Bagikan:
Jumat 15 Februari 2019 21:0 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Politik Agama Tidak Masalah, Politisasi Agama Tidak Dibenarkan
Politik Agama Tidak Masalah, Politisasi Agama Tidak Dibenarkan
foto: ilustrasi
Jakarta, NU Online
Agama dan politik menjalin hubungan saling mempengaruhi. Dua kata itu membentuk dua istilah yang berbeda, yakni politik agama dan politisasi agama.

Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marzuki Wahid melihat frasa pertama, politik agama, tidak bermasalah.

"Di dalam pembahasan fiqih, ada fiqih siyasah. Ini adalah politik agama, tidak ada masalah," kata Marzuki kepada NU Online pada Jumat (15/2).

Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu menjelaskan bahwa fiqih mengatur dan memberikan panduan moral, etik, dan nilai dasar terhadap kehidupan politik dan negara. Sebaliknya, lanjut Marzuki, ulama fiqih tidak membenarkan politisasi agama. Pasalnya, hal itu mempermainkan agama dan mempolitisasinya sama saja dengan mempermaikan Allah dan Rasul-Nya.

"Agama hadir bukan untuk dijadikan alat dan kendaraan politik, melainkan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan bagi semua umat manusia," katanya.

Hal tersebut, menurutnya, merupakan esensi dasar agama. Karenanya, jika hal itu dapat diperjuangkan, sejatinya memperjuangkan agama. "Politik adalah cara dan strategi untuk mewujudkannya," pungkasnya.

Agama dan politik ini menjadi salah satu permasalahan yang akan dibahas pada bahtsul masail maudluiyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama 2019 Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini akan dihelat pada 27 Februari hingga 1 Maret 2019 mendatang di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat. (Syakir NF/Muiz)
Jumat 15 Februari 2019 20:15 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Kiai Masdar: NU Jangkar Keutuhan Indonesia
Kiai Masdar: NU Jangkar Keutuhan Indonesia
Banten, NU Online
Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU KH Masdar Farid Mas'udi menegaskan bahwa keutuhan Indonesia hingga kini karena adanya Nahdlatul Ulama.

"Nahdlatul Ulama merupakan jangkar dari keutuhan Indonesia, Insyaallah. Bukan saja karena jangkaunya, jaringanya, dan tokoh-tokohnya yang luas pengaruhnya, berwibawa, dan mendalam ilmunya, tetapi juga umatnya yang setia dari waktu ke waktu," kata Kiai Masdar pada pembukaan Bahtsul Masail Pra-Munas Konbes NU yang diselenggarakan di Pesantren Al-Hasaniyah Rawalini, Teluknaga, Tangerang, Banten, Jumat (15/2).

Ia berpendapat bahwa NU merupakan organisasi Islam terbesar di dunia. Sebabnya, di negara-negara Islam yang lain tidak terdapat organisasi keislaman seperti NU dengan basis masanya yang banyak.

"Yang ada di negara-negara lain itu tokoh dengan pengaruh personalnya saja karena keilmuannya dan kearifannya seperti Syekh Al-Azhar, tapi organisasi Islam yang punya jangkauan wilayah atau struktur negara seperti indonesia itu tidak ada," jelasnya.

Tidak dikenal organisasi-organisasi Islam di negara-negara Islam yang lainnya. Kalau partai islam itu ada, tapi organisasi sosial keagamaan itu tidak ada, hanya di Indonesia.

"Inilah sebabnya kenapa Indonesia ini bisa bertahan keutuhannya setelah beberapa dekade ini dari 1954 sampai 2019 ini kurang lebih lebih setengah abad karena di Indoensia banyak umat silam simpul-simpul organisasi keumatan, keislaman khususnya," ucapnya.

Simpul-simpul yang dimaksud ialah seperti  NU, Muhammadiyah, Persis, dan Al-Wasliyah. Menurutnya, dengan simpul-simpul ini, negara bisa mendapatkan dukungan dalam mempersatukan warga Indonesia. Sekali pun, sambungnya, Indonesia memiliki beragam bahasa, suku, agama, dan budaya.

Hal itu berbeda dengan sejumlah negara-negara Islam di Timur Tengah yang tidak seberagam Indonesia, tapi hancur. "Maka istimewa sekali indoensia ini," ucapnya. (Husni Sahal/Muiz)
Jumat 15 Februari 2019 19:45 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Paduan Suara NU Kota Banjar siap Meriahkan Munas NU
Paduan Suara NU Kota Banjar siap Meriahkan Munas NU
Paduan suara NU Kota Banjar saat latihan persiapan Munas NU
Kota Banjar, NU Online
Paduan suara yang terdiri dari puluhan anggota Fatayat, IPNU dan IPPNU Kota Banjar siap meriahkan pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) yang akan berlangsung di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC) Kota Banjar Jawa Barat pada 27 Februari sampai 1 Maret 2019.

Koordinator Acara Daerah Muhsorin Kml mengatakan, personel paduan suara tersebut berjumlah 41 orang dan siap meriahkan pembukaan Munas dan Konbes NU. "Paduan suara yang personilnya ada 41 siap meramaikan pembukaan Munas NU," katanya kepada NU Online disela-sela Latihan yang berlangsung di Kampus SMA Al Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jumat (15/2).

Lanjut Sorin sapaan akrabnya, personel paduan suara tersebut sudah mengikuti pengarahan baik dalam vokal suara bahkan penjiwaannya oleh orang yang ahli di bidangnya, tentunya hal tersebut juga sesuai dengan ketentuan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. "Olah vokal dan penjiwaan kami sesuaikan dengan kriteria yang telah ditentukan dari PBNU," imbuhnya.

Sorin yang juga penggiat seni di Kota Banjar memaparkan bahwa group paduan suara akan membawakan tiga lagu yakni, Indonesia Raya, Ya Lal Wathon dan Shalawat An-Nahdliyah.

"Dalam pembukaan nanti akan menyajikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon dan di penghujung  acara pembukaan akan dikumandangkan shalawat An Nahdliyah," paparnya.

Sementara itu, Yuli Kurniasih yang merupakan anggota Fatayat NU Kota Banjar sekaligus menjadi dirigen menerangkan bahwa dirinya bersama personel paduan suara telah melakukan latihan sejak awal bulan Januari 2019.

"Sudah sebulan setengah lalu kami melakukan latihan, tepatnya seusai rapat koordinasi pertama tingkat Nasional panitia Munas di Ponpes Al-Azhar awal taun kemarin," terangnya.

Yuli menegaskan, dirinya telah mempersiapkan diri untuk mengeluarkan performa terbaik pada saat tampil nanti. Untuk itu, sebelum pelaksanaan kegiatan dirinya bersama tim akan melakukan gladi bersih. (Wahyu Akanam/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG