::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Syech Fadhil Al-Jailani: Indonesia adalah Negara Kedua Saya

Sabtu, 16 Februari 2019 22:30 Internasional

Bagikan

Syech Fadhil Al-Jailani: Indonesia adalah Negara Kedua Saya
Syech Fadhil (kanan)
Maroko, NU Online
Selain mengadakan pameran beberapa turats karya ulama Nusantara, PCINU Maroko juga menggelar muhadharah yang diisi oleh Syech Fadhil Al-Jailani di Casablanapada Kamis (14/2). 

Dalam muhadharahnya Syech Fadhil Al-Jailani menunjukkan kebanggaannya terhadap Indonesia dan menceritakan beberapa pengalamannya saat mengunjungi negara Indonesia. 

“Indonesia adalah negara kedua saya,” kata keturunan Sulthanul Auliya Syech Muhyiddin Abdul Qadir Al-Jailani RA itu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang fasih yang diungkapkan oleh Ketua PCINU Maroko, Ahmad Sri Bintang kepada NU Online, Sabtu (16/2). 

Dalam pembukannya itu, lanjut Bintang, ia mengawali dengan menjelaskan sirah Syech Abdul Qadir Al Jailani dan memaparkan beberapa karangan-karangannya, di antaranya adalah Fiqih Al Jailani, Nashoih Al-Jailani, Nahru Al-Qadiriyah  (sirah Syech Abdul Qadir Al-Jailani), serta Tafsir Al-Jailani. 

Ulama terkemuka asal Turki itu memiliki peran yang luar biasa dalam mengumpulkan jejak peninggalan Syech Abdul Qadir Al-Jailani. Ia berhasil mengumpulkan kitab turats peninggalan kakeknya itu yang membutuhkan waktu cukup lama. 

Bintang juga memaparkan bahwa kunjungannya ke Maroko yang kedua kali itu didasarkan atas khidmatnya kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. “Atas tujuan khidmat itulah sehingga bisa mengantarkan saya untuk berpijak di Maghrib dan belahan dunia lainnya,” jelasnya. 

Agenda muhadharah tersebut diakhiri dengan pemberian ijazah ‘ammah untuk semua kitab-kitab Syech Abdul Qadir Al-Jailani terutama dzikir-dzikir dan shalawat munajat oleh Syech Fadhil dan ditutup dengan do’a.

Kegiatan muhadharah adalah bagian dari rangkaian acara dalam pameran buku internasional yang diikuti oleh PCINU Maroko dalam event SIEL (Salon International de L'Édition et du Livre) ke-25 akan berakhir pada 17 Februari 2019 esok. (Nuri Farikhatin/Muiz)