::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Terjepit, ISIS Manfaatkan Warga Sipil sebagai ‘Tameng Manusia’

Rabu, 20 Februari 2019 22:45 Internasional

Bagikan

Terjepit, ISIS Manfaatkan Warga Sipil sebagai ‘Tameng Manusia’
Foto: Zohra Bensemra/Reuters
Damaskus, NU Online
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sekarang ini sedang dalam keadaan terjepit. Wilayah kekuasaan mereka di Baghouz Al-Fawqani, sebuah kota kecil di bagian timur Suriah, dikabarkan hanya tinggal 700-an meter. Tidak hanya itu, jumlah militant ISIS yang tersisa dilaporkan hanya tinggal 300-an orang.

Meski demikian, kelompok ISIS belum bisa dilumpuhkan secara total. Pasalnya, sebagaimana laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok ISIS yang bersembunyi di desa Baghouz melarang wagra sipil yang ada di desa itu untuk melarikan diri dan memanfaatkan mereka sebagai ‘tameng manusia’. 

Hal ini memperlambat Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat untuk membasmi mereka secara total. Diperkirakan ada sekitar 200 keluarga yang terjebak di wilayah ISIS tersebut.

Kepala Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet mengatakan kalau militant ISIS mencegah masyarakat sipil untuk keluar dari kantong wilayah kecil yang masih dikuasainya itu.  Bachelet meminta ISIS agar membiarkan dan memberikan jalan yang aman bagi warga sipil yang ingin pergi dari wilayah tersebut. 

“Warga sipil terus dipakai sebagai pion oleh berbagai pihak,” kata Bachelet, dikutip laman The Independent, Selasa (19/2).

Sementara warga yang masih ingin tetap tinggal di sana harus dilindungi dengan sebaik-baiknya. Bachelet mengingatkan agar tidak ada pihak yang menjadikan warga sipil sebagai korban untuk kepentingan ideologi dan kebijakan militer apapun. 

Baghouz menjadi kantong wilayah kekuasaan terakhir bagi kelompok ISIS. Pada 2014 lalu, kelompok ISIS berhasil menguasai sepertiga wilayah Irak dan sepertiga wilayah Suriah atau setara dengan dengan luas negara Inggris (sekitar 130.395 km²).  Namun setelah lima tahun berlalu, wilayah ISIS semakin susut, terutama setelah serangkaian besar pada 2017. 

Merujuk laporan edition.cnn.com, Sabtu (16/2/2019), saat ini kelompok ISIS hanya mengontrol wilayah di Suriah seluas 700 meter persegi. (Red: Muchlishon)