IMG-LOGO
Daerah

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pergunu Jatim Gelar Diklat Guru

Sabtu 23 Februari 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pergunu Jatim Gelar Diklat Guru
Diklat guru NU di Blitar, Jatim
Blitar, NU Online
Revolusi industri 4.0 dianggap berdampak cukup signifikan di lingkungan pendidikan. Untuk itu para guru atau pendidik harus terus berupaya melakukan inovasi-inovasi, terlebih di aspek kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan revolusi industri 4.0.

Hal inilah menjadi latar belakang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur (Jatim) menggelar Diklat Profesionalisme Guru melalui Training of Trainer (ToT) Implementasi Kurikulum Pendidikan Abad 21 di Era Revolusi Industri 4.0 di Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar, sejak Jumat-Ahad (22-24/2).

Sekretaris Umum PW Pergunu Jatim, Ahmad Faqih mengungkapkan, Pergunu sadar akan tantangan saat ini. Pendidikan abad 21 menurutnya memerlukan perancangan pembelajaran yang dapat penguatan pendidikan karakter (PPK), literasi, Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan kompetensi abad 21.

"Pendidikan abad 21 pembelajarannya harus berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Peserta didik dilatih tidak hanya pada soal-soal saja melainkan juga pembelajarannya. Pembelajaran yang berbasis HOTS harus dipersiapkan sedemikian rupa," katanya, Jumat (22/2).

Kegiatan tersebut menurutnya adalah langkah konkret dan cepat Pergunu dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Para guru, kata dia, khususnya yang berlatar belakang NU harus selalu meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya di tengah perkembangan zaman.

Acara diikuti oleh 80 orang calon trainer dengan rincian 40 calon trainer kurikulum MI/SD dan 40 calon trainer kurikulum MTs/SMP. 

Kegiatan juga dikonsep dengan sistem zonasi. Dimulai dari Zona 1 terdiri dari Kabupaten Blitar, Malang, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Kediri, Nganjuk, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Jombang, dan Kota; Blitar, Malang, Batu, Kediri, dan Madiun. (Syamsul Arifin/Muiz)
Bagikan:
Sabtu 23 Februari 2019 23:45 WIB
Dakwah Perangi Narkoba Kewajiban Bersama
Dakwah Perangi Narkoba Kewajiban Bersama
Penyuluhan bahaya narkoba di Pamekasan, Jatim
Pamekasan, NU Online
Indonesia kini jadi negara darurat narkoba. Nyaris tiap hari ada saja kasus peringkusan terhadap pengguna maupun pengedar barang haram tersebut.

"Karenanya, dakwah memerangi narkoba sudah menjadi kewajiban bersama," tegas Ketua Gerakan Anti Narkoba Nusantara (Ganas) Ra Hasan saat menjadi salah satu pemateri dalam Talk Show Anti Narkoba di Pendopo Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (22/3).

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kabupaten Pamekasan tersebut mengajak generasi muda beramar ma'ruf nahi mungkar di bidang pencegahan bahaya narkoba. "Pemuda memiliki peranan penting terhadap penanggulanangan bahaya narkoba. Pengguna narkoba di Indonesia hampir 85% adalah dari kalangan pemuda dan pelajar," ungkap Ra Hasan.

Untuk itu, terangnya penting sekali peranan pemuda turut menjaga dirinya, keluarganya bahkan masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ra Hasan, ada 3 hal beramar ma'ruf nahi mungkar dalam melakukan pencegahan penyalahgunaaan narkoba. Pertama, biyadih yang diartikan dengan kekuasaan.  "Ini adalah tugas pemerintah baik Polri maupun TNI untuk melakukan tindakan atau penangkapan terhadap pengedar maupun pemakai," tegasnya.

Kedua tambahnya, billisan. Yaitu, dengan perkataan, baik menyampaikam dengan cara berdakwah secara terbuka, ataupun tertutup. "Ini bisa dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berdakwah secara lisan ataupun mampu mengajak orang lain untuk menjauhi narkoba," urainya. 

Dan yang ketiga bil qolbi. Yakni dengan hati, yaitu mendoakan bangsa ini agar terbebas dari rongrongan bahaya narkoba. 
"Dan berharap semoga pemakai, pengedar, dan bandar diberikan hidayah oleh Allah," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)
Sabtu 23 Februari 2019 23:15 WIB
Tahun Politik, Nahdliyin Pamekasan Pelopori Kajian Ngormat Nusantara
Tahun Politik, Nahdliyin Pamekasan Pelopori Kajian Ngormat Nusantara
Kajian penidikan politik NU Pamekasan, Jatim
Pamekasan, NU Online
Warga NU di Kabupaten Pamekasan tampaknya punya kesadaran tinggi terhadap pendidikan politik. Pendidikan politik tidak sekadar diwacanakan, tapi juga dibedah dan dikaji dengan menghadirkan pakar dan praktisi.

Hal itu terlihat dari upaya nahdliyin memelopori hadirnya 'Kajian Ngormat Nusantara'. Kegiatan perdana digerakkan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Banom NU Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur.

Pendopo Kecamatan Tlanakan Pamekasan menjadi saksi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Warga NU tampak menyesaki pendopo dan khidmat serta antusias mengikuti kajian Ngormat (hormat: red) Nusantara, Sabtu (9/2) malam.

Tema Pendidikan Politik dan Politik Pendidikan dikaji dan dibedah secara mendalam oleh perwakilan dari Bakesbangpol Pamekasan Abdul Muin, bersama Komisioner KPU Pamekasan Mohammad Subhan.

Dalam penjelasannya, Subhan menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan sebuah proses untuk mencapai tujuan politik.  politik harus diikuti oleh warga negara. Mereka juga mesti tahu memilih wakil yang sekiranya mampu mengawal hak-hak mereka.

"Sebagai warga yang memiliki kesadaran dan pengetahuan politik, kita harus tahu cara menghindari cara politik yang tidak baik. Semisal money politic, potensi permainan penyelenggara, dan jenis potensi pelanggaran lainnya," ujarnya.

Pendidikan politik, menurut Abdul Muin sangat diperlukan oleh masyarakat yang sudah memiliki hak dalam berpolitik. Apalagi bagi masyarakat yang sudah dilindungi haknya berdasar ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Para pelaku politik juga semestinya harus dewasa dalam berpolitik. Mereka mesti menguasai manajemen politik yang baik, diimbangi dengan jiwa yang kuat dalam berpolitik," urainya.

Dari itu, Abdul Muin yang juga Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan tersebut mengajak semua elemen masyarakat agar bersama-sama memberikan pendidikan politik yang baik, santun, dan bermartabat. (Hairul Anam/Muiz)
Sabtu 23 Februari 2019 22:15 WIB
Negara Hancur Bukan Hanya Karena Perang, Tapi Karena Akhlak Tercela
Negara Hancur Bukan Hanya Karena Perang, Tapi Karena Akhlak Tercela
Kepala MAN 1 Pringsewu, H Almadi
Pringsewu, NU Online
Kondisi pemuda sekarang merupakan cerminan masa depan peradaban dunia. Baik para pemuda saat ini, maka baik kehidupan dunia di masa mendatang. Sebaliknya, jelek akhlak para generasi muda saat ini maka peradaban dunia pun dipertaruhkan dan berpeluang besar terjerumus dalam kehancuran.

Demikian ditegaskan Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Pringsewu, H Almadi di depan para peserta kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang dilaksanakan oleh Gerakan Remaja Anti Narkoba (German) di Masjid Jabal Nur komplek madrasah setempat, Sabtu (23/2).

"Syubanul yaum rizalul ghod. Pemuda masa kini adalah pemimpin di masa depan. Suatu negara bisa hancur bukan hanya oleh perang, tapi bisa hancur karena akhlak tercela di antaranya karena narkoba," tegasnya pada sosialisasi yang merupakan kerjasama dengan Kepolisian Sektor Pringsewu ini.

Ia pun mengajak para pemuda, pelajar, dan khususnya peserta didik MAN 1 Pringsewu untuk mengedepankan akhlaqul karimah yang salah satu di antaranya adalah dengan menjauhi narkoba dan sejenisnya.

Ia juga berharap setiap individu generasi muda agar menjadi pioneer (penggerak) dengan aktif melakukan kampanye perang melawan narkoba. Eksistensi pemuda lanjutnya harus mampu menjadi manusia yang memberi manfaat kepada orang lain.

Sementara Babinkamtibmas Polsek Pringsewu Yohanes yang menjadi pemateri memaparkan kondisi para remaja Indonesia saat ini yang mulai banyak menjadi konsumen narkoba. Tidak itu saja, ia juga merasa miris karena para remaja juga ada yang ikut menjadi pengedar barang haram tersebut.

"Remaja-remaja yang seharusnya menggunakan masa mudanya untuk belajar dan melakukan banyak hal positif lainnya, malah menggunakan narkoba bahkan menjadi salah satu pengedar barang haram tersebut," ungkapnya.

Ia mengingatkan para peserta untuk menjauhi narkoba karena di dalamnya mengandung banyak bahaya dan siapa yang mengonsumsinya akan berhadapan dengan hukum.

"Narkotika itu banyak sekali bahayanya. Jadi, jangan sampai kita memiliki atau bahkan menggunakan barang-barang ilegal tersebut," ia mengingatkan peserta.

Sebagai bekal, ia pun menyampaikan banyak hal terkait dengan narkoba, mulai dari pengertian, jenis, undang-undang yang mengatur, sampai dampak negatif atau efek samping yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat-obatan terlarang tersebut.

Ketua Satgas Anti Narkoba MAN 1 Pringsewu, Farhan Abdillah berharap dengan kegiatan ini para peserta didik yang masih berumur remaja mampu mewaspadai bahaya narkoba, tidak terseret dalam prilaku negatif akibat narkoba dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

"Tujuan kami mengadakan acara ini adalah karena maraknya penyalahgunaan narkoba khusunya di kalangan remaja. Oleh karena itu kita perlu mengetahui dan mengatasi penyalahgunaan narkoba ini," katanya. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG