::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCI NU Australia-New Zealand Sukses Gelar Konferensi Cabang ke-7

Sabtu, 23 Februari 2019 22:30 Nasional

Bagikan

PCI NU Australia-New Zealand Sukses Gelar Konferensi Cabang ke-7

Jakarta, NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Australia-New Zealand telah sukses mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) dua tahunan ketujuh. Kali ini acara tersebut digelar di Brisbane, Queensland, Australia.

 

Ketua Tanfidziyah PCI NU ANZ terpilih Tufel Musyadad menerangkan bahwa acara yang digelar selama 16-17 Februari 2019 digelar dengan tajuk “The Challenge of Nationalism and Populism in the Post-Truth Era”. Tak hanya menghadirkan Warga Negara Indonesia setempat, namun juga beberapa tokoh, baik dari Australia maupun dari Indonesia.

 

Acara ini diawali dengan sambutan dari perwakilan masyarakat asli suku Aborigin di Australia, Aunty Betty McGrady lalu disambut dengan menyanyikan lagu mars “Ya Lal Wathan”oleh para peserta.

 

Rois Syuriah PCI NU Australia-New Zealand, Prof. Nadirsyah Hosen atau yang lebih akrab dipanggil Gus Nadir kemudian memberikan sambutan dan penjelasan mengenai karakter Nahdlatul Ulama: Tawassuth, Tawazun, I’tidal dan Tasamuh dalam sambutannya, yang diawali dengan menghadiahkan bacaan surat Al-Fatihah untuk para pendiri dan ulama Nahdlatul Ulama nusantara.

 

Acara ini dibuka langsung oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia Sydney, Heru Subolo. Dalam kesempatan tersebut Heru Subolo menegaskan kembali pentingya nilai kemanusiaan dan nasionalisme yang harus dijaga antara Indonesia dan Australia.

 

Dalam acara tersebut hadir pula penerima penghargaan “Australian Muslim Women of The Year 2006”, Dr. Nora Amath, yang didapuk menjadi Keynote Speaker. Dalam kesempatan tersebut ia memberikan pidato tentang peranan Islam dalam nasionalisme di era post-truth dewasa ini.

 

Tidak hanya melakukan orasi akademik, pembukaan Konferensi Cabang Australia-New Zealand juga menampilkan parade kebudayaan Indonesia yang kemudian ditutup dengan doa Bersama oleh Imam Mubarak Muslim Omo selaku Muastasyar PCI NU Australia-New Zealand.

 

Rangkaian acara Konferensi Cabang (Konfercab) VII Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Australia-New Zealand tahun ini terasa sangat spesial. Pasalnya, panitia Konfercab bekerja sama dengan University of Queensland Indonesian Student Association (UQISA) sukses menyelenggarakan acara Dialog Kebangsaan dengan tema “Tantangan Nasionalisme di Era Post-Truth”.

 

Acara semakin spesial dengan kehadiran KH Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal luas dengan Gus Muwafiq, ulama dan juga cendikiawan muda NU sebagai pembicara utama. (Ahmad Rozali)