IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Mobil Perpustakaan Keliling di Banjarmasin Kini Dilengkapi Pendongeng

Senin 25 Februari 2019 4:25 WIB
Bagikan:
Mobil Perpustakaan Keliling di Banjarmasin Kini Dilengkapi Pendongeng
Mobil Perpustakaan Keliling (Tribun)
Banjarmasin, NU Online
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, H Akhmad Husaini mengemukakan  mobil perpustakaan keliling ke sekolah yang dimiliki pihaknya kini dilengkapi pendongeng.

"Jadi kita datangkan pendongeng saat mobil perpustakaan kita ada di sekolah, ini yang beda dari tahun lalu," ujarnya di Banjarmasin, seperti dikutip di Antara, Ahad (25/2).

"Kan akan makin lebih menarik perhatian siswa saat mobil perpustakaan keliling kita ada pendongeng," tambahnya.

Bahkan, kata dia, biasanya mobil perpustakaan keliling hanya beroperasi dua kali sepekan, kini ditingkatkan menjadi empat kali per pekan.

Menurut Akhmad Husaini, ada dua mobil perpustakaan keliling yang dimiliki pihaknya untuk menyambangi sekolah-sekolah, khususnya di daerah pinggiran.

Dikatakan, satu mobil perpustakaan keliling setidaknya membawa sekitar 1.200 buku dengan ragam 600 judul.

Ia mengatakan bahwa  siswa antusias menyambangi mobil perpustakaan keliling, baik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah dasar (SD).

"Persentasenya sekitar 80 persen terlayani bagi siswa yang ingin meminjam buku untuk belajar," katanya.

Akhmad Husaini menambahkan mobil perpustakaan keliling menjadwalkan lebih banyak sekolah dari sekitar 400 sekolah tingkat SD dan SMP di ibu kota provinsi terlayani.

"Kita terus berupaya untuk menumbuhkan minat baca, sebab ini penting untuk mencerdaskan mereka," katanya.

Ia menyatakan, ada sekitar 10 ribu lebih buku yang kini di perpustakaan Banjarmasin yang terletak di jalan Piare Tendean atau samping Siring sungai Martapura.

"Pada tahun 2021 kita rencanakan membangun perpustakaan dengan fasilitas tiga lantai di wilayah RT Kamboja," katanya. (Red: Ahmad Rozali)
Bagikan:
Senin 25 Februari 2019 23:10 WIB
Mendes Sebut Dana Desa Bisa Menekan Angka Stunting
Mendes Sebut Dana Desa Bisa Menekan Angka Stunting
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo usai berdialog dengan warga dalam acara sosialisasi pentingnya nutrisi
Mukomuko, NU Online
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan terus berupaya menekan angka stunting atau kekurangan gizi yang menyebabkan lambatnya tumbuh kembang anak di wilayah pedesaan khususnya di kawasan transmigrasi.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan jumlah stunting telah mengalami pengurangan 10 persen selama tiga tahun terakhir. Dari 37 persen menjadi 27 persen. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan karena semangat kepala desa yang terus membangun infrastruktur yang dapat mengurangi potensi stunting.

"Dana desa sudah banyak membangun infrastruktur yang begitu besar yang sebenarnya itu bisa mengurangi stunting. Seperti sarana air bersih yang sudah puluhan ribu unit, MCK yang sudah seratusan ribu unit, PAUD, Polindes, Posyandu, drainase dan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan mengurangi stunting," kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo usai berdialog dengan warga dalam acara sosialisasi pentingnya nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan di Balai Desa Pondok Makmur Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Ahad, (24/2).

Menurutnya, dalam mengurangi angka stunting perlu adanya pencegahan dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat desa terutama di kawasan transmigrasi yang rentan terhadap kondisi kekurangan gizi terutama bagi anak

“Kami akan terus meningkatkan edukasi bagi warga desa utamanya di kawasan-kawasan transmigran agar memahami ancaman stunting pada anak usia tumbuh kembang serta bisa mengantisipasinya melalui pola hidup sehat,” katanya.

Kondisi ancaman stunting sambung Menteri Eko bukan semata karena perekonomian warga, tetapi juga minimnya kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat. Apalagi, untuk di kawasan perdesaan justru memiliki banyak bahan-bahan organik seperti sayuran dan buah-buahan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi anak.

"Jadi, tolong jaga ini anak-anak. Karena anak-anak ini masa depan untuk kita semua. Anak dijaga nutrisinya bukan hanya nutrisi dari anaknya. Tapi ibunya juga. Karena 1000 hari pertama kehidupan ditentukan oleh status gizi ibunya dulu," katanya.

Lebih lanjut, Eko berharap Polindes dan Posyandu yang dibangun melalui dana desa dapat selalu aktif. Karena Polindes dan Posyandu ini akan menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi stunting di kawasan perdesaan.

"Diharapkan Polindes dan Posyandu bisa dimanfaatkan warga desa untuk memantau perkembangan putra-putri mereka terutama asupan nutrisi sehari-sehari,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Pengembangan ekonomi lokal Kemendes PDTT Ekatmawati mengatakan bahwa Kemendes PDTT melalui Ditjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi bersama PT Kalbe Nutrisional telah bekerjasama dalam kegiatan bhakti sosial mencegah stunting dengan memberikan seminar, perlombaan untuk balita, pemeriksaan ibu hamil gratis dan lainnya di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

"Kegiatan yang sekaligus dalam rangka hari jadi Kabupaten Mukomuko ini adalah wujud nyata Kemendes PDTT yang salah satu tugasnya adalah memfasilitasi, dalam hal ini kita kerjasama dengan PT Kalbe Nutrisional. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Mukomuko karena Mukomuko angka stuntingnya yang tinggi nomor tiga di Bengkulu setelah bengkulu utara dan kepahiang. Kita berharap kegiatan ini akan menambah pengetahuan terhadap ibu hamil dan menyusui dan keluarganya dapat memperhatikan pentingnya 1000 hari kehidupan. Selain itu kita berharap angka stunting di Mukomuko akan terus berkurang," katanya.
Senin 25 Februari 2019 22:52 WIB
Minim Hiburan, Mendes Sarankan Dana Desa untuk Dirikan Bioskop
Minim Hiburan, Mendes Sarankan Dana Desa untuk Dirikan Bioskop
Mendes PDTD Eko Putro Sandjoyo
Mukomuko, NU Online
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengajak warga di Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu untuk menggunakan sebagian dana desanya untuk membuat bioskop desa. Hal tersebut dikatakan saat melakukan sosialisasi penggunaan Dana Desa Tahun 2019 Dikawasan Transmigrasi sambil nonton bareng pertunjukan wayang kulit pada Minggu (24/2) malam.

"Masyarakat sini perlu hiburan, dana desa bisa digunakan untuk bioskop desa, harga sound system dan proyektor cukup murah, bikin bioskop desa, masyarakat bayar 1.000-2.000 nanti dikelola BUMDes. Dengan adanya bioskop desa, masyarakat bisa jualan, bisa pelatihan, dll," ujarnya.

Ia sarankan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola bioskop desa. Karena menurutnya, dengan adanya bioskop desa bisa memicu orang berkumpul, kemudian akan ada para pedagang dan disitu akan ada transaksi juga perputaran uang. 

"Kembangkan BUMDesnya, buat desa wisata, bank sampah, bioskop desa, bikin pelatihan usaha, lapangan desa, dana desanya alokasikan sebagian untuk BUMDes kita sama-sama kembangkan BUMDesnya. Saya apresiasi pertumbuhan ekonomi di Mukomuko 5,3 persen, padahal masih banyak jalan yang rusak," terangnya.

Sementara itu Bupati Mukomuko Choirul Huda merasa bangga karena pada perayaan hari jadi Mukomuko ke-16 didatangi seorang menteri.

"Luar biasa Pak Menteri (Mendes PDT), berjubel. Baru kali ini ulangtahun ke-16 didatangi menteri. Dan malam ini warga berkumpul di sini ramai-ramai menyambut hangat, dan ikut selfie. Banyak pedagang keliling juga berjualan," katanya.

Pertunjukan wayang kulit di Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dengan dalang Ki Warseno Slank dengan lakon Punokawan Mbangun Deso ini terselenggara atas kerjasama Kemendes PDTT dibawah Direktorat Jenderal PKP2Trans dan PKTrans dalam rangka sosialisasi penggunaan dana desa tahun 2019 dikawasan transmigrasi.

Sebelum pertunjukan wayang, dilakukan pengukuhan Pengurus Perhimpunan Anak Transmigran Seluruh Indonesia (PATRI), prosesi kirab tumpeng dan pemotongan tumpeng. Kegiatan pertunjukan wayang selain dihadiri oleh Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dan Bupati Mukomuko turut dihadiri oleh ratusan keluarga transmigran dan sejumlah pejabat dari kemendes PDTT yakni Dirjen PKP2trans Hari Pramudiono, Dirjen PK Trans M.Nurdin, Dirjen PPMD Taufik Madjid serta sejumlah pejabat lainnya dari Kemendes PDTT. (Red-Zunus)

Senin 25 Februari 2019 22:30 WIB
Gus Yaqut: Jaga NKRI dan Aswaja di Semua Bidang, Termasuk Politik
Gus Yaqut: Jaga NKRI dan Aswaja di Semua Bidang, Termasuk Politik
Brebes, NU Online 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Choumas mengatakan, perjuangan untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akidah Ahlussunah wal Jamaah an-nahdliyah (Aswaja) harus dilakukan di semua bidang, salah satunya lewat jalur politik.

Hal ini disampaikan kepada 2500 Ansor Banser peserta Ijazah Kubro Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Brebes di halaman Islamic Center, Ahad (24/2) sore.

Ia mengatakan, politik menjadi penting karena semua peraturan yang mengikat pada harkat hidup manusia dibuat di lembaga politik seperti peraturan daerah dibuat oleh DPRD kabupaten atau provinsi, undang-undang dibuat DPR RI.

Kalau tidak ada kader-kader Nahdlatul Ulama, kata dia, yang menduduki posisi di lembaga politik, dikhawatirkan akan ada peraturan maupun undang-undang yang tidak mendukung, bahkan melarang amaliah-amaliah Nahdlatul Ulama.

"Kalau kita masih mau istighotsah, ziarah kubur, ijazah kubro seperti ini, tidak ada pilihan lain selain menempatkan kader-kader Nahdlatul Ulama di lembaga politik," tegas Gus Yaqut.

Lebih lanjut, Gus Yaqut mengatakan, NKRI dan akidah Ahlussunah wal Jamaah an-nahdliyah harus dijaga di semua bidang. Karena ancaman terhadap negara dan Nahdlatul Ulama semakin hari semakin berat.

Hari ini, lanjutnya, bermunculan kelompok-kelompok anti-Pancasila yang ingin mengubah dasar negara Indonesia. Maka sebagai kader Ansor Banser punya kewajiban menjaga NKRI dan NU. Kalau Indonesia dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tidak punya jejak sejarah atas negeri ini, diyakini tidak hanya Indonesia yang akan hancur, melainkan Nahdlatul Ulama akan hancur juga. 

"Menjaga negeri, meski bukan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi tidak akan mundur sejengkal pun demi negara dan jamiyah yang kita cintai ini," tandas Gus Yaqut.

Di akhir pembekalan, Gus Yaqut sangat mengapresiasi kepada Satkorcab GP Ansor Kabupaten Brebes atas terselenggaranya ijazah kubro ini. Dirinya optimistis dengan adanya kegiatan seperti ini menambah semangat kader-kader Ansor Banser untuk menjaga NKRI dan NU. (Rizal Amri/Wasdiun/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG