IMG-LOGO
Jelang Muktamar Ke-34 NU
MUNAS KONBES NU 2019

15 Ribu Warga NU Diprediksi Banjiri Munas 2019

Rabu 27 Februari 2019 0:25 WIB
Bagikan:
15 Ribu Warga NU Diprediksi Banjiri Munas 2019

Kota Banjar, NU Online

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj memprediksi bahwa acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2019 yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat akan dihadiri belasan ribu warga NU.

“Ya sekitar 15 ribuan lah warga NU akan datang besok,” kata Kiai Said saat membuka acara NU Expo 2019 di Taman Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/2). Angka ini sangat masuk akal mengingat jumlah itu sangat kecil jika dibanding dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mengaku terafiliasi dengan NU menurut survei Lembaga Survei Indonesia tahun 2013 yang mencapai 91,2 juta jiwa.

Ada banyak hal yang menjadi alasan kedatangan warga NU ke lokasi Munas dan Konbes ini. Sebagian warga NU tidak ingin melewatkan untuk menjadi saksi sejarah bagi acara kedua terbesar setelah Muktamar NU. Sementara sebagian lainnya hanya ingin memanfaatkan ajang ini untuk bertemu teman-teman lama dari wilayah lain.

Dalam pantauan NU Online, lokasi penyelenggaraan kegiatan di kawasan desa Citangkolo semakin ramai sejak dua hari terakhir. Bahu jalan di kanan kiri Jalan Pesantren telah dipenuhi stand-stand penjual barang, baik makanan-minuman dan cinderamata. Pemandangan serupa juga tampak di jalan Banjang-Langensari yang telah dipenuhi pedagang.

Namun demikian, kesiapan aparat nampaknya telah ditingkatkan. Sejauh penelusuran NU Online, di sepanjang jalan dari Kota Banjar hingga ke lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer terdapat aparat polisi yang ditempatkan di setiap persimpangan jalan.

Jika tiada aral melintang, acara ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo Rabu (27/2) dan akan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla Jumat (1/3). Sepanjang hari itu dipastikan akan terjadi kemacetan di kawasan dari dan menuju pesantren tempat perhelatan ini digelar, terutama saat RI satu dan RI dua berada di lokasi kegiatan. (Ahmad Rozali)

Bagikan:
Rabu 27 Februari 2019 15:23 WIB
Presiden Jokowi: Terima Kasih NU
Presiden Jokowi: Terima Kasih NU
Banjar, NU Online
Menabuh alat musik tradisional angklung, Presiden RI Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, Rabu (27/2) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama karena perannya untuk agama, masyarakat, bangsa, dan Negara. NU menurutnya tidak hanya berjuang untuk bangsa dan Negara, tetapi juga telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan merawat Negara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, karena NU sebagai jam’iyah terbesar di Indonesia bahkan di dunia sudah memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan merawat Indonesia,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan Munas dan Konbes NU 2019, Rabu (27/2).

Jokowi menegaskan, NU selalu berada di garis terdepan, baik saat berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, maupun menjaga Negara dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar Negara.

“NU juga terdepan dalam menjaga bangsa dan Negara. Pancasila sebagai konsensus bersama bangsa Indonesia penting selalu dijaga,” ucapnya.

Ia menyambut gembira perhelatan Munas dan Konbes NU serta mengapresiasi tema yang diangkat, yaitu Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat.

“Tema ini sangat penting untuk menegaskan komitmen yang kuat demi kedaulatan bangsa tercinta,” tegas Jokowi.

Acara pembukaan Munas dan Konbes ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional di antaranya Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta kiai dan ulama dari berbagai daerah. Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Timur. Hadir juga sejumlah menteri kabinet kerja dan ulama internasional, Taufiq Ramadhan Al-Buthi Suriah dan Syekh Musthafa Zahran dari Mesir. (Fathoni)
Rabu 27 Februari 2019 14:50 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Kiai Said: Kemanusiaan Harus Jadi Dimensi Utama Pembangunan
Kiai Said: Kemanusiaan Harus Jadi Dimensi Utama Pembangunan
Foto: Screenshoot Nu Channel
Kota Banjar, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan agar manusia dan kemanusiaan harus tetap menjadi dimensi utama dalam pembangunan. Ia berharap, pemerintah bisa memaksimalkan dampak positif dan meminimalisasi dampak negatif dari revolusi industri 4.0.

"Tugas pemerintah adalah mengelola dampak positif revolusi digital, sekaligus mereduksi, mengantisipasi, dan merekayasa mudarat teknologi agar tidak mendehumanisasi pembangunan," kata Kiai Said pada acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di kompleks Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, Rabu (27/2).

Kiai Said menjelaskan, Jepang telah membicarakan revolusi industri 4.0. Hasilnya, Jepang mendedikasikan capaian teknologi untuk melayani kemanusiaan. Ia berharap, Indonesia dengan segala kearifan lokalnya bisa menyambut peluang-peluang baru dalam gelombang revolusi industri 4.0.

"Tanpa menimbulkan jurang ketimpangan sosial yang lebih dalam lagi," tegasnya.

"Maka harus ditegaskan sampai kapanpun, hubbul wathon minal iman (Nasionalisme sebagian dari iman) harus diperkuat sebagai human center pembangunan Indonesia. Manusia harus hadir, tidak boleh hilang dengan kemajuan digital," imbuhnya. (Muhlishon/Muhammad Faizin)
Rabu 27 Februari 2019 14:28 WIB
Bunyikan Angklung, Presiden Jokowi Buka Munas Alim Ulama-Konbes NU
Bunyikan Angklung, Presiden Jokowi Buka Munas Alim Ulama-Konbes NU
Presiden saat tiba di lokasi Munas dan Konbes NU

Banjar, NU Online

Presiden Joko Widodo membuka resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar,  Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2) dengan membunyikan angklung. Saat membunyikan alat musik tradisional Sunda tersebut, ia didampingi Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Ketika angklung berhenti berbunyi, beduk jimat milik Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar dibunyikan. Kemudian disusul senandung shalawat nabi, Ya nabi salam aliku, ya rasul salam alaikan shalawatullah alaika.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa jamiyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi terbesar di Indonesia dan bahkan dunia yang memiliki kontribusi besar untuk negara. 

"NU sudah memberikan kontribusi perjuangan menjaga, merawat Indonesia yang kita cintai bersama. Sejarah membuktikan NU selalu berada di garis terdepan bukan hanya menjaga keutuhan Indonesia, tapi NU terdepan dalam menjaga siapa pun yang ingin mengubah mempertentangkan Pancasila. Bagi NU, Pancasila adalah solusi, kesepakatan untuk keadilan masyarakat Indonesisa," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi tema Munas dan Konbes NU yakni Memperkuat Ukhuwah Wathoniya h untuk Kedaulatan Rakyat. Ia juga berjanji tahun ini akan membuat seribu BLK di pesantren dan 3000 tahun depan.Jokowi tiba di lokasi pembukaan sekitar pukul 13. 00 WIB. Jokowi tampak mengenakan peci warna hitam, jas warna hitam, surban warna putih yang dikalungkan dilehernya, dan sarung bermotif kotak-kotak.

Munas-Konbes NU yang digelar hingga 1 Maret 2019 ini diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren. Menurut rencana, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan hadir pada sesi penutupan nanti.

Sebagai pelaksanaan dari mandat keagamaan dan kebangsaan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 menyoroti sejumlah persoalan strategis, antara lain RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, bahaya sampah plastik, niaga perkapalan, bisnis money game (MLM), sel punca, politisasi agama, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menyebabkan sumur warga kering, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG