IMG-LOGO
Munas-Konbes NU 2019
MUNAS-KONBES NU 2019

Kala Kiai Said Kunjungi Stan Madu Hidayah

Rabu 27 Februari 2019 11:0 WIB
Bagikan:
Kala Kiai Said Kunjungi Stan Madu Hidayah
Ketum PBNU kunjungi stan madu binaan HPN di NU Expo
Banjar, NU Online
Usai membuka NU Expo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengunjungi sejumlah stan di Lapangan Bakti Taman Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (26/) petang.

Salah satu stan yang dikunjungi adalah Koperasi Umrah Haji Wisata Indonesia (Kuhawindo) tak jauh dari pintu masuk arena pameran. Ketum tertarik memasuki stan ini karena salah satu yang dipamerkan adalah madu.

"Kalau madu ini ada dampaknya saya akan bantu pasarkan," kata Kiai Said yang didatang bersama pengurus NU lainnya.

Tutik Tri Hastuti, bendahara Kuhawindo yang kala itu bertugas di stan tersebut mengatakan madu bermerk Hidayah diproduksi dengan bahan-bahan asli dari hutan dan pepohonan Indonesia. Produksi dilakukan oleh mitra Kuhawindo di Depok, Jawa Barat, sementara Kuhawindo mengambil peran distribusi ke seluruh Indonesia.

Distribusi saat ini dilakukan dengan kemitraan Kuhawindo, dengan sekitar 40 mitra yang telah tergabung.

"Peredarannya dengan jaringan kemitraan. Ada 40 mitra dari Jawa barat akan menyebar ke seluruh Nusantara. Biasanya kami beri paket untuk jamaah umrah karena madu kan penting untuk kesehatan. Harapan kami jamaah umrah badannya fit bisa beribadah dengan maksimal. Dari situ terus kami perkenalkan produk madu ini," paparnya.

Soal keunggulan, Tuti menyebut, madu yang mereka produksi dan pasarkan hanya kadar air menjadi 15 persen. Sehingga, madu yang dihasilkan lebih murni. "Dari sisi kandungan air tidak ada campuran gula dan apa pun," ujar Tutik.

Selain layanan umrah dan haji serta produksi madu Hidayah, Kuhawindo juga mengembangkan beragam produk usaha lainnya. (Kendi Setiawan)


Bagikan:
Rabu 27 Februari 2019 15:23 WIB
Presiden Jokowi: Terima Kasih NU
Presiden Jokowi: Terima Kasih NU
Banjar, NU Online
Menabuh alat musik tradisional angklung, Presiden RI Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, Rabu (27/2) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama karena perannya untuk agama, masyarakat, bangsa, dan Negara. NU menurutnya tidak hanya berjuang untuk bangsa dan Negara, tetapi juga telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan merawat Negara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, karena NU sebagai jam’iyah terbesar di Indonesia bahkan di dunia sudah memberikan kontribusi besar dalam menjaga dan merawat Indonesia,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan Munas dan Konbes NU 2019, Rabu (27/2).

Jokowi menegaskan, NU selalu berada di garis terdepan, baik saat berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, maupun menjaga Negara dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar Negara.

“NU juga terdepan dalam menjaga bangsa dan Negara. Pancasila sebagai konsensus bersama bangsa Indonesia penting selalu dijaga,” ucapnya.

Ia menyambut gembira perhelatan Munas dan Konbes NU serta mengapresiasi tema yang diangkat, yaitu Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat.

“Tema ini sangat penting untuk menegaskan komitmen yang kuat demi kedaulatan bangsa tercinta,” tegas Jokowi.

Acara pembukaan Munas dan Konbes ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional di antaranya Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, serta kiai dan ulama dari berbagai daerah. Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Jawa Timur. Hadir juga sejumlah menteri kabinet kerja dan ulama internasional, Taufiq Ramadhan Al-Buthi Suriah dan Syekh Musthafa Zahran dari Mesir. (Fathoni)
Rabu 27 Februari 2019 14:50 WIB
MUNAS-KONBES NU 2019
Kiai Said: Kemanusiaan Harus Jadi Dimensi Utama Pembangunan
Kiai Said: Kemanusiaan Harus Jadi Dimensi Utama Pembangunan
Foto: Screenshoot Nu Channel
Kota Banjar, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan agar manusia dan kemanusiaan harus tetap menjadi dimensi utama dalam pembangunan. Ia berharap, pemerintah bisa memaksimalkan dampak positif dan meminimalisasi dampak negatif dari revolusi industri 4.0.

"Tugas pemerintah adalah mengelola dampak positif revolusi digital, sekaligus mereduksi, mengantisipasi, dan merekayasa mudarat teknologi agar tidak mendehumanisasi pembangunan," kata Kiai Said pada acara pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di kompleks Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, Rabu (27/2).

Kiai Said menjelaskan, Jepang telah membicarakan revolusi industri 4.0. Hasilnya, Jepang mendedikasikan capaian teknologi untuk melayani kemanusiaan. Ia berharap, Indonesia dengan segala kearifan lokalnya bisa menyambut peluang-peluang baru dalam gelombang revolusi industri 4.0.

"Tanpa menimbulkan jurang ketimpangan sosial yang lebih dalam lagi," tegasnya.

"Maka harus ditegaskan sampai kapanpun, hubbul wathon minal iman (Nasionalisme sebagian dari iman) harus diperkuat sebagai human center pembangunan Indonesia. Manusia harus hadir, tidak boleh hilang dengan kemajuan digital," imbuhnya. (Muhlishon/Muhammad Faizin)
Rabu 27 Februari 2019 14:28 WIB
Bunyikan Angklung, Presiden Jokowi Buka Munas Alim Ulama-Konbes NU
Bunyikan Angklung, Presiden Jokowi Buka Munas Alim Ulama-Konbes NU
Presiden saat tiba di lokasi Munas dan Konbes NU

Banjar, NU Online

Presiden Joko Widodo membuka resmi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar,  Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2) dengan membunyikan angklung. Saat membunyikan alat musik tradisional Sunda tersebut, ia didampingi Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Ketika angklung berhenti berbunyi, beduk jimat milik Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar dibunyikan. Kemudian disusul senandung shalawat nabi, Ya nabi salam aliku, ya rasul salam alaikan shalawatullah alaika.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa jamiyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi terbesar di Indonesia dan bahkan dunia yang memiliki kontribusi besar untuk negara. 

"NU sudah memberikan kontribusi perjuangan menjaga, merawat Indonesia yang kita cintai bersama. Sejarah membuktikan NU selalu berada di garis terdepan bukan hanya menjaga keutuhan Indonesia, tapi NU terdepan dalam menjaga siapa pun yang ingin mengubah mempertentangkan Pancasila. Bagi NU, Pancasila adalah solusi, kesepakatan untuk keadilan masyarakat Indonesisa," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi tema Munas dan Konbes NU yakni Memperkuat Ukhuwah Wathoniya h untuk Kedaulatan Rakyat. Ia juga berjanji tahun ini akan membuat seribu BLK di pesantren dan 3000 tahun depan.Jokowi tiba di lokasi pembukaan sekitar pukul 13. 00 WIB. Jokowi tampak mengenakan peci warna hitam, jas warna hitam, surban warna putih yang dikalungkan dilehernya, dan sarung bermotif kotak-kotak.

Munas-Konbes NU yang digelar hingga 1 Maret 2019 ini diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren. Menurut rencana, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan hadir pada sesi penutupan nanti.

Sebagai pelaksanaan dari mandat keagamaan dan kebangsaan, Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 menyoroti sejumlah persoalan strategis, antara lain RUU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, bahaya sampah plastik, niaga perkapalan, bisnis money game (MLM), sel punca, politisasi agama, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang menyebabkan sumur warga kering, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG