::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jangan Karena Urusan Pilpres, Kita Seolah Bukan Saudara

Rabu, 27 Februari 2019 22:30 Nasional

Bagikan

Jangan Karena Urusan Pilpres, Kita Seolah Bukan Saudara
Presiden Jokowi hadiri Munas-Konbes NU 2019

Banjar, NU Online

Urusan beda pilihan dalam Pemilu Serentak dan Pemilihan Presiden  yang digelar 17 April mendatang, membuat kita tercerai-berai. Kita harus berhati-hati jika mulai timbul perasaan demikian di hati kita masing-masing.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo ketika didaulat membuka resmi perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, (27/2) siang.

“Jangan sampai karena urusan Pilpres seolah merasa bukan saudara sebangsa setanah air. Kita harus hati-hati. Ukhuwah atau persaudaraan baik ukhuwwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah semuanya penting,” tandas Presiden Jokowi.

“Saya mengajak semuanya, untuk menjaga tiga ukhuwah tersebut sesuai tema Munas kali ini,” tambah Kepala Negara.

Presiden ketujuh ini teringat pesan Ibu Negara Afganistan, Rula Gani, dua tahun silam. Jika pecah perang saudara, maka sulit sekali merukunkan dan mempersatukan kembali.

Baca juga: Cerita Jokowi Diwasiati Istri Presiden Afganistan

“Saat perang, yang sangat dirugikan paling besar hanya dua. Pertama, wanita. Kedua, anak-anak,” kata dia menirukan pesan istri Presiden Afganistan Ashraf Ghani itu.

Dulu, lanjut Presiden Jokowi, di negara tersebut perempuan bisa menyetir mobil sendiri berani. Sekarang ini di sana untuk naik sepeda saja sudah sangat bersyukur.

“Oleh karena itu, kembali saya titip ini kepada NU. Tadi saya juga sudah bisik-bisik kepada Prof Dr KH Ma’ruf Amin, gimana cara mencegah hal tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan, Indonesia jauh lebih besar dari Afganistan. Jumlah suku di Indonesia ada 714. Sementara mereka hanya tujuh suku. Oleh karena itu, harus benar-benar dijaga jangan sampai bertikai. Jika ada perselisihan harus segera diselesaikan. Bila ada upaya memecah belah dan merongrong bangsa musti lekas dibasmi. (Musthofa Asrori)