IMG-LOGO
Daerah

Kakandepag Lebak Imbau Warga Jangan Terpengaruh Aliran Sesat

Jumat 26 Oktober 2007 14:55 WIB
Bagikan:
Kakandepag Lebak Imbau Warga Jangan Terpengaruh Aliran Sesat

Lebak, NU Online
Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Lebak mengimbau warga jangan terpengaruh aliran Al Qiyadah Al Islamiyah yang dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jika warga menemukan adanya ajakan aliran sesat di tengah masyarakat saya minta segera laporkan kepada aparat kepolisian setempat," kata Kakandepag, Kabupaten Lebak H Ahmat Saepudin, di Rangkasbitung, Jumat.

<>

Ia mengatakan, ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah yang saat ini berkembang jelas-jelas sesat karena tidak mengakui keberadaan Nabi Muhamad SAW sebagai rosul juga tidak mewajibkan melaksanakan solat dan puasa.

Selain itu, kalimat syahadat berbeda dengan tidak menyebut Nabi Muhammad SAW. "Itu jelas-jelas  adanya penyimpangan akidah umat Islam,"katanya.

Menurut  dia, penyebaran aliran sesat di Kabupaten Lebak cukup berpotensi dan sangat memungkinkan untuk dimasuki mereka. Mengingat, wilayah Kabupaten Lebak begitu luas juga banyak daerah-daerah  terpencil.

Ia mencontohkan, aliran sesat Islam Sejati yang berkembang di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak berada di daerah terpencil. "Saya minta kasus aliran sesat di Kabupaten Lebak jangan sampai kembali  terulang khususnya warga di daerah terpencil itu," ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini ajaran Al Qiyadah Al Islamiyah di Kabupaten Lebak belum ditemukan, namun perlu diwaspadai adanya aliran sesat tersebut. Saat ini pihaknya menjalin kerjasama dengan para alim ulama, pondok pesantren dan organisasi massa Islam untuk mengantisipasi merebaknya aliran sesat. Sebab, tambahnya, ajaran sesat itu tidak bersumber pada hukum Al Quran dan Al Hadist. (ant/suh)

Bagikan:
Jumat 26 Oktober 2007 14:58 WIB
MUI Belum Pastikan Karyawati Hilang Terkait Aliran Sesat
MUI Belum Pastikan Karyawati Hilang Terkait Aliran Sesat

Batam, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kepulauan Riau (MUI Kepri) belum memastikan hilangnya beberapa karyawati terkait dengan aliran Islam sesat Al Qiyadah.

"Sampai sekarang masih belum tahu apa ada kaitannya atau tidak, seperti yang terjadi di Jawa," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Kepulauan Riau (MUI Kepri) Asyari Abbas usai peringatan HUT Otorita Batam di Batam, Jumat.

<>

Menurut Asyari, hilangnya Ade Irma tidak bisa langsung dikaitkan dengan ajaran yang ia anut. "Mungkin saja ada tindak kriminal murni dan lainnya, tidak bisa langsung vonis tanpa penyidikan yang benar," katanya.

Sedikitnya tiga karyawati Batam hilang sejak Minggu (7/10), yaitu Heni Fitriani (20) pekerja PT Yokogawa, Elmina Sari (20) pekerja PT Yokogawa dan Ade Irma S (20) pekerja PT Sanyo Precision.

Asyari mengatakan MUI Kepri masih menyelidiki dan memantau pergerakan aliran Islam sesat Al Qiyadah, terutama di Batam. Menurut Asyari, dari seluruh Kepri, penganut Al Qiyadah terbanyak di Batam, berjumlah puluhan orang. Sedangkan di Pulau Bintan, hanya beberapa orang.

Asyari mengatakan telah mengetahui keberadaan kelompok aliran sesat itu sejak dua tahun lalu, dan telah memberikan pengarahan kepada pemimpin aliran, Andi. "Tapi nampaknya aliran itu masih ada, meski tidak terlampau besar," katanya.

Menurut Asyari, kelompok itu terpencar di beberapa lokasi di Batam dan tidak memiliki kantor perwakilan. "Para penganut hanya berkumpul saat pengajian. Tempat mengajinya pun pindah-pindah," tambahnya.

Ia mengatakan aliran tersebut meresahkan karena mengganti dua kalimat syahadat dan tidak mewajibkan shalat lima waktu. "MUI pusat telah menyatakan aliran itu murtad," katanya. (ant/khf)

Kamis 25 Oktober 2007 16:53 WIB
Sesepuh NU Cirebon KH Muchlas Restui Ketua PCNU Maju dalam Pilkada
Sesepuh NU Cirebon KH Muchlas Restui Ketua PCNU Maju dalam Pilkada

Cirebon, NU Online
Untuk kesekian kalinya, Ketua PCNU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman MM yang juga satu dari empat bakal calon yang mendaftar ke PKB, bersilaturahmi ke KH Muchlas Dimyati, sesepuh NU yang dikabarkan memiliki kedekatan khusus dengan Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 01.00 dini hari Selasa (23/10) di Pontren Gedongan, Kabupaten Cirebon. H Eman mendapatkan restu dari KH Muchlas untuk maju sebagai calon walikota.

Hadi<>r dalam pertemuan di kediaman KH Muchlas Mustasyar PCNU Kota Cirebon KH Fathoni, Rais Syuriah PC NU Kota Cirebon KH Ahmad Sanusi beserta sejumlah ulama NU Kota Cirebon. Tampak juga Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Cirebon Kiai Dimyati, Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Cirebon H Abdul Muiz SAg beserta jajaran struktur DPC PKB Kota Cirebon.

KH Muchlas mengungkapkan, silaturahmi H Eman dengan dirinya sejauh ini sangat baik. Dan sepengetahuannya, H Eman memiliki kedekatan dengan mayoritas ulama NU, khususnya di Kota Cirebon. “Pak Eman juga sudah didukung ulama dan kiai Kota Cirebon, jadi dia layak maju,” tandas KH Muchlas.

Lebih lanjut KH Muchlas mengungkapkan, sebagai orang NU, dirinya tidak memiliki hak apapun dalam mencampuri urusan internal DPC PKB Kota Cirebon. Terutama dalam menentukan siapa yang harus diusung partai pimpinan Gus Dur itu. “Itu urusan partai, biarkan ditentukan oleh orang-orang PKB sendiri,” sambungnya.

KH Muchlas juga menjelaskan relasi sejarah antara NU dengan PKB yang patut diingat. Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa PKB itu dilahirkan oleh NU. “Jadi saya tegaskan bahwa PKB pasti NU. Tapi NU tidak mesti PKB. Pemilih PKB kan orang NU, tapi orang NU bukan hanya di PKB. Tentang hal ini awas diperhatikan jangan keliru loh,” tandas KH Muchlas berulang-ulang.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman mengucapkan terima kasih atas restu yang diberikan. Menurutnya, restu tersebut adalah amanat yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Terlebih KH Muchlas adalah ulama panutan NU.

Saat ini H Eman Suryaman sedang menunggu rekomendasi dari DPP PKB, setelah sebelumnya, Minggu (21/10) digelar musyawarah kebangkitan DPC PKB Kota Cirebon. H Eman bersaing dengan tiga calon lainnya yang mendaftar ke PKB, yakni H Suryana (anggota DPR RI dari PDIP), Bambang Surono Ak (kader Golkar yang gagal dalam konvensi), dan Dani Ridwan (kader PKB).

Perlu diketahui bahwa selain menunggu keputusan DPP, sejauh ini terdapat sekitar 13 partai politik yang sudah menyatakan siap mendukung Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Cirebon, Drs H Eman Suryaman MM. Di antaranya adalah partai dengan perolehan suara besar di Pemilu 2004 yakni Partai Demokrat, serta sejumlah partai kecil. Sementara di PPP, H Eman Suryaman juga masuk dalam penjaringan nama yang dilakukan oleh tim pilkada PPP bersama sejumlah nama lainnya.(ksd)

Kamis 25 Oktober 2007 13:15 WIB
Tiga Kader NU Siap Pimpin PCNU Kota Pekalongan
Tiga Kader NU Siap Pimpin PCNU Kota Pekalongan

Pekalongan, NU Online
Bursa kandidat Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menguat menjelang detik-detik pembukaan Konferensi Cabang XV NU Kota Pekalongan yang akan berlangsung nanti malam di Komplek SMP Salafiyah, Jl KH Wahid Hasyim Kota Pekalongan.

Ketiga nama itu adalah Ahmad Mazuqi Ketua PCNU sekarang, H Ahmad Rofiq dan HM Saelany Mahfudz masing masing menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU. Ketiga kandidat akan memperebutkan 50 suara yang sah terdiri dari 4 MWC NU dan 46 Ranting NU se Kota Pekalongan.

<>

Ketua PC Lakpesdam NU Kota Pekalongan Cholil Hasan kepada kontributor NU Online Abdul Muiz mengatakan, munculnya isu bursa calon Ketua PCNU selalu mewarnai setiap menjelang konfercab NU dan mampu mengalahkan isu siapa yang bakal menjadi Rais Syuriyah dan program-program yang akan menjadi acuan untuk lima tahun ke depan. Sehingga setiap forum yang digelar baik oleh Pengurus Ranting maupun Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU pembicaraan selalu pada kandidat siapa yang akan memimpin NU.

Mestinya, menurut Cholil, program program NU lebih layak untuk dicermati, ketimbang siapa yang bakal menjadi nahkoda NU untuk lima tahun ke depan. "Pasalnya, siapapun yang menjadi Ketua PCNU yang terpenting mampu menjalankan amanat konferensi. Karena tugas pengurus yang akan datang tinggal menjalankan apa yang telah diputuskan peserta konfercab," tandasnya.

Ketiga calon, menurut Cholil, memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga diperlukan kecermatan untuk memilih nahkoda NU Kota Pekalongan sesuai program program yang telah ditetapkan.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis seluruh kesiapan panitia hampir rampung termasuk distribusi undangan peserta, perlengkapan dan publikasi media. Sehingga diharapan kegiatan yang akan berlangsung dua hari mulai nanti malam hingga besok malam dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Direncanakan hadir pada acara konfercab XV NU selain Ketua PWNU Jawa Tengah HM Adnan MA beserta rombongan, juga Walikota Pekalongan dan Muspida serta tamu undangan para habaib, kiai dan tokoh ormas, orpol di lingkungan Kota Pekalongan.[ams]

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG