::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU dan Dubes Pakistan Tegaskan Radikalisme dan Terorisme Sebagai Musuh Bersama

Rabu, 06 Maret 2019 20:00 Nasional

Bagikan

PBNU dan Dubes Pakistan Tegaskan Radikalisme dan Terorisme Sebagai Musuh Bersama
Pertemuan Duta Besar Pakistan dengan PBNu
Jakarta, NU Online
Perbincangan radikalisme dan terorisme mengemuka dalam pertemuan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Duta Besar Pakistan Abdul Salik Khan di Gedung PBNU, Jl . Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). Pertemuan tersebut merupakan kunjungan Dubes Pakistan yang baru ke PBNU.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Dubes Pakistan untuk bersama-sama menyamakan persepsi tentang bahaya radikalisme dan terorisme. Sebab menurut Kiai Said, keduanya merupakan musuh bersama karena merusak nama Islam.

“Radikalisme dan terorisme itu merusak nama baik Islam,” kata Kiai Said.

Kiai Said pun membagi dua sumber radikalisme yang berkembang akhir-akhir ini. Pertama, sumber radikalisme akidah yang berasal dari wahabi. Menurutnya, wahabi tidak melakukan kekerasan secara fisik, tetapi suka menyalahkan amaliyah kelompok lain seperti tuduhan bid’ah.

“(Wahabi menganggap) Maulid nabi bid’ah, haul bid’ah,” ucapnya.

Kedua, sumber radikalisme politik, yakni berasal dari Ikhawanul Muslimin (IM). Kiai Said mengutip tokoh IM Sayyid Qutb yang menolak semua sistem pemerintahan kecuali khilafah.

Sementara Dubes Pakistan Abdul Salik Khan mengungkapkan bahwa radikalisme dan terorisme merupakan hal berbahaya dan bukan ajaran Islam. Islam, menurutnya, agama yang toleran sebagaimana yang diajarkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW.

“Inilah pesan toleransi yang harus kita tekankan di dunia Islam maupun secara luas,” ucapnya.

Sehingga, sambungnya, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas radikalisme dan terorisme merupakan orang-orang yang salah dalam memahami ajaran Islam.

“Semua orang harus mengerti bahwa orang-orang yang terlibat dalam teorirsme dan radikalisme adalah orang-orang yang salah dalam memahami ajaran Islam. Radikalisme dan terorisme bukan yang diajarkan oleh Islam,” ucapnya.

Pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi Dubes Pakistan ke PBNU. Hadir pada pertemuan tersebut Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra, dan Katib Syuriyah PBNU H Nurul Yakin Ishak. (Husni Sahal/Muhammad Faizin)