::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Muwafiq: NU Itu Riang Gembira

Senin, 11 Maret 2019 18:30 Nasional

Bagikan

Gus Muwafiq: NU Itu Riang Gembira
KH Ahmad Muwafiq
Pringsewu, NU Online
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengatakan bahwa keceriaan dan kebahagiaan dalam kehidupan beragama sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini ditunjukkan dengan selera humor yang tinggi dari Rasulullah saat berinteraksi dengan para sahabat.

"Rasul juga sering guyon seperti kita. Jangan dikira Rasulullah itu serius setiap hari mengeluarkan hadits seperti (mesin) photo copy," ungkap Gus Muwafiq saat mengisi hikmah Isra' Mi'raj di Masjid Raudlatul Muslimin Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (9/3).

Yang sering diajak bercanda pada saat itu menurut Gus Muwafiq adalah sahabat Ali bin Abi Thalib. Ia pun mengisahkan salah satu bentuk canda tawa yang terjadi antara Nabi dengan sahabat Ali ketika sedang duduk-duduk bersama di suatu hari.

Pada saat itu Rasulullah dan Ali sedang makan kacang bersama. Ali memang sering bercanda dengan Rasulullah di antaranya saat makan kacang bersama tersebut sahabat Ali meletakkan kulit kacang yang ia makan tidak di depannya tetapi di depan Rasulullah. Ini seolah-olah Rasulullah makan kacang banyak.

"Ya Rasul, kayaknya sekarang senang makan kacang ya,?" tanta Ali kepada Rasulullah sambil menunjuk tumpukan kulit kacang di depan Nabi.

"Ya. Memang saya sudah lama nggak makan kacang. Tapi sekarang kamu kok rakus banget sama kacang ya? makan kacang sama kulit-kulitnya," jawab Rasul sambil menunjuk tidak ada kulit kacang di depan Ali sebagaimana dikisahkan Gus Muwafiq dan disambut tawa jama'ah.

Inilah di antara bentuk keceriaan Nabi dalam kehidupan sehari-hari yang saat ini sudah mulai kurang dicontoh oleh umatnya. Kehidupan yang riang gembira jauh dari ketegangan perlu diteladani di era saat ini di mana banyak kelompok yang suka meneriakkan "Allahu akbar" namun dengan hati penuh kebencian.

Konsep riang gembira inilah yang saat ini dilanjutkan oleh Jam'iyyah Nahdlatul Ulama ditunjukkan dengan kentalnya nuansa guyonan-guyonan khas dari para warga dan tokohnya.

Nahdlatul Ulama menurut Gus Muwafiq adalah organisasi yang riang gembira. Di dalamnya tidak selalu serius dan tegang dalam menghadapi masalah. Sehingga orang di luar NU terkadang menilai NU tidak serius dalam beragama.

Dari sisi penampilan ia menyontohkan, warga NU dan para ulama NU lebih cenderung tidak menunjukkan kealimannya dalam agama. Tidak seperti sebagian kelompok yang lebih mengedepankan tampilan sehingga terlihat shaleh dan alim dalam agama.

NU menurut pria yang pernah menjadi asisten pribadi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah organisasi yang unik dan banyak yang susah memahami NU apalagi orang yang di luar NU. (Muhammad Faizin)