IMG-LOGO
Daerah

Logonya Dicatut, Ansor Pekalongan Nyatakan Sikap

Kamis 14 Maret 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Logonya Dicatut, Ansor Pekalongan Nyatakan Sikap
Selebaran yang mencantumkan logo Ansor
Pekalongan, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan Jawa Tengah bereaksi keras atas pencatutan logo Ansor pada selebaran yang dibuat oleh seseorang berkaitan dengan Pemilu Legislatif yang akan berlangsung bulan depan. Pasalnya, pencantuman logo di samping tidak berijin, juga digunakan pada hal-hal yang tidak semestinya, sehingga rawan diadudomba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Mensikapi hal itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Pekalongan mengeluarkan pernyataan sikap, atas pencatutan logo GP Ansor pada selebaran yang mengajak untuk tidak memilih calon legislatif non muslim. Pernyataan sikap ini ditandatangani Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan, Muhammad Sodik dan Fatkhurohman.

“Kami Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan, tidak terkait dan tidak bertanggung jawab dengan isi dan ajakan dalam brosur atau selebaran tersebut,” kata Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan, Muhammad Sodik di Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, Selasa (12/3).
 
Akibat beredarnya selebaran atau brosur tersebut, lanjut Sodik, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan merasa nama baiknya dirugikan. “Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan merasa dirugikan dan nama baiknya tercemarkan atas tersebarnya brosur atau selebaran tersebut,” tuturnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan juga mengutuk keras pihak yang dengan sengaja membuat dan menyebarkan selebaran berisi informasi bohong dimaksud.

“Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan merasa dirugikan dan nama baiknya tercemarkan atas tersebarnya brosur atau selebaran tersebut. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pekalongan mengutuk keras kepada pihak atau siapapun yang dengan sengaja menyebarkan informasi bohong tersebut dengan mencantumkan logo GP Ansor dan Banser,” tegasnya.

Lebih lanjut Sodik menambahkan bahwa Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pekalongan menuntut kepada pihak atau siapapun yang dengan sengaja menyebarkan informasi bohong tersebut untuk klarifikasi di media massa dan media sosial secara terbuka.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah juga telah mengeluarkan pernyataan sikap atas pencatutan logo IPNU pada selebaran yang mengajak agar jangan memilih calon legislatif non muslim belum lama ini.  Pihaknnya sangat menyayangkan pencatutan logo IPNU dalam selebaran tersebut. 

Demikian disampaikan Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan, Ahmad Mujahid, Kepada NU Online Kamis (7/3). “Kami tidak bertanggungjawab atas selebaran yang beredar tersebut, karena kami tidak merasa bahwa pernah mengeluarkan persetujuan dengan isi selebaran itu,” ujar dia.

Atas beredarnya selebaran yang di dalamnya terdapat logo IPNU, PC IPNU Kabupaten Pekalongan menerbitkan surat klarifikasi dan menyatakan sikap yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PC IPNU Kabupaten Pekalongan, Ahmad Mujahid dan Muhammad Wafik Fahmi bahwa pencantuman logo tanpa persetujuan IPNU. (Muiz)
Bagikan:
Kamis 14 Maret 2019 23:30 WIB
Kapolda Banten Ajak Mahasiswa Jaga Nilai Kebangsaan
Kapolda Banten Ajak Mahasiswa Jaga Nilai Kebangsaan
Serang, NU Online
Sejumlah organisasi mahasiswa bertemu Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Brigjend Pol, Tomsi Tohir di ruangan kerjanya di Mapolda Banten Jl Kota Baru Banjar Sari Cipocok Jaya Kota Serang, Banten, Kamis (14/3). Turut hadir di pertemuan tersebut perwakilan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pertemuan berlangsung singkat membahas sejumlah persoalan penting menyangkut kebangsaan dan dinamika yang kerap memicu persoalan di masyarakat. Pertemuan dilakukan dalam rangka menguatkan peran mahasiswa dan kepolisian dalam menciptakan situasi nasional yang aman dan kondusif.

Kapolda Banten, Brigjend Pol, Tomsi Tohir, menuturkan mendekati agenda Pemilu di Banten muncul berbagai masalah di masyarakat bahkan masalah itu seolah menjadi budaya baru. Masalah tersebut kata Kapolda, yakni hoaks atau berita bohong yang kerap menyerang masyarakat.

"Pernah beberapa waktu yang lalu ada hoaks soal gempa, masyarakat geger, resah dan gelisah karena seratus persen percaya," tutur Kapolda.

Untuk itu, ia meminta kepada mahasiswa untuk ikut serta memberantas hoaks yang disebarkan di media sosial oleh oknum tidak bertanggungjawab. Menurutnya, hoaks sangat berbahaya bagi kehidupan sosial sehingga harus dijaga ketat oleh semua kalangan agar tidak mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena bisa menimbulkan gesekan sosial," ujarnya

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Banten, Ahmad Solahudin, mengungkapkan dinamika yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh arus informasi yang begitu cepat penyebarannya. Padahal, belum ada pernyataan resmi dari sejumlah pihak namun informasi sudah menyebar melalui bebagai pesan elektronik.

"Untuk itu kader kader PMII, HMI, GMNI terus diberikan pemahaman agar juga menyampaikan kepada masyarakat langsung. Miris, era modern seperti sekarang ini masyarrakat justru semakin tertipu dengan sesuatu yang tidak bernyawa," ucapnya.

Pertemuan itu, kata Jayen, sapaan Ahmad Solahudin, juga dalam rangka menyampaikan sejumlah rekomendasi yang ditemukan PMII, GMNI dan HMI di Lapangan. Terutama menyangkut masalah kebangsaan yang setiap hari semakin diuji.

"Kami menemukan di lapangan masalah masalah kebangsaan misalnya masih ditemukan masyarakat yang tidak pro terhadap Pancasila, UUD 45 dan nasionalisme yang lain," katanya. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Kamis 14 Maret 2019 23:0 WIB
Menpora Dijadwalkan Hadiri Harlah IPNU IPPNU Jawa Tengah di Tegal
Menpora Dijadwalkan Hadiri Harlah IPNU IPPNU Jawa Tengah di Tegal
foto: ilustrasi
Tegal, NU Online
Menteri Pemuda dan Olahraga RI H Imam Nahrawi dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-65 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan ke-64 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang akan digelar di GOR Trisanja Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah pada Sabtu (16/3) mendatang.

"Insyaallah Menpora pak Imam Nahrawi akan menghadiri Harlah IPNU-IPPNU tingkat Jateng di Tegal. Mohon doa restunya, semoga acara Harlah ini berjalan dengan lancar,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah Aditio Prasetio kepada NU Online, Kamis (14/3).

Ia menambahkan, selain Menpora Imam Nahrawi, beberapa tokoh yang akan turut hadir di antaranya adalah Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono.

Selanjutnya juga diminta hadir Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PWNU Jawa Tengah H Muzammil, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang KH Yusuf Chudlori, Bupati Tegal, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Aswandi.

“Kami berharap seluruh rangkaian acara pada hari H dapat berjalan sesuai rencana," ungkapnya.

Mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Tegal itu, meminta seluruh panitia maupun peserta dan pengunjung dapat bekerja sama dalam mensukseskan berlangsungnya acara Harlah nanti. "Saat ini persiapan acara terus dimatangkan oleh panitia pelaksana, sehingga diharapkan acara akan berjalan lancar dan sukses," imbuh Adit.

Peringatan Harlah IPNU dan Harlah IPPNU Provinsi Jawa Tengah yang dibingkai dalam "Ngaji dan Sholawat Untuk Bangsa" itu juga akan dimeriahkan oleh pelantun shalawat Veve Zulfikar dan Ayahnya Ustadz Qori Zulfikar Basyaiban. (Nurkhasan/Muiz)
Kamis 14 Maret 2019 21:0 WIB
Jenguk Dokter Lo, Gusdurian Solo Beri Hadiah Buku
Jenguk Dokter Lo, Gusdurian Solo Beri Hadiah Buku
dokter Lo (paling kanan) dijenguk Gusdurian Solo
Solo, NU Online
Komunitas Gusdurian Solo membesuk dokter Lo Siaw Ging (dokter Lo) yang dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (14/3).

Dokter Lo adalah seorang dokter yang juga sosiawan. Ia dikenal sebagai dokter yang merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif, bahkan sebagian besar pasien yang tidak mampu tidak dibebani biaya pengobatan. Bahkan biaya pembelian obat pun terkadang dibayari oleh dr Lo untuk pasiennya yang tidak mampu. Selain itu, dokter Lo juga terkenal akan diagnosanya yang tepat.

Hal ini, menurut M Qoyim, salah satu perwakilan dari anggota Gusdurian Solo yang ikut menjenguk, tak jauh berbeda dengan nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur. "Dokter Lo terkenal sangat dermawan. Beliau sering membantu pasien yang tidak mampu tanpa pamrih alias gratis. Sosok yang inspiratif," ungkap Qoyim.

Dalam kesempatan itu, dokter Lo juga mendapatkan kenang-kenangan berupa buku yang berjudul Gus Dur Islam Nusantara dan Kewaganegaraan Bhineka karya Ahmad Suaedy.

Mendapatkan hadiah berupa buku tersebut, membuat dokter berumur 84 tahun itu tampak senang. "Nanti pasti saya baca. Terima kasih ya," ucap dokter Lo lirih, setelah menerima buku tentang Gus Dur.

Dia menyampaikan keinginannya membantu sesama yang kurang mampu tidak akan pudar hingga tutup usia. "Kalau saya masih diberi kesehatan untuk membantu sesama, saya selalu siap," ucapnya terbata-bata.

Mantan Direktur RS Kasih Ibu itu pun berpesan agar para dokter tak segan membantu pasien tak mampu. "Apa yang saya lakukan ini semua terinspirsasi dari dokter Oen, iya, dokter yang namanya kini dijadikan nama rumah sakit itu," ujarnya.  (Ajie Najmuddin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG