IMG-LOGO
Daerah

Ketum PBNU: Mau Bicara Agama? Mesantren Dulu

Jumat 15 Maret 2019 12:0 WIB
Ketum PBNU: Mau Bicara Agama? Mesantren Dulu
KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU
Subang, NU Online
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang sudah terbukti berhasil melahirkan ulama dan tokoh agama yang mampu menyampaikan ajaran Islam dengan utuh dan benar. Untuk itu, agar ajaran Islam bisa tersampaikan dengan baik, ulama terlebih dahulu harus digembleng di pesantren.

Demikian disampaikan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU, saat mengisi ceramah dalam acara Peringatan Harlah NU ke-93 dan Pelantikan PCNU Subang, Jawa Barat periode 2018-2023 yang digelar di depan Kantor PCNU setempat, Kamis (14/3).

"Ilmu itu cara untuk mencapai kebenaran, kalau tidak berilmu jangan harap bisa mendapat kebenaran, kalau tidak berilmu jangan harap menemukan kebenaran," kata Pengasuh Pesantren Atsaqofah Ciganjur ini.

Dicontohkannya, jika ada petani yang bertani dengan ilmu maka ia akan sukses saat panen. Begitu juga dengan pedagang, dokter, tentara, polisi dan profesi lainnya jika ingin sukses harus dibarengi dengan ilmu yang ditempuh melalui proses yang cukup panjang.

"Misalnya saya baca buku kedokteran. Tidak bisa kemudian selesai baca langsung pasang plang depan rumah, menerima pasien jam 8 sampai jam 10," Ujar alumni Universitas Ummul Quro Makkah itu.

Tidak hanya sampai disitu, Kiai Said juga mencontohkan jika setelah membaca buku-buku tentang ilmu mesin tidak bisa kemudian langsung membuka bengkel service mobil atau service motor.

"Begitu pula dengan masalah agama. Yang tidak pernah mesantren jangan coba-coba bicara agama, nanti salah semua. Saya juga sama, saya tidak akan bicara tentang kedokteran, komputer, mesin, internet, nanti saya salah semua," bebernya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU dua periode ini mengutip firman Allah SWT dalam surat Al-Isro ayat 36 yang artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

"Kalau tidak tahu ilmunya nanti akan menganggap maulid Nabi bid'ah, isra mi'raj bid'ah, ziarah kubur bid'ah, tawasul bid'ah, nanti salah-salah semua," katanya

Ia pun mengkritisi orang yang hanya mengetahui dalil tentang perang, padahal dalam ajaran Islam masih banyak ajaran lain, khususnya berkaitan dengan akhlakul karimah seperti larangan menyakiti orang lain, membunuh, menghina, menfitnah, menggunjing, menyebar hoaks, dan lain sebagainya.

Sementara itu, sebelum menerima tausiyah dari Kiai Said, PCNU Subang masa khidmat 2018-2023 berikut lembaga-lembaga yang ada di bawahnya resmi dilantik masing-masing oleh Sekretaris PWNU Jawa Barat dan Sekretaris PCNU Subang. (Aiz Luthfi/Muhammad Faizin)
Jumat 15 Maret 2019 23:0 WIB
Meriahkan Harlah IPNU-IPPNU Jawa Tengah, CBP-KPP Apel Gelar Pasukan
Meriahkan Harlah IPNU-IPPNU Jawa Tengah, CBP-KPP Apel Gelar Pasukan
foto: ilustrasi
Tegal, NU Online
Peringatan Hari Lahir (harlah) ke-65 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan ke-64 Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah, Sabtu (16/3) besok di GOR Trisanja Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah bakal dimeriahkan Apel Gelar Pasukan 1000 Anggota Corp Brigade Pembangunan (CBP) IPNU dan Korp Pelajar Putri (KKP) IPPNU se Jawa Tengah.

Komandan Dewan Koordinasi Wilayah CBP IPNU Jawa Tengah Sodikin mengatakan, apel Gelar Pasukan 1000 CBP IPNU dan KPP IPPNU akan digelar pada Sabtu (16/3) dimulai pukul 13.00 Wib di lokasi Harlah IPNU-IPPNU Jawa Tengah di Slawi Kabupaten Tegal.

"Hingga saat ini data peserta apel yang masuk sudah 705 CBP KPP Kabupaten Kota se Jawa Tengah. Insyaallah akan terus bertambah," ujarnya kepada NU Online, Jumat (15/3). 

Menurutnya, selain meramaikan Harlah IPNU IPPNU, apel gelar pasukan bertujuan untuk membangun komitmen anggota dalam menjaga keutuhan NKRI dan mengisi kemerdekaan Indonesia "Kegiatan mengusung tema Sinergi Menjaga Keutuhan NKRI dan Menjaga Tradisi Islam Nusantara," tandasnya

Komandan DKC Korp Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Tegal Yuli Antika mengungkapkan, CBP dan KPP Kabupaten Tegal siap mensukseskan apel Gelar Pasukan dan rangkaian Harlah IPNU Kabupaten Jawa Tengah. "Sedikitnya 100 lebih anggota CBP dan KPP Kabupaten Tegal siap ambil bagian untuk mensukseskan Harlah IPNU ke 65 dan Harlah IPPNU ke 64 Provinsi Jawa Tengah," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan NU Online, peringatan Harlah IPNU dan Harlah IPPNU tahun 2019 Jawa Tengah direncanakan bakal dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Menpora RI H Imam Nahrawi, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Bupati Tegal, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal dan sejumlah undangan lainnya. (Nurkhasan/Muiz)
Jumat 15 Maret 2019 22:0 WIB
Soal 'Karim', IPNU Jombang: Jangan Ada Ruang untuk Gerakan yang Mengancam NKRI
Soal 'Karim', IPNU Jombang: Jangan Ada Ruang untuk Gerakan yang Mengancam NKRI
foto ilustrasi
Jombang, NU Online
Belakangan sedang ramai terkait Komunitas Royatul Islam (Karim). Gerakan komunitas ini disinyalir berafiliasi dengan organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menanggapi hal itu, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menegaskan, tak akan memberikan ruang untuk masuknya gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Yang paling penting komitmen kami, tidak boleh ada ruang sedikitpun untuk gerakan-gerakan seperti itu masuk ke Jombang, termasuk para pelajar," kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jombang, Muhammad Ishomudin Haidar kepada NU Online, Jumat (15/3).

Sejauh pengetahuan dia, komunitas ini berupaya mendekati para pelajar untuk melancarkan ajaran-ajarannya yang disinyalir membahayakan mereka. Bahkan menurutnya, mereka juga sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah dan menyosialisasikan ajaran-ajarannya di beberapa daerah.

"Mereka sudah mulai menyasar pelajar dengan masuk ke sekolah-sekolah, sangat mengkhawatirkan jika mereka (pelajar, red) dicekoki hal demikian," jelasnya.

Dalam waktu dekat, pria yang kerap disapa Haidar ini menuturkan, IPNU dan IPPNU akan semakin memasifkan kegiatan-kegiatan ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an di sekolah-sekolah guna mencegah masuknya Karim.

Dirinya menyebut, PC IPNU-IPPNU di Kota Santri itu memiliki program Jumat Bahagia yang biasanya dilaksanakan di sekolah-sekolah secara bergantian. Program yang digelar setiap hari Jumat itu bermuatan ajakan melestarikan ajaran-ajaran NU kepada para pelajar. Di samping itu juga sebagai media memperkenalkan IPNU-IPPNU.

"PC IPNU Jombang akan lebih memasifkan kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah dengan Jumat Bahagia," ucapnya.

Tak berhenti di situ, Haidar juga akan mengintruksikan pengurus IPNU-IPPNU di setiap kecamatan agar lebih memakmurkan tempat-tempat ibadah. "Kami juga akan berkoordinasi dengan IPNU-IPPNU tingkat kecamatan untuk lebih meramaikan masjid, mushala dengan kegiatan IPNU-IPPNU untuk mencegah paham-paham lain yang masuk," tuturnya.

Menurut dia, upaya pencegahan komunitas yang dinilai membahayakan keutuhan NKRI itu memang menjadi bagian tanggung jawabnya. Namun dirasa akan jauh lebih efektif tatkala sejumlah elemen masyarakat, pemerintah juga sejumlah organisasi bersatu untuk membendungnya. Ia secepatnya juga akan berkoordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan juga Lemabaga Pendidikan (LP) Ma'arif Jombang. 

"Kami juga akan berkoordinasi dan meminta Pemkab, Diknas, Kemenag, LP Ma'arif untuk bersama-sama membendung gerakan tersebut," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 15 Maret 2019 21:0 WIB
Bupati Brebes Ajak Pegiat Agama Dukung Program Pemerintah
Bupati Brebes Ajak Pegiat Agama Dukung Program Pemerintah
Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti
Brebes, NU Online
Bupati Brebes Jawa Tengah Hj Idza Priyanti kembali menyampaikan beberapa program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada pegiat agama.

Program-program yang menurutnya sangat baik itu, disampaikan Bupati saat memberikan pembinaan pada pegiat agama yang terdiri para guru ngaji, imam masjid/mushala, guru madrasah, da'i, hafidz-hafidzah dan pengasuh pondok pesantren (ponpes) di bawah naungan NU se-Kecamatan Tonjong, di aula kecamatan setempat, Kamis (14/3).

Menurutnya, di antara program yang sangat baik antara lain,  pembangunan jalan tol Trans Jawa, Pendaftaran Tanah Sistem Langsung (PTSL) untuk sertifikat tanah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan lainnya.

"Adanya jalan tol, sekarang dari Brebes ke Semarang dapat ditempuh dalam waktu dua jam, jadi sangat menghemat waktu," ujar Idza.

Adanya, program KIP juga akan meningkatkan kualitas pendidikan rakyat, sehingga dapat lebih sejahtera. Kemudian 
juga untuk meningkatkan kualitas kesehatan pemerintah memberikan kartu jaminan kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang sudah dapat dirasakan manfaatnya.

"Masih ada lagi, yaitu pemberian beras sejahtera atau Rasta untuk warga tidak mampu," ucap Idza.

Selain program pemerintah pusat, Idza juga menyampaikan program pemerintah daerah, seperti kelanjutan pembangunan RSUD Bumiayu yang dianggarkan sebesar Rp35 miliar. Anggaran itu nantinya untuk membangun gedung lima lantai guna melengkapi fasilatas pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

"Masyarakat harus tahu program-program pemerintah dan supaya dapat merasakan manfaatnya," katanya.

Lanjut Bupati, setiap program pemerintah pusat harus didukung oleh Pemerintah Daerah, agar dapat berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat. "Tujuannya agar masyarakat tahu dan dapat merasakan semua program pemerintah untuk kesejahteraan," tandasnya.

Kegiatan pembinaan pada para guru ngaji, imam masjid/mushala, guru madrasah, da'i, hafidz-hafidzah dan pengasuh ponpes se-Kecamatan Tonjong sebanyak 1.288 dan digelar di halaman kantor kecamatan. Selain pembinaan, Bupati beserta rombongan juga memberikan santunan anak yatim piatu di luar panti asuhan. (Wasdiun/Muiz)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG