::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peringati Teror di Masjid Christchurch, Perempuan di Selandia Baru Diminta Berkerudung Jumat Besok

Kamis, 21 Maret 2019 20:45 Internasional

Bagikan

Peringati Teror di Masjid Christchurch, Perempuan di Selandia Baru Diminta Berkerudung Jumat Besok
PM New Zealand Jacinda Ardern. Foto: Getty Images
Wellington, NU Online
Pada Jumat (15/3) lalu, dua masjid di Christchurch Selandia Baru diserang Brenton Tarrant (28), seorang anti-imigran dan penganut supremasi kulit putih, secara membabi-buta. Akibatnya, 50 orang meninggal dan 50 lainnya mengalami luka-luka. Dunia berduka atas insiden paling berdarah tersebut.

Sepekan setelah kejadian brutal itu terjadi, sekelompok masyarakat Selandia Baru berencana mengadakan berbagai macam aksi solidaritas. Salah satunya acanya bertajuk Solidaritas dalam Kerudung yang diselenggarakan oleh Anna Thomas, salah satu penyelenggara peringatan tragedi di Christchurch.

Dalam aksi solidaritas itu, para perempuan dari berbagai agama dan kepercayaan di Selandia Baru diminta untuk mengenakan kerudung pada Jumat (22/3) esok hari. Aksi itu merupakan bentuk peringatan sepekan setelah serangan teror terhadap umat Islam di Masjid Al-Noor dan Masjid Linwood di wilayah Christchurch.

Aksi solidaritas memakai kerudung itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Muslim di Selandia Baru tidak sendirian. Memakai kerudung itu juga disebutkan sebagai rasa hormat. 

“Saya hanya berpikir, mengapa kita tidak mengenakan kerudung pada hari Jumat, sepekan setalah tragedi ini, dan berjalan bersama saudara-saudara Muslim kita sebagai tanda penghormatan,” kata Ann Thomas, dikutip laman The Star Online, Rabu (20/3).

Sebagaimana keterangan Ann Thomas, Dewan Perempuan Islam di Selandia Baru sepakat dengan aksi solidaritas perempuan berkerudung tersebut. “Mereka semua sungguh tersentuh dengan gerakan ini, dan menunjukkan Selandia Baru bersama mereka dalam kedukaan kami," kata anggota Dewan Perempuan Islam, Nasreen Hannif.

Mengheningkan cipta

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berharap seluruh warga negara Selandia Baru ikut serta dalam aksi renungan untuk mengenang para korban teror di dua masjid Christchurch, Jumat (22/3), di manapun mereka berada. Dalam aksi tersebut, akan dilakukan panggilan adzan pada pukul 13.30 waktu setempat. Kemudian diikuti dengan proses mengheningkan cipta selama dua menit. 

Sebagaimana dilaporkan New Zealand Herald, Kamis (21/3/), acara itu akan digelar secara nasional. Rencananya acara renungan nasional itu akan diselenggarakan di kawasan Taman Hagley yang berlokasi di seberang Masjid Al Noor di Deans Ave, Christchurch.

TVNZ1 dan 1Newsnow.co.nz. akan menyiarkan kedua aksi tersebut, adzan dan mengheningkan cipta, secara langsung pada pukul 13.25 waktu setempat. (Red: Muchlishon)