IMG-LOGO
Daerah

Tiga Perkara Membahayakan Saat Jauh dari Ulama


Kamis 4 April 2019 16:00 WIB
Bagikan:
Tiga Perkara Membahayakan Saat Jauh dari Ulama
Pengajian Peringatan Isra' Mi'raj di Jombang
Jombang, NU Online
Para kiai atau ulama menjadi panutan umat dari masa ke masa hingga kini. Mereka adalah pewaris nabi-nabi terdahulu untuk umat saat ini. Untuk itu seseorang sudah semestinya dekat dengan ulama guna mendapat bimbingannya. Jika tidak, ada potensi membahayakan, baik untuk manusia secara persoarangan, bangsa atau umat bahkan negara sekalipun.

Pernyataan di atas disampaikan Sumarli Syafi'i Al Hafidz, santri almaghfurlah Gus Qomari, Bendungrejo, Jogoroto, Jombang pada kegiatan peringatan Isra' Mi'raj oleh warga Dusun Bajang, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, Rabu (3/4) malam. 

"Ketika manusia tidak mau dekat kiai atau Ulama maka akan diberikan tiga perkara. Pertama pekerjaannya tidak barokah," ujarnya.

Di samping itu pada konteks kepemimpinan, akan lahir pemimpin yang dzalim. Pemimpin seperti menurutnya tentu tidak diharapkan rakyatnya. "Akan lahir pemimpin dzalim," jelasnya.

Kemudian yang ketiga seseorang cenderung meninggal dunia tanpa membawa iman. Dengan demikian, ia mengimbau warga yang hadir pada kesempatan itu untuk tidak menjauh dari ulama. Terlebih pada zaman seperti sekarang ini. Dawuh para kiai atau ulama harus senantiasa dipegang dan ditetapkan.

"Ketika ulama tidak dipakai, andai ulama tidak ada, maka manusia di dunia ini seperti hewan, karena tidak ada lagi aturan," tuturnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG