IMG-LOGO
Daerah

PCNU Kabupaten Tegal: Fatayat NU Harus Lebih Matang, Dewasa dan Lebih Cerdas

Senin 8 April 2019 7:0 WIB
Bagikan:
PCNU Kabupaten Tegal: Fatayat NU Harus Lebih  Matang, Dewasa dan Lebih Cerdas
Harlah Fatayat NU Kabupaten Tegal, Jateng
Tegal, NU Online
Di usianya yang ke-69 tahun, Fatayat Nahdlatul Ulama harus lebih matang, lebih dewasa dan lebih cerdas.

Hal itu ditegaskan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal Jawa Tengah H Akhmad Wasy'ari pada gelaran Resepsi Harlah ke-69 Fatayat NU Kabupaten Tegal di kawasan Monumen GBN Slawi, Ahad (7/4).

Menurut Wasy'ari, kematangan tersebut yakni dalam berpikir, bersikap dan bertindak serta mampu melakukan ijtihad dan menentukan langkah kebijakan tidak terpengaruh oleh berita hoaks. "Cerdas dalam bersikap, sekali punya komitmen dan integritas demi Nahdlatul Ulama," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wasy'ari juga mengingatkan, ketika bicara Nahdlatul Ulama (NU) adalah kelembagaan yang dibidani oleh Hadrothussyeh KH Hasyim Asy'ari. 

"Ketika bicara NU maka terkait para pendiri NU, para muassis yang telah berkorban harta, nyawa dan darah untuk NKRI. Salah satunya adalah adanya resolusi jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy'ari," tandasnya.

Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Tegal itu juga menyampaikan apresiasi kepada Fatayat NU yang telah berkhidmat untuk kebesaran Nahdlatul Ulama (NU).

"Usia 69 merupakan usia yang cukup matang. Semoga Fatayat NU terus meningkatkan Hidmat dan integritasnya kepada Nahdlatul Ulama," pungkas Wasy'ari.

Resepsi Harlah Fatayat NU ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Ida Hidayati dan diserahkan kepada Ketua PC Muslimat NU yang juga Bupati Tegal Hj Umi Azizah.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU KH Manan Abdul Ghani, Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Ali Ghufron, anggota DPR RI H Bahrudin Nasori, Kasat Binmas Polres Tegal AKP Ahmad Mujahid, Sekretaris Dinas Perhubungan Supriyadi, Pengurus Badan Otonom NU, dan Fatayat NU se Kabupaten Tegal. (Nurkhasan/Muiz)
Bagikan:
Senin 8 April 2019 22:0 WIB
Budayakan Tabayun, Cek, dan Ricek
Budayakan Tabayun, Cek, dan Ricek
Halaqah Harlah NU di Jepara, Jateng
Jepara, NU Online
Pengurus Cabang Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Kabupaten Jepara menggelar kegiatan dwi mingguan TadrisnLiterasi berlangsung di Gedung NU Jepara lantai 2, Jalan Pemuda Jepara, Ahad (7/4) malam. Kegiatan dihadiri 12 peserta yang merupakan anggota LTN NU dan 2 Peserta dari Majelis Alternatif.

Dalam kegiatan yang digelar setiap dua pekan sekali ini tema yang diangkat Jurnalisme Warga dan Kultur Keadaban Dunia Maya. Kesempatan itu menghandirkan nara sumber M Nur Huda dari Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Bidang Media dan Teknologi Informasi dan dimoderatori Arif Rohman Hakim.

Dalam paparannya, M Nur Huda menyampaikan bahwa pada konteks bahaya pengaruh konten di medsos, cara sederhana dan arif yang harus dilakukan adalah ‘membudayakan tabayun’ atau cek dan ricek. Yakni meminta penjelasan atau mengklarifikasi sebuah informasi sebelum bertindak atas informasi yang diterima.

“Budaya tabayun dalam bermedsos ini penting, sebab tidak ada jaminan informasi yang beredar 100 persen benar, meskipun dinilai kabar yang baik. Sikap kritis dan waspada mesti terus terngiang, jangan terlibat dalam kolom komentar yang mengarah pada ujaran kebencian apalagi fitnah, sebelum benar-benar mengetahui faktanya,” tandasnya yang juga jurnalis Tribun Jateng ini.

Menurut pria asal Mranggen Demak itu, alangkah baiknya jika media sosial dimanfaatkan untuk media bersilaturrahim, berbagi informasi tentang semangat beribadah, semangat berbuat yang lebih baik pada sesama manusia, berbagi informasi untuk tetap memberikan kemanfaatan untuk umat, tidak dijadikan sebagai sarana mencari musuh.

Salah satu peserta diskusi Zainal Abidin menambahkan bahwa seharusnya yang dilakukan juga membedakan konten yang mana itu sebagai berita, opini, atau feature. Pasalnya, itu menjadi dasar akan faham tentang bagaimana narasi teks telah di publish, hingga tidak akan mudah terbawa ke hutan belantara media. (Khabib Aminuddin/Muiz)
Senin 8 April 2019 21:15 WIB
Jelang Ramadhan, Santri Mamba'ul Ma'arif Latihan Rukyatul Hilal
Jelang Ramadhan, Santri Mamba'ul Ma'arif Latihan Rukyatul Hilal
Praktek Rukyatul Hilal di Tanjung kodok Lamongan
Jombang, NU Online
Sebagai upaya peningkatan kemampaun ilmu falak para santri, Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Jombang Jawa Timur  melatih santri melakukan rukyatul hilal di Pantai Tanjung Kodok, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Acara ini masuk dalam agenda rutinan setiap tahun madrasah diikuti oleh 24 siswi kelas XI Madarasah Aliyah (MA) Mamba'ul Ma'arif Denanyar. 

"Pemilihan hari dan tanggal ini tidak dilakukan secara sembarangan, karena disesuaikan dengan akhir bulan Rajab dan awal bulan Sya'ban 1440 H, dimana rukyatul hilal bisa dilakukan. Sekaligus persiapan menyambut Ramadhan juga," kata pembimbing kegiatan Ahmad Syahroni, Ahad (7/3).

Dikatakan, sebelum berangkat para siswi sudah diberikan pembekalan terlebih dahulu. Selanjutnya para peserta diminta mencocokkan teori yang ditulis dengan praktek lapangan.

Pemilihan Pantai Kodok sendiri karena dirasa sangat representatif untuk memberikan pelajaran bagi siswa terkait dengan materi pelajaran ilmu falak. Selain itu, karena lokasinya yang sangat pas untuk melihat bulan.

"Paling penting dalam melakukan praktek rukyatul hilal, siswi bisa menerima penjelasan tentang ilmu falak, metodenya, dan cara-cara rukyah serta peralatan-peralatan yang digunakan," ungkapnya.

Alumni Universitas Sunan Ampel ini menambahkan, pihaknya ingin di masa depan perempuan juga terlibat dalam ilmu falak. Bisa juga dalam bentuk rukyatul hilal menjelang ramadhan dan lain sebagainya.

"Perempuan juga perlu diajarkan ilmu falak, selama ini didominasi lelaki saja. Pesantren kita dari dulu terkenal dengan memberikan akses kepada perempuan untuk berprestasi. Pondok pesantren puteri pertama di Indonesia ya di sini," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
Senin 8 April 2019 19:30 WIB
Lancarnya Pelaksanaan UNBK di Pesantren Darul Ulum Jombang
Lancarnya Pelaksanaan UNBK di Pesantren Darul Ulum Jombang
MAN 2 Jombang di Pesantren Darul Ulum, Peterongan.
Jombang, NU Online
Setelah jeda tiga hari, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Atas dilanjutkan kembali hari ini. Termasuk di MAN 2 Jombang yang berada di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur.

Dalam pantauan NU Online di laboratorium komputer (labkom) nampak peserta ujian duduk rapi, menghadap layar CPU (Central Processing Unit). Suasana hening sesekali diselingi suara mouse dalam genggaman jemari tangan peserta. 

Hal tersebut menandakan mereka yakin dengan pilihan jawaban. Namun ada juga yang pandanganya menatap layar datar dengan penuh kecermatan, berhati-hati dan penuh keyakinan. Mereka berikhtiar memilih jawaban yang dianggap paling benar.

"Hari ini adalah terakhir pelaksanaan UNBK dengan jadwal mata pelajaran pilihan untuk jurusan agama ada beberapa pilihan, yaitu fiqih, usul fiqih, ilmu tafsir dan ilmu hadits. Pilihan terbanyak adalah pelajaran fiqih,” kata panitia penyelenggara, Ning Ifadatun Nur Aida, Senin (8/4).

Sementara itu Nafi'ah selaku panitia sub rayon menuturkan pelaksanaan UNBK di MAN 2 Jombang disediakan empat labkom yang dibagi menjadi tiga sesi.  Yang pertama pukul 07.30 hingga 09.30, kedua 10.30 sampai 12.30, serta terakhir 14.00 hingga 16.00 WIB.

“Hal itu karen memang ada sub-sub rayon dari sekolah lain bergabung di sini,” tandasnya.

Sedangkan Iqbal Muhammad, peserta UNBK sesi dua seusai keluar dari labkom mengemukakan ada beberapa soal yang membutuhkan pemikiran ekstra. “Tapi alhamdulillah bisa dikerjakan, semoga hasilnya memuaskan,” ujar peserta yang mengambil pelajaran pilihan ilmu tafsir ini penuh harap.

Pengalaman hampir sama disampaikan proktor atau teknisi. "Alhamdulillah, selama UNBK berlangsung akses jaringan internet lancar, perangkat shofware pun tak mengalami kendala berarti,” ungkap M Khozin. Memang ada hal kecil yang rusak seperti kabel keyboard dan mouse yang kurang menancap, tapi secepatnya dapat diatasi, lanjutnya.

Sedangkan Nur Cholila dan Puspita selaku pengawas UNBK mengemukakan bahwa pelaksanaan UNBK di MAN 2 Jombang sesuai harapan. “Tertib dan lancar, serta para peserta terlihat mengerjakan dengan khidmat dan nyaman,” pungkasnya. (Madkim/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG