IMG-LOGO
Daerah

Bupati Tegal: MTQ Bukan Sekedar Lomba, Tapi Bangun Mentalitas

Jumat 12 April 2019 21:0 WIB
Bagikan:
Bupati Tegal: MTQ Bukan Sekedar Lomba, Tapi Bangun Mentalitas
Pembukaan MTQ Pelajar Kabupaten Tegal, Jateng
Tegal, NU Online
Bupati Tegal Hj Umi Azizah mengatakan, MTQ bukan semata-mata ajang perlombaan membaca dan menghafal kitab suci Al-Qur’an, tetapi sarana membangun mentalitas, spiritualitas lewat pemahaman dan pengamalan nilai kebajikan yang terkandung dalam Al-Qur'an.

"MTQ juga bisa menjadi ajang silaturahmi atau sarana untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah sekaligus media untuk menunjukan bahwa islam itu indah dan damai," katanya.

Hal itu disampaikan Bupati Tegal melalui Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab Tegal H Moh Nur Makmun  saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kabupaten Tegal 2019, Kamis (11/4/2019) di Aula MAN 1 Tegal. 

Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti sekarang seiring dengan berkembangnya pandangan dan gerakan yang menjurus pada disintegritas bangsa, di sinilah peran penting para ulama, santri, qari dan qariah mengamalkan keilmuannya.

Dalam kesempatan itu Bupati Tegal berpesan agar selalu jaga perdamaian, persatuan dan persaudaraan, dan tetap santun, saling menghormati serta menghargai demi untuk kepentingan bangsa.

Kepala Bagian Kesejahteraan rakyat Fakihurrohim kepada NU Online, Jum'at (12/4) mengatakan, Kabupaten Tegal tahun 2019 dilombakan 15 Cabang, di antaranya Tartil SD/MI, SMP/MTs dan SLTA/SMK/MA, Tilawah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dan Cabang Tahfidzul Quran. Sedangkan golongan umum, antara lain tilawah anak-anak dan golongan dewasa serta cabang Hifdzil Qur'an.

"Kepada Qori/Qoriah terbaik mendapatkan uang pembinaan masing-masing terbaik 1 sebesar Rp 1,5 juta, terbaik 2 Rp 1,25 Juta  dan terbaik 3 Rp. 1 juta," terang Fakih.

Fakih menambahkan, Kabupaten Tegal pernah menjadi juara umum tingkat provinsi di tahun 2017, dan di MTQ tahun kemarin di Kebumen mendapat ranking 5 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Harapannya wakil yang nanti juara dan dikirim ke ajang provinsi bisa mengharumkan nama baik kabupaten Tegal. 

MTQ Kabupaten Tegal 2019 mengusung tema membentuk kepribadian masyarakat yang cinta Al-Qur'an dan mengamalkan Al-Qur'an demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tegal yang sejahtera, mandiri, unggul, berbudaya, dan ber akhlak mulia. (Nurkhasan/Muiz)
Bagikan:
Jumat 12 April 2019 22:0 WIB
PMII Tangerang Ajak Warga Sukseskan Pemilu
PMII Tangerang Ajak Warga Sukseskan Pemilu
PMII Tangerang diskusikan partisimasyarakat dalam Pemilu.
Tangerang, NU Online
Mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Tangerang, Banten, mengajak masyarakat untuk terus mengotimalkan kualitas demokrasi di Indonesia. Upaya itu dilakukan dalam rangka merespons munculnya berbagai isu yang kerap menjadi perbincangan di masyarakat dan berpotensi ketidak mauan masyarakat untuk ikut terlibat di Pemilu 2019.

Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tangerang Raya, Eggy J Pamungkas mengatakan, salah satu indikator mendasar untuk menyukseskan berjalannya demokrasi adalah keterlibatan penuh masyarakat.

Ia menilai, tolok ukur paling dasar dalam keberhasilan Pemilu yakni masyarakat senang dan tenang dalam menjalankan aktifitas sebagai warga negara. Tidak ada yang menekan atau memaksa untuk melakukan hal hal yang tidak sesuai dengan kemauan masyarakat.

"Untuk itu kami mahasiswa mahasiswa NU di Tangerang bersama masyarakat terus meningkatkan peran kami dalam mengawasi atau memantau jalannya kontestasi demokrasi, bagi kami ini merupakan hal yang sangat penting dalam terselenggaranya Pemilu," kaya Egi kepada NU Online, Jumat (12/3).

Ia mengungkapkan, ajakan kepada masyarakat dilakukan PMII dengan menyelenggarakan diskusi kebangsaan, sosalisasi dari kelurahan ke kelurahan dan terjun langsung ke rumah rumah warga. "PMII Tangerang akan ikut andil berpartisipasi dalam memantau jalannya Pemilu," ucapnya.

Keterlibatan dan partisipasi masyarakat, kata Egy, juga menjadi hal yang mendasar karena demokrasi berkaitan dengan nilai nilai kebangsaan dan ke Indonesiaan lima tahun mendatang. "Untuk itu, penting kiranya masyarakat untuk mengambil peran di ajang Pemilu 2019 dengan ikut memilih," tutupnya. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Jumat 12 April 2019 21:30 WIB
Keliling Kampung, Ansor Pandeglang Berkomitmen Jaga Aswaja
Keliling Kampung, Ansor Pandeglang Berkomitmen Jaga Aswaja
Pengajian Ansor Pandeglang di Masjid Nurul Hidayah.
Pandeglang, NU Online
Sejak Senin (7/4) lalu Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pandeglang melakukan pengajian di sejumlah wilayah di Pandeglang, Banten. Kegiatan yang digagas para pengurus Ansor Kabupaten Pandeglang tersebut dilaksanakan dalam rangka Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani dan Peringatan Isra' Mi’raj yang akan mencapai puncaknya Sabtu (12/4) besok.

Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Pandeglang, Lukmanul Hakim, mengatakan pengajian dipusatkan di masjid-masjid, majelis taklim, dan pondok pesantren. Di antara lokasi pengajian adalah Masjid Nurul Hidayah di Ciawi Kecamatan Patia, Masjid Daarussalamah Kecamatan Cikedal, Masjid Baitusyukur Kecamatan Panimbang.

Masjid lainnya, Hiayatul Ikhsan Kecamatan Sobang, Masjid Al-Mu’min Kecamatan Cikeusik, Majlis Nurul Falah Kecamatan Picung, Masjid Al-Furqon Kecamatan Munjul, Masjid Riyadhush Sholihin Kecamatan Cibaliung, Masjid Al-Fatah Kecamatan Cibitung dan Pondok Pesantren Kecamatan Labuan.  

Lukmanul Hakim menambahkan kegiatan diselenggarakan untuk menguatkan nilai-nilai tabaruk yang diajarkan Ahlussunnah wal Jama'ah. Menurutnya, tabaruk atau ngalap berkah merupakan salah satu bentuk praktik tawasul yang diperintahkan di dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 35.

"Pandangan kami tabaruk adalah salah satu doa kepada Allah agar cita-cita mulia kami untuk agama, bangsa, dan negara bisa diwujudkan. Dan doa ini, insyallah akan lebih mudah jika dilakukan secara bersama-sama apalagi dengan para kiai sepuh di masyarakat," kata Lukman saat dikonfirmasi, Jumat (12/3) siang.

Rangkaian kegiatan diisi juga dengan kegiatan sosialisasi Ansor di masyarakat. Sebab, kata dia, di era kini Ansor menjadi organisasi yang kerap disudutkan oleh sebagian kelompok. Ia ingin membuktikan bahwa cita-cita Ansor adalah untuk kebaikan masyarakat, agama, dan negara melalui penjagaan haluan yakni akidah Ahlussunah wal Jama'ah.

"Termasuk menjadi wadah bagi para pemuda untuk belajar, mengabdi dan berjuang atas nama hubbul wathan minal iman," tegasnya.

Untuk itu, Lukman, berharap ada komitmen kuat dari masyarakat untuk sama sama menjaga Indonesia dari ancaman global.

Pihaknya juga berdoa agar Pemilu 2019 berjalan dengan aman, damai, dan lancar, serta dapat terlaksana dengan riang gembira. (Abdul Rahman Ahdori/Kendi Setiawan)
Jumat 12 April 2019 20:0 WIB
LTNNU Sulsel Garap Literasi Pesantren dan Islam Moderat
LTNNU Sulsel Garap Literasi Pesantren dan Islam Moderat
PW LTNNU Sulawesi Selatan usai rapat koordinasi.
Makassar, NU Online
Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Sulawesi Selatan (Sulsel) masa khidmah 2019-2023 menggelar rapat pengurus. Kegiatan dilaksanakan di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat, (12/4).

PW LTNNU Sulsel yang merupakan salah satu lembaga di bawah naungan NU yang fokus dibidang penulisan, penerbitan dan penerjemahan itu, dalam kegiatannya membahas sejumlah hal. Utamanya terkait pembentukan tim kerja. 

"LTNNU Sulsel merekrut beberapa sumber daya manusia profesional warga NU yang nantinya menjadi tim dalam penguatan literasi dan penerbitan, juga dalam kaitan pengembangan lembaga ke depan," kata Ketua PW LTNNU Sulsel, Syamsul Rijal Adhan.

Lanjut Ijal, sapaan akrabnya, pengurus mengedepankan wacana Islam moderat di tengah masyarakat melalui penulisan dan penerbitan yang dilakukan. “Penguatan literasi Islam moderat disandingkan dengan ide kebangsaan, sosial, lingkungan hidup, perempuan, dan tema-tema aktual lainnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, kepengurusan fokus pada upaya penguatan literasi moderasi Islam, pesantren dan ulama. “Yaitu sebuah gerakan dengan bingkai ide kebangsaan yang telah lama menjadi warisan pemikiran dan tumbuh dalam sikap keberagamaan khas Indonesia," kata peneliti Balitbang Agama itu.

Dirinya beharap hadirnya PW LTNNU Sulsel dapat merangsang literasi bagi warga NU yang dapat dikemas melalui perangkat digital. “Sehingga dengan mudah diakses oleh masyarakat dengan pembaca yang lebih luas,” terangnya.

Ijal menjelaskan bahwa anggotanya yang tersebar lintas profesi. “Diharapkan dapat berkhidmat dalam mengawal literasi di kalangan nahdliyin," tandasnya.

Selama rapat berlangsung muncul sejumlah ide. Di antaranya segera menggarap sejumlah penulisan yakni, literasi pesantren, naskah klasik yang menjadi pemikiran khas Indonesia dan sejarah ulama, lima tahun ke depan.  (Ahmad Arfah Mubasyarah/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG