Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kaji Soal USBN Sudutkan Banser, LBH Ansor Jabar Akan Lapor Kepolisian

Kaji Soal USBN Sudutkan Banser, LBH Ansor Jabar Akan Lapor Kepolisian

Jakarta, NU Online
Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Bahasa Indonesia SMP di Garut, Jawa Barat dinilai menyudutkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Hal itu mengingat narasi yang dibangun adalah pembubaran organisasi.

Mengenai peristiwa tersebut, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat berencana melaporkannya ke pihak Kepolisian.

"Kami sudah meminta LBH Ansor Jabar untuk mengkaji persoalan kalimat yang tertulis di test ujian di Garut," kata Deni Ahmad Haidar, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, kepada NU Online pada Sabtu (13/4).

Saat ini LBH Ansor Jabar, kata Deni, tengah melakukan kajian dengan mengumpulkan semua bukti dan berkoordinasi dengan stakeholders (pihak terkait) di Garut.


Deni menjelaskan bahwa rencana laporan ke pihak Kepolisian ini mengingat Ansor Jabar melihat adanya niat dan upaya yang sengaja dilakukan untuk menyudutkan organisasi pemuda NU.

"Kita melihat ada niat jahat untuk mendiskreditkan Ansor-Banser karena secara sengaja memilih diksi-diksi yang bernada menyudutkan dan ada unsur ujaran kebencian," terangnya.

Padahal, lanjut Deni, masih banyak kalimat-kalimat yang bisa dijadikan contoh di media untuk soal-soal dalam ujian sekolah tersebut. Lebih jauh, Deni juga melihat adanya upaya stigmatisasi jelek pada ansor dan banser kepada peserta didik melalui narasi soal ujian yang dibuat oleh lembaga terkait.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Garut telah menemui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong. Dalam surat yang ditandatanganinya, Totong meminta Bupati Garut untuk memberikan sanksi kepada Kabid SMP, Kasi Kurikulum SMP, dan Tim Penyusun Soal US SMP. "Nah, kita dorong dulu supaya Bupati Garut memecat mereka yang terlibat," tegas Deni.

Pasalnya, lanjut Deni, tindakan mereka merusak agenda pendidikan nasional secara sistematik strategis. Hal tersebut juga, berbahaya bagi keutuhan dan persatuan bangsa. (Syakir NF/Muhammad Faizin)

Posisi Bawah | Youtube NU Online