IMG-LOGO
Trending Now:
Internasional

Terusir dari Suriah, ISIS Deklarasikan Kekhalifahan di Kongo


Jumat 19 April 2019 19:45 WIB
Bagikan:
Terusir dari Suriah, ISIS Deklarasikan Kekhalifahan di Kongo
Foto: monsterchildren.com
Bovota, NU Online
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim telah melancarkan serangan yang pertama kali di kota Bovota, Kongo, Afrika, pada Kamis (18/4) waktu setempat. Dalam serangan tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah seorang warga sipil dan dua tentara pengamanan gedung Kongres Kongo. 

Seperti dikutip Reuters, Jumat (19/4), ISIS juga mendeklarasikan kekhalifahannya di Provinsi Tengah Afrika, Kongo, usai serangan itu. Kendati demikian, sulit memverifikasi klaim ISIS yang diunggah di situs resmi mereka, Amaq. Karena saat ini ada puluhan kelompok pemberontak dan kelompok ekstremis yang beroperasi di wilayah timur Kongo.

Pemimpin masyarakat sipil setempat David Moaze mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata yang ada, serangan itu diduga dilakukan oleh Pasukan Aliansi Demokrasi (ADF). ADF merupakan kelompok garis keras yang disinyalir memiliki hubungan dengan ISIS.

Sebuah laporan dari kelompok peneliti Universitas New York di Kongo dan Yayasan Bridgeway membeberkan, pada November 2018 lalu ADF telah menerima uang dari seorang donatur yang terkait dengan ISIS. Sesuai dengan hasil laporan tersebut, ada keterkaitan antara satu kelompok pemberontak dan kelompok militan di wilayah Afrika dan sekitarnya.

Lembaga-lembaga anti-teroris dan otoritas Kongo menyebut ADF sebagai dalang di balik serangkaian serangan yang terjadi selama dua tahun terakhir di wilayah timur Kongo. Meski demikian, belum ada bukti yang valid kalau serangan-serangan itu dilakukan ADF. 

Akhir bulan lalu, 23 Maret 2019, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang disokong Amerika Serikat (AS) mengatakan, kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berhasil dikalahkan secara total. Pernyataan itu dikeluarkan menyusul benteng pertahanan terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, telah berhasil ditaklukkan.

“Pasukan Demokrat Suriah mengumumkan penghapusan total apa yang disebut kekhalifahan dan 100 persen kekalahan teritorial Isis (kelompok ISIS)," kata Juru Bicara SDF Mustafa Bali, dalam, dikutip BBC.

Meski kehilangan wilayah kekuasaan, kelompok ISIS dianggap masih menjadi ancaman keamanan dunia. Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) meyakini bahwa ada sekitar 15 ribu hingga 20 ribu pendukung ISIS yang bersenjata. Sebagian besar mereka kini menjadi ‘sel-sel yang tertidur’. Bisa saja mereka nanti membangun kekuatan kembali dan melakukan aksi-aksi teror di wilayah tersebut maupun di negara-negara lainnya. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG