IMG-LOGO
Nasional

Belum Mau Dipanggil Wapres, Kiai Ma'ruf Tunggu Keputusan KPU

Senin 22 April 2019 18:15 WIB
Bagikan:
Belum Mau Dipanggil Wapres, Kiai Ma'ruf Tunggu Keputusan KPU
Jakarta, NU Online
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin belum mau dipanggil Wakil Presiden karena belum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu disampaikan Kiai Ma'ruf menjawab orang-orang yang memanggil dirinya Wakil Presiden.

"Jangan dipanggil Wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU," kata Kiai Ma'ruf di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Kiai Ma'ruf berharap proses rekapitulasi yang sedang berlangsung berjalan lancar dan aman agar Indonesia tetap damai. Rekapitulasi rencananya berlangsung hingga 22 Mei 2019.

Ia juga mengajak warga NU untuk terus mengawal dan merawat Indonesia agar tetap utuh dan tidak terjadi konflik yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Ini tanggung jawab kita bersama di dalam mengawal negara ini supaya tetap bukan saja tetap utuh, tapi juga sejahtera. Jadi namanya aman dan sejahtera," ucapnya.

Lebih lanjut ia menginginkan Indonesia tidak hanya jalan atau eksis, tetapi juga menjadi negara maju. Untuk itu menurutnya, perlu adanya percepatan pembangunan Indonesia.

"Mudah-mudahan Allah berikan kepada bangsa ini proses-proses yang membanggakan, membawa kemaslahatan," ucapnya. 

Hadir pada syukuran itu Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Senin 22 April 2019 23:45 WIB
PBNU Ajak Jaga Keutuhan dan Persatuan Indonesia
PBNU Ajak Jaga Keutuhan dan Persatuan Indonesia
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai pemilu 2019 berlangsung damai dan lancar, meskipun beda pilihan politik yang nantinya ada calon yang mendapat suara terbanyak. Karena itu semua pihak diajak untuk terus memelihara sikapnya yang dewasa dalam berbangsa dan bernegara agar Indonesia tetap utuh. Meskipun pilihan politi

"Maka kita harus jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan NKRI," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Sebab menurut Kiai Said, kesuksesan dalam menjalankan pemilu dengan damai akan menjadi contoh bagi negara-negara lain. Indonesia dengan mayoritas warganya yang menganut Islam mampu berdemokrasi dengan baik.

"Ke depan akan menjadi contoh, akan mendapatkan apresiasi dari dunia internasional. Mayoritas Indonesia penduduknya beragama Islam, mayoritas beragama Islam (organisasinya) Nahdlatul Ulama ternyata mampu berdemokrasi, berhasil berdemokrasi," terangnya.

Selain itu, Kiai Said melanjutkan, kesuksesan pemilu menunjukkan bahwa Islam dan sistem demokrasi tidak bertentangan, bahkan keduanya saling memperkuat. 

"Demokrasi diberi ruh, diberi spirit oleh agama Islam, (dan) Islam diperkuat oleh sistem berdemokrasi, namanya saling memperkuat," ucapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, tidak benar jika ada yang menganggap bahwa Islam menolak demokrasi. Nabi Muhammad dan para sahabat pun, katanya, menggunakan sistem demokrasi. Sebab menjalankan sistem demokrasi diperintah Allah.

"Hanya formulanya beda demokrasi zaman Nabi Muhammad dan sekarang, tapi esensinya sama, yaitu wasyawirhum fil amr," ucapnya.

Oleh karena itu bagi Ahlussunnah wal jamaah, sistem demokrasi menjadi salah satu sistem terbaik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Senin 22 April 2019 23:30 WIB
PBNU Yakin People Power Terkait Hasil Pilpres Tidak Akan Terjadi
PBNU Yakin People Power Terkait Hasil Pilpres Tidak Akan Terjadi
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meyakini people power yang didengungkan oleh pihak tertentu tidak akan terjadi.

“Insyaallah semuanya tidak akan terjadi,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan pada Silaturahim dan Penyampaian Gagasan Kebangsaan PBNU di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (22/4).

Kiai Said yakin karena masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim ini mempunyai Allah, mempunyai Rasulullah. Karenanya, Kiai Said berdoa kepada-Nya dengan wasilah Rasul agar dapat mengatasi berbagai problematika yang terjadi.

“Kita tetap memohon kepada Allah swt dan wasilah kepada Rasulullah agar kita mampu mengatasi segala masalah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Oleh karena itu, dengan berakhirnya Pemilu, Kiai Said mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali bersatu demi NKRI. “Ke depan, mari kita rajut kembali, mari kita perkuat kembali persatuan dan kesatuan kita,” kata Kiai Said.

Sementara itu, mengenai hasil, kiai asal Cirebon itu meminta masyarakat untuk tetap sabar menunggu keputusan resmi penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Pemilu telah selesai, pilpres selesai, kita sabar menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Nasional pada tanggal 22 Mei,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan beberapa jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU. Hadir pula pengurus lembaga dan badan otonom pusat, serta Nahdliyin umum. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Senin 22 April 2019 21:45 WIB
BLK Komunitas MHM Dayamurni Efektif Ciptakan Tenaga Terampil
BLK Komunitas MHM Dayamurni Efektif Ciptakan Tenaga Terampil
Peserta BLK Komunitas di Tubaba.
Tulang Bawang Barat, NU Online
Kerja sama antara Kemenaker dengan pesantren terkait pembangunan BLK Komunitas berbasis pesantren terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren. Dengan adanya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pesantren diharapkan santri dan masyarakat sekitar memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan kerja sehingga menjadi tenaga terampil.

Hal itu disampaikan Ketua BLK Komunitas berbasis pesantren MHM Tulangbawang Barat M Syaifudin, saat penutupan pelatihan, Senin (22/4).

"Sesuai amanah Menaker, beliau titip agar BLK Komunitas tetap hidup dan eksis. Maka kami menggelar pendidikan dan pelatihan selama 30 hari," ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pendidikan agar memanfaatkan BLK Komunitas sehingga akan tercipta angkatan kerja baru yang telah memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki dunia kerja.

Program pemerintah tersebut, menurut Syaifudin akan menunjang percepatan pembangunan karena BLK Komunitas dapat menampung seluruh santri yang nantinya memiliki SDM yang andal.

"Dengan hadirnya BLK Komunitas di ponpes akan sangat efektif mendongkrak angkatan kerja yang terampil dan berkualitas. Sebab para santri memiliki waktu yang leluasa untuk melakukan serangkaian pelatihan kerja yang ada di BLK Komunitas," ungkap Syaifudin.

Sementara peserta pelatihan BLK Komunitas MHM Dayamurni Sutikno mengatakan, dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Karena dengan digelarnya pelatihan oleh BLK Komunitas berbasis pesantren sangat membantu memberikan berbagai keterampilan.

Kejuruan pelatihan yang akan diimplementasikan di BLK Komunitas pada tahun ini meliputi Kejuruan Teknik Otomotif (Teknik Sepeda motor), Kejuruan Teknik Las, dan Kejuruan Processing (Pengolahan hasil pertanian/pengolahan hasil perikanan), namun saat ini baru digelar pelatihan komputer berbasis.

Selain itu, nantinya juga akan digelar pelatihan dengan Kejuruan Wood Working, Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kejuruan Menjahit, Kejuruan Refrigeration dan Teknik Listrik, Kejuruan Industri Kreatif, dan Kejuruan Bahasa.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden RI melalui Kemenaker, karena dengan adanya BLK Komunitas ini, telah terbukti memberikan bekal keterampilan kepada kami. Sehingga kami menjadi tenaga terampil dan siap pakai dalam menghadapi dunia kerja," pungkasnya.

Diketahui usai digelarnya pelatihan di BLK MHM Dayamurni, para santri dan masyarakat sekitar saat ini sudah memiliki keterampilan yakni keterampilan mengoperasikan komputer. (Gati Susanto/Kendi Setiawan)
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG