IMG-LOGO
Internasional

Negara-negara APO Bahas Efek Teknologi dan Produktivitas di Sektor Kesehatan

Selasa 23 April 2019 17:15 WIB
Bagikan:
Negara-negara APO Bahas Efek Teknologi dan Produktivitas di Sektor Kesehatan
Jakarta, NU Online
Sebanyak 25 orang delegasi dari 13 negara anggota Association Productivity Organization (APO) membahas efek teknologi pada produktivitas sektor kesehatan dan menganalisis kebijakan produktivitas di sektor kesehatan khususnya negara anggota APO. 

Pembahasan ini dilakukan seiring terjadinya teknologi di era Industri 4.0 telah memunculkan fenomena multimedia dan online untuk penegakan produktivitas, terutama di sektor jasa. 

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk membahas efek teknologi pada produktivitas sektor kesehatan dan menganalisis kebijakan produktivitas di sektor kesehatan khususnya negara anggota APO," kata APO Alternate Director, Kunjung Masehat saat membuka Training Course on Smart Service and Technology for Health Sector di Jakarta, Senin (22/4).

Kunjung menjelaskan ada empat bahasan utama dalam pertemuan APO ini yaitu dampak teknologi di sektor pelayanan kesehatan yakni tentang pemahaman mengenai Industri 4. 0 fenomena dan dampaknya pada gaya hidup dan kesehatan industri. 

Kedua, belajar tentang layanan dan teknologi pintar di sektor kesehatan yang efektif dalam merespons fenomena Industri 4. 0. Ketiga berbagi praktek terbaik tentang layanan cerdas dan teknologi inovatif untuk peningkatan produktivitas sektor kesehatan. 

Keempat membahas inisiatif peningkatan produktivitas di sektor kesehatan dan juga yang baru muncul dan tren masa depan yang berdampak pada sektor kesehatan di negara-negara anggota APO. 

"Metode pembelajaran training yaitu presentasi, berbagi praktik terbaik dan kisah sukses, diskusi kelompok, presentasi rencana aksi individu serta study banding di UPT Sel Punca, RSCM Universitas Indonesia dan PT Kalbe," kata Kunjung.

Kunjung Masehat menambahkan melalui pelatihan peserta juga akan memiliki peluang untuk mempelajari lebih lanjut tentang layanan dan teknologi mutakhir dan berbagai informasi tentang tren masa depan dalam layanan dan teknologi untuk peningkatan produktivitas sektor kesehatan.

"Kami harap peserta dapat lebih memahami dan memperkaya pemikiran-pemikiran serta langkah-langkah yang akan diimplementasikan dalam mengantisipasi perubahan teknologi Smart Service and Technology For Health Sector untuk kepentingan kesejahteraan nasional masyarakat Indonesia serta negara anggota lainnya," kata  Kunjung yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut.

Training Course on Smart Service and Technology for Health Sector yang digelar selama lima hari (22 – 26 April) diikuti tiga narasumber profesional yakni Harnek Singh (Singapura), Hideyuki Ezaki (Jepang), Carlo (Inggris), dan 1 Orang Program Officer Asian Productivity Organization Mr. Jun Hoo Kim.

Jun Hoo Kim mengatakan tujuan pelaksanaan training ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan para peserta training dan sebagai studi banding bagaimana perkembangan teknologi kesehatan dalam merespon kebutuhan para pasien atau kalangan praktisi kesehatan untuk menangani dalam menyelamatkan kehidupan dengan lebih efektif dan efisien.

"Serta menyusun rencana aksi nyata dan penerapannya oleh para peserta masing-masing negara," katanya.

APO merupakan suatu organisasi produktivitas di Asia Pasifik non-profit, non-politik dan non-diskriminatif, yang berdiri sejak tahun 1968. APO telah melakukan program yang mempromosikan penggunaan teknologi pintar yang memberikan dampak positif pada produktivitas berkelanjutan dan ekonomi secara keseluruhan. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Selasa 23 April 2019 23:30 WIB
Liga Arab Tolak Usulan AS soal ‘Kesepakatan Abad Ini’
Liga Arab Tolak Usulan AS soal ‘Kesepakatan Abad Ini’
Peta Palestina dan Israel.
Kairo, NU Online
Pada akhir tahun lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan meresmikan ‘Kesepakatan Abad Ini’ untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina beberapa bulan mendatang. Pernyataan itu disampaikan Trump ketika bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York.

Pada saat itu, Trump menegaskan dukungannya kepada Israel dan menyatakan kebijakan dua negara sebagai adalah kebijakan yang terbaik untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Sampai saat ini, AS memang belum merilis detail tentang ‘Kesepakatan Abad Ini’. Namun media-media AS melaporkan bahwa dalam kebijakan itu Palestina hanya akan diakui sebagai wilayah istimewa dan menjadi bagian Israel, bukan negara yang merdeka. 

Dalam kebijakan ‘Kesepakatan Abad Ini’ diperkirakan AS juga akan menyerahkan pengelolaan Yerusalem Timur kepada Israel dan memastikan keberlangsungan permukinan Israel di Tepi Barat.

Para menteri luar negeri Liga Arab menolak segala bentuk kebijakan atau rencana yang tidak menghormati hak-hak rakyat Palestina. Sebagaimana diberitakan kantor berita Anadolu, Senin (22/4), Liga Arab menilai, rencana ‘Kebijakan Abad Ini’ usulan AS tidak akan pernah memberikan perdamaian yang abadi di Timur Tengah. Karena bagaimanapun kebijakan itu tidak memberikan hak-hak rakyat Palestina seperti mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, melepaskan tawanan, dan memberikan kompensasi bagi para pengungsi Palestina.

Pada kesempatan itu, Liga Arab juga mendesak berbagai macam kelompok Palestina untuk membangun rekonsiliasi nasional dan menyelenggarakan pemilihan umum. (Red: Muchlishon)
Selasa 23 April 2019 22:30 WIB
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom di Sri Lanka
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom di Sri Lanka
Tentara berjaga di depan Gereja St. Sebastian Sri Lanka. Foto: Getty Images/AFP
Colombo, NU Online
Kelompok militant Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serentetan serangan bom di sejumlah titik di Sri Lanka pada Hari Paskah, Ahad (21/4) lalu. Pada hari itu, serangan bom terjadi di delapan lokasi di Sri Lanka; tiga di kebaktian gereja, tiga di hotel mewah, satu di luar kebun binatang di selatan Ibu Kota Kolombo, dan satu lagi di pinggiran kota.  

Sebagaimana dikutip AFP, Selasa (23/4), klaim ISIS itu dipublikasikan di media propaganda mereka, Amaq. ISIS membuat klaim itu dua hari setelah aksi teror yang menewaskan ratusan orang itu. “Mereka yang melakukan serangan dengan target anggota koalisi pimpinan Amerika Serikat dan umat Kristen di Sri Lanka kemarin lusa adalah militan kelompok ISIS," kata ISIS. 

Klaim ISIS itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya mengingat tidak ada bukti yang disertakan untuk mendukung klaimnya itu. Mengutip CNN, selama ini kelompok ISIS memang kerap kali mengklaim beberapa kejadian teror yang terjadi di berbagai belahan dunia. Namun nyatanya, klaim ISIS terbukti tidak benar. 

Otoritas setempat melaporkan bahwa hingga saat ini ada 321 orang yang meninggal dan 500 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan bom tersebut. Pihak kepolisian Sri Lanka telah menangkap 40 orang terkait serangkaian serangan bom tersebut. Sebagian besar tersangka yang ditangkap adalah warga negara Sri Lanka.

Wakil Menteri Negara Urusan Pertahanan Ruwan Wijewardene mengungkapkan, serangkaian bom yang terjadi di Sri Lanka merupakan aksi balasan atas teror yang terjadi di dua masjid di Christchurch, New Zealand, pada pertengahan Maret lalu. Pihak pemerintah Sri Lanka mencurigai kelompok kelompok National Thawheeth Jamaath (NJT) sebagai pihak yang melancarkan serangan berdarah itu.

Para pemimpin Muslim di Sri Lanka yang tergabung dalam All Ceylon Jamiyyathuul Ulama (ACJU) -semacam dewan cendekiawan Muslim- mendesak pemerintah agar siapapun yang terlibat dalam aksi itu dijatuh hukuman berat. Pernyataan ini disampaikan menyusul sikap pemerintah Sri Lanka yang enggan memberikan informasi secara lebih rinci tentang para pelaku yang sudah ditangkap. 

"Kami mendorong pemerintah untuk memberikan keamanan bagi semua tempat-tempat ibadah dan memberikan hukuman maksimum terhadap semua orang yang terlibat dalam aksi pengecut ini," kata ACJU, dilansir AFP, Selasa (23/4). (Red: Muchlishon)
Selasa 23 April 2019 19:45 WIB
Tokoh Muslim Sri Lanka Serukan Pelaku Teror Bom Dihukum Maksimal
Tokoh Muslim Sri Lanka Serukan Pelaku Teror Bom Dihukum Maksimal
Foto: AFP/STR
Colombo, NU Online
Para pemimpin Muslim di Sri Lanka yang tergabung dalam All Ceylon Jamiyyathuul Ulama (ACJU) -semacam dewan cendekiawan Muslim- menyampaikan belasungkawa atas terjadinya teror bom di sejumlah gereja dan hotel di negara itu. Mereka juga mengaku siap memberikan uluran tangan persahabatan dan solidaritas bagi warga umat Nasrani. 

ACJU menilai, teror bom yang terjadi di Sri Lanka pada Minggu Paskah lalu adalah tindakan pengecut. Mereka meminta agar siapapun yang terlibat dalam aksi itu dijatuh hukuman berat. Pernyataan ini disampaikan menyusul sikap pemerintah Sri Lanka yang enggan memberikan informasi secara lebih rinci tentang para pelaku yang sudah ditangkap. Dilaporkan bahwa sejauh ini ada 40 orang yang ditangkap terkait dengan teror bom di Sri Lanka.

"Kami mendorong pemerintah untuk memberikan keamanan bagi semua tempat-tempat ibadah dan memberikan hukuman maksimum terhadap semua orang yang terlibat dalam aksi pengecut ini," kata ACJU, dilansir AFP, Selasa (23/4).

ACJU menyebut, setelah terjadi teror bom di sejumlah titik di Sri Lanka pihaknya telah bertemu dengan Uskup Agung Colombo, Kardinal Malcolm Ranjith. Sebagaimana diketahui, pada Minggu Paskah kemarin terjadi serangan bom di delapan lokasi di Sri Lanka; tiga di kebaktian gereja, tiga di hotel, satu di luar kebun binatang di selatan Ibu Kota Kolombo, dan satu lagi di pinggiran kota. Akibatnya, sedikitnya 310 orang meninggal dunia dan 500 orang lainnya terluka, termasuk luka parah. Jumlah itu kemungkinan masih akan bertambah.

Hal yang sama juga dilakukan Dewan Syura Nasional (NSC) Sri Lanka. Majelis yang beranggotakan 18 organisasi Muslim di Sri Lanka itu mengucapkan belasungkawa atas terjadinya teror bom di negeri itu. Mereka mendorong pemerintah Sri Lanka agar mengusut tuntas siapa dalang di balik teror bom yang menyebabkan ratusan orang meninggal itu. 

“Melakukan semua hal yang mungkin dalam upaya-upaya menangkap biang keladinya siapa pun itu dan dari komunitas mana saja mereka berasal," tegas Dewan Syura Nasional Sri Lanka kepada pemerintah. 

Sekitar 40 orang yang ditangkap terkait serangkaian teror bom diidentifikasi sebagai warga negara Sri Lanka. Hingga kini, identitas detail mereka belum diungkap. Otoritas setempat menyebut kalau para tersangka tersebut berasal dari satu kelompok radikal. Namun tidak disebutkan nama kelompoknya. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG