IMG-LOGO
Humor

Banjir Jakarta, Siapa Salah?

Senin 29 April 2019 13:40 WIB
Bagikan:
Banjir Jakarta, Siapa Salah?
Ilustrasi humor
Salah satu ironi DKI Jakarta sebagai ibu kota negara ialah kerap dihantam banjir. Bencana banjir di ibu kota merupakan problem klasik sekaligus pelik. Siapa gubernurnya, siap-siap menjadi sorotan.

Di tengah warga ibu kota sedang merana karena banjir, para mantan gubernur DKI berdebat deras seperti aliran air yang sedang melanda Jakarta.

Bang Y: “Zaman saya banjir di Jakarta kagak sebesar ini lho...”

Bang F: “Apalagi pada masa-masa saya bang, banjir kagak pernah separah ini.”

Bang J: “Banyak yang melihat bahwa transferan air dari daerah sekitar Jakarta menjadi penyebab banjir. Era saya semua kali dikeruk dan dirapikan, saluran air dipastikan bersih dan lancar. Hasilnya, banjir pun ndak ada.

Bang B: “Tak cukup dengan semua itu, hunian-hunian liar di bantaran kali juga perlu ditindak tegas agar kali tak kumuh. Hasilnya, di zaman saya banjir hanya terjadi di beberapa titik, itu pun tak separah dan seluas sekarang.”

Melihat percakapan para mantan gubernur tersebut, salah seorang warga Jakarta berinisial M hanya menanggapi singkat.

“Saya cuma heran, di era sekarang banjir parah dan terjadi di mana-mana. Semua menyalahkan dan mem-bully sang gubernur, padahal dia memang belum bekerja.” (Ahmad)
Tags:
Bagikan:
Senin 29 April 2019 20:30 WIB
Menang Pemilihan Caleg
Menang Pemilihan Caleg
Ilustrasi humor
Pemilihan legislatif telah usai berbarengan dengan pemilihan presiden 17 April lalu. Sedikit banyak hasil sudah terlihat.

Begitu juga dengan masing-masing calon legislatif yang telah mengantongi informasi suara dari masyartakat yang memilihnya.

Caleg berinisal F dari dapil salah satu daerah di Jawa Barat melompat-lompat kegirangan setelah mengetahui dukungan dari suara yang masuk untuk dirinya.

Politikus tersebut berkata kepada istrinya, "Kamu harus mengucapkan selamat kepadaku, pemilu kali ini aku terpilih."

"Kamu tidak berbohong kepadaku kan?" tanya sang istri.

"Tentu saja sayang, kali ini aku tidak berbohong,” ucapnya. (Fathoni)
Jumat 19 April 2019 8:45 WIB
Hasil Pemilihan Presiden
Hasil Pemilihan Presiden
Ilustrasi humor
Para pensiunan prajurit yang menjadi salah satu unsur tim sukses calon presiden tertentu menghadap untuk melaporkan hasil pemilihan presiden (pilpres).

Seorang ketua rombongan prajurit itu langsung menyampaikan informasi kepada calon presidennya tersebut.

Tidak ada yang berani melaporkan kabar-kabar tidak menyenangkan untuknya meskipun kabar tersebut nyata. Khawatir kena semprot dan gebrakan meja.

Dalam posisi tegak dan hormat, ketua rombongan berkata, “Siap, Pak Presiden!” diikuti oleh anggota lain di belakangnya.

"Saya melaporkan berita yang sangat menggembirakan, Bapak Presiden! Anda memenangkan 97,2 persen di dalam pemilihan presiden secara langsung berdasarkan survei internal. Hanya kurang dari 3 persen yang memilih lawan Anda. Ada perintah?”

Calon presiden itu menjawab: "Berikan kepada saya nama-nama pemilih yang kurang dari 3 persen tadi!" (Ahmad)
Kamis 18 April 2019 19:30 WIB
Quick Count dan Real Count Setelah Nyoblos
Quick Count dan Real Count Setelah Nyoblos
Ilustrasi humor
Pemilu serentak serasa istimewa bagi Waskito. Keluar dari tempat pemungutan suara, ia dan istri serta 3 orang anaknya yang sudah memiliki hak pilih nampak sumringah. Waskito optimis jagoan yang dipilihnya menang.

Karena hari pencobolosan merupakan hari libur nasional, Waskito bersama keluarganya memutuskan jalan-jalan ke sebuah tempat. Waktu sudah mencapai siang hari. Mereka mampir di sebuah warung bernama “Ibu Gito”, warung khas yang menyediakan makanan laut, seafood.

Selesai makan, Waskito memanggil seorang pelayan untuk menghitung semua jenis makanan yang telah dihabiskan dirinya dan keluarganya.

"Berapa semua, Mbak?" tanya Waskito.

"Apa saja yang dimakan pak?"

“Kakap bakar, cumi pedas, sate udang, kerang sambal ijo, kepiting, ditambah cah kangkung, dan lalap,” jawab Waskito.

Si Mbak pelayan terlihat komat-kamit menghitung menu yang telah dimakan Waskito dan keluarganya.

"Terhitung 250 ribu pak. Bayarnya ke kasir ya," ujar Mbak pelayan.

Waskito menuju kasir. Sampai di meja kasir Waskito kembali mengulang menu yang dimakan sekeluarganya.

"Semua 260 ribu, Pak," kata si kasir.

"Lho, kok beda 10 ribu. Kata si mbak tadi 250 ribu?” kata Waskito.

"Owh... itu kan hitung cepat (quick count), Pak. Hitungan asli (real count) ada di saya. Errornya cuma 1 persen kok pak," jawab si kasir enteng. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG