IMG-LOGO
Pemberdayaan

Setahun Koin NU Menyapa Sidempuan


Jumat 3 Mei 2019 12:30 WIB
Bagikan:
Setahun Koin NU Menyapa Sidempuan
Bantuan warga yang sakit, salah satu program Koin NU di Padangsidempuan.
Jakarta, NU Online
Sejak setahun lalu, gerakan kotak infak (Koin) NU juga diprogramkan oleh NU Care-LAZISNU Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Akhir April kemarin, NU Care-LAZISNU Padang Sidempuan melaporkan kinerja Koin NU di Tabagsel periode 4 Maret 2018 hingga 30 April 2019 dengan sejumlah program yang dijalankan.

Ketua NU Care-LAZISNU Kota Padangsidempuan, Zulpan Harahap mengatakan selama setahun ini, jumlah kotak Koin NU yang disebarkan kepada masyarakat sebanyak 963 kotak.

"Beberapa program yang dijalankan adalah kursus Bahasa Inggris gratis, Bimbingan Belajar Gratis, dan Pesantren Kilat Gratis; Pelatihan Staf Pengajar dan Bimbingan CPNS, Bimbingan Kewirusahaan, Bimbingan Karakter; Santunan dan Pembinaan Rutin kepada Fakir, Miskin, Anak Yatim Piatu, Jompo, dan Muallaf," terangnya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (3/5) pagi.

Program lainnya pemberian Modal Usaha Rumahan dan Usaha Kecil tanpa Bunga, Tanpa Biaya, Tanpa Administrasi; Memerangi riba dengan Pinjaman Tanpa Bunga, Jula-jula tanpa Biaya'; Peduli Pengajian Anak-anak di Rumah-rumah, Peduli Guru Ngaji dan Fisabilillah; Pembinaan Kelompok Tani, organisasi dan individu untuk membuat kebun jagung, ubi, kacang-Kacangan, dan rempah; Pembinaan Perikanan untuk Budi Daya Ikan Mas, Lele, Nila, dan Belut.

"Selain itu pembinaan dan analisis SWOT Abang Becak dan Peremajaan Becak; serta sosialisasi gemar infak, sedekah, zakat, wakaf kepada pengusaha dan masyarakat melalui LAZISNU," lanjut Zulpan.

Zulpan mengatakan LAZISNU Kota Sidempuan, menghadapi keterbatasan seperti dana, tenaga, dan fasilitas serta luasnya kawasan kota. Namun pihaknya menegaskan akan terus melaksanakan program-program tersebut. Ia pun mengajak warga NU di Tabagsel untuk terus terus peduli kepada umat, sehingga memberi manfaat yang sebaik-baiknya bagi sesama.

"Terus membersihkan diri, keluarga, harta, dan jiwa dengan berinfak, sedekah, zakat kepada LAZISNU Kota Padangsidempuan dengan cara diantar langsung, dijemput, atau transfer," ajaknya.

Kota Padangsidempuan termasuk dalam wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Tabagsel sendiri terdiri dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas.

Penyebutan nama LAZISNU Tabagsel, kata Zulpan, sebenarnya karena LAZISNU di Tabagsel ini baru ada di PCNU Kota Padangsidempuan. "Mengambil nama LAZISNU Tabagsel tujuannya agar sahabat-sahabat dari kabupaten-kabupaten tersebut mau berkiprah mengaktifkan LAZISNU di seluruh PCNU yang ada di Tabagsel," ujarnya. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG