IMG-LOGO
Daerah

Bibit Sastrawan Muncul dari Nuris Jember

Senin 13 Mei 2019 13:30 WIB
Bagikan:
Bibit Sastrawan Muncul dari Nuris Jember

Jember, NU Online
Anggapan bahwa santri hanya berkutat dalam bidang ilmu agama, tidak selalu benar. Setidaknya, Devita Maharani Yovanda mampu mematahkan anggapan tersebut. Siswi kelas VIII C SMP Nuris,  Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur itu malah mahir membuat puisi. Bahkan karyanya yang berjudul Bianglala untuk Ibu mampu meraih juara favorit I dalam Sayembara Puisi dan Esai 2019 di di STIKEN Jayanegara, Malang, akhir bulan lalu. Artinya di lomba tingkat nasional itu, karya Devita masuk dalam 4 besar.

“Saya bersyukur bisa masuk 4 besar nasional. Itu berkat doa kiai dan dukungan teman-teman semua,” ujar santri Nuris tersebut kepada NU Online di Jember, Senin (13/5).

Dalam membuat puisi, Devita mengaku tidak gampang. Sebab puisi yang bagus bukan sekedar menyusun kata-kata yang indah, tapi juga mampu menyentuh emosi pembaca. Bianglala untuk Ibu akhirnya lolos di internal Nuris, sehingga langsung dikirim ke panitia lomba via online.

“Akhirnya via instagram panitia, diketahui karya saya juara,” jelasnya.

Devita menambahkan, tema lomba yang diberikan panitia bebas sehingga dirinya bisa berkreasi sesuai dengan pengalaman dan penguasaan diksi yang dipahaminya. Ia mengaku ide Bianglala untuk Ibu berawal dari sosok ibunya  yang selalu menjadi teladan baginya, dan memberikan kasih sayang tak terhingga. Selalu mendukung bakat dan minatnya.

“Alhamdulillah, ini juga untuk ibuku, semoga puisi ini sebagai doa untuk beliau,” imbuhnya.

Kepala SMP Nuris Jember, Gus Rahmatullah Rijal turut mengapresiasi prestasi anak didiknya. “Kami tentu bersyukur akhirnya siswa kami tembus juara nasional melalui karya literasi. Saya berterima kasih kepada guru pembina, dan tim penjamin mutu Yayasan Nurul Islam Jember yang terus menumbuhkan motivasi dan membuat anak-anak berprestasi. Kami berharap Nuris jadi persemaian bibit sastrawan,” ungkapnya. (Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Senin 13 Mei 2019 23:45 WIB
FKIP UIM Berbagi Takjil ke Pengguna Jalan
FKIP UIM Berbagi Takjil ke Pengguna Jalan
Makassar, NU Online
Bulan suci Ramadan adalah bulan yang mulia, di dalamnya segala kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Umat Islam berlomba-lomba melakukan kegiatan pada bulan tersebut, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar (FKIP UIM).

Tepat di depan kampus yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 9 No 29 Kecamatan Tamalanrea tersebut, sivitas akademika FKIP UIM membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas pada Senin (13/5).

Dekan FKIP UIM HM Arfah Shiddiq mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk sosialisasi kepada masyarakat dan menjadi agenda rutin setiap tahun ketika bulan Ramadan.

"Selain sosialisasi, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian kepada masyarakat dengan bersedekah, khusunya pengguna jalan yang berpuasa dan masih beraktivitas di luar, agar dapat menyegerakan berbuka ketika masuk waktunya," imbuh Arfah.

Setelah berbagi takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara sivitas akademika di Gedung FKIP UIM Lantai 1.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan FKIP UIM, Ketua Program Studi dan dosen di lingkup FKIP UIM, staf dan pengurus lembaga mahasiswa yang terdiri dari Senat Mahasiswa dan pengurus Himpunan Mahasiswa. (Muh Nur/Kendi Setiawan)
Senin 13 Mei 2019 22:15 WIB
Tentang Hadits Nabi, 'Yang Lebih Berbahaya Daripada Dajjal'
Tentang Hadits Nabi, 'Yang Lebih Berbahaya Daripada Dajjal'
Kiai Muhammad Idris
Banjar, NU Online 
Dalam kajian kitab Bidayatul Hidayah di Masjid Al-Edros Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Ahad (12/5), Kiai Muhammad Idris menjelaskan, ada makhluk yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah Saw ketimbang dajjal.

"أنا من غير الدجال أخوف عليكم من الدجال فقيل: وما هو يارسول الله؟، فقال: علماء السوء"

"Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal. Beliau kemudian ditanya, Apa itu wahai Rasulullah?` Beliau menjawab, ulama su` (buruk)."

Ulama su', kata Kiai Idris, adalah ulama akhir zaman yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah Saw ketimbang dajjal. Sebab, dajjal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama ini, walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.

Ulama su' mempergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta, serta untuk berbangga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut. Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi. 

"Bersamaan dengan itu, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus di sisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama. Padahal, ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin," tuturnya.

Dijelaskan pula dalam kitab yang menjelaskan tentang Fiqih Tasawuf tersebut bahwa ulama su' dalam perkataannya tidak sesuai dengan perbuatannya, sehingga dalam Al-Qur'an Allah Swt telah memberikan sebuah peringatan kepada ulama tersebut.
 
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ" Wahai orang-orang yang beriman. Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tak kalian lakukan?" kata Kiai Idris mengutip Al-Qur'an Surat Ash-Shaff ayat 2.

Di akhir kajian, Kiai Muhammad Idris mengimbau jamaah untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti ulama. Apalagi di zaman sekarang banyak orang-orang yang mengaku sebagai ulama, banyak orang yang baru bisa berbicara di sosial media sudah disebut ulama, padahal keilmuan dan sanad keilmuannya masih dipertanyakan.

Oleh karena itu, kiai Muhammad Idris mengajak kepada para santri untuk mengikuti para ulama yang sudah tidak diragukan keilmuan dan sanad keilmuannya. "Sehingga tidak terperangkap dalam kesesatan ulama su' tersebut," pungkasnya. (Agus Ahmad Fauzi/Kendi Setiawan)

Senin 13 Mei 2019 22:0 WIB
Ansor Pesisir Selatan Berikan Penghargaan pada Bupati
Ansor Pesisir Selatan Berikan Penghargaan pada Bupati
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni (kanan) saat terima penghargaan
Pesisir Selatan, NU Online
Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat Hendrajoni menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pimpinan Wilayah(PW) Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat. 

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pesisir Selatan Khairul Anwar, saat berlangsung Apel pagi rutin, Senin (13/5) di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi pemuda sudah terbukti berbuat untuk kemajuan bangsa dan negara. Untuk itu, ke depan Ansor agar terus berjuang dalam mencapai kemajuan bangsa dan negara. 

"Kader Ansor diminta untuk terus melakukan kebaikan di tengah masyarakat dengan berpedoman kepada Peraturan Dasar (PD) Peraturan Rumah Tangga (PRT) organisasinya," kata Hendrajoni.

Ketua PC GP Ansor Pesisir Selatan Khairul Anwar mengatakan, piagam penghargaan Bintang 9 Award II yang diberikan kepada Bupati Pesisir Selatan ini sudah diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah GP Ansor Sumbar dan Istighosah Untuk Indonesia Damai yang diselenggarakan di aula PWNU Sumbar, Padang pada 30 Maret 2019 lalu. Namun Bupati Pesisir Selatan berhalangan hadir karena bersamaan dengan kegiatan Uda Uni Pesisir Selatan tahun 2019.

"Saya sebagai Ketua PC GP Ansor Pesisir Selatan diamanahkan Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman menyerahkan langsung kepada Bupati Pesisir Selatan. Alhamdulillah, kami serahkan kepada Bapak Bupati Pesisir Selatan pada Apel pagi ini," kata Khairul Anwar.

Mengutip pesan dari Ketua PW GP Ansor Sumbar, Khairul Anwar menyebutkan, berdasarkan pengamatan dari PW GP Ansor Sumbar dan pemberitaan di berbagai media, Bupati Pesisir Selatan merupakan pemimpin yang tegas dan selalu membuat  terobosan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk memajukan daerah Kabupaten Pesisir Selatan. 

Melalui penggerakan sector pariwisata inovatif, Kabupaten Pesisir Selatan yang sebelumnya belum banyak dikenal, sekarang sudah terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan.

"Banyak anak bangsa yang akhir-akhir ini hanya pandai menghujat dan mencaci maki pemimpin, serta menyalahkan. Gerakan Pemuda Ansor memandang bahwa tidak mungkin pemimpin akan menyengsarakan rakyatnya. Atas dasar itu, maka GP Ansor mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemimpin Daerah Kabupaten Pesisir Selatan," kata Khairul Anwar menambahkan. (Armaidi Tanjung/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG