IMG-LOGO
Nasional

Hadapi 22 Mei, PP Ansor: Kita Siap Bantu TNI-Polri

Sabtu 18 Mei 2019 10:30 WIB
Hadapi 22 Mei, PP Ansor: Kita Siap Bantu TNI-Polri
Halaqah kebangsaan Ansor-Banser Kudus, Jateng
Kudus, NU Online
Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ruchman Bashori mengatakan Ansor-Banser adalah pengaman suatu daerah atau wilayah. 

Ia juga mengingatkan pengawalan pascapemilu kepada pengurus GP Ansor agar selalu berkoordinasi dengan TNI-Polri dan pemerintah setempat dalam menjaga keamanan dan stabilitas masyarakat.

“22 Mei yakin Indonesia aman. Ansor-Banser siap mengawal, membantu keamanan bersama TNI-Polri,” serunya di hadapan 1000 kader Ansor-Banser Se-Kabupaten Kudus di The Hill’s Vaganza, Jumat (17/05).

Pada kesempatan itu ia juga menyebut negara Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia. Jumlah TPS sebanyak 801.291 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 185.994.249 dan tersebar di 514 Kabupaten/Kota menurutnya adalah hal yang sangat sulit dicarikan padanannya di dunia.

“Masalah kita hanya pada meninggalnya petugas KPPS yang mencapai 500 jiwa. Dan tentu tidak mudah menangani hajat demokrasi yang sangat besar itu,” ujar Ketua Bidang Pengkaderan PP GP Ansor ini.

Tetapi, lanjutnya, ada persoalan serius yang hari ini menunggangi pemilu kita. Yaitu adanya gerakan transnasional dunia yang masuk ke Indonesia dengan provokasi dan adu domba. Mereka datang ke Indonesia dengan berbagai ‘wajah’. Baik itu partai politik, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, bahkan juga gerakan agama.

“Ada kelompok yang ingin memertanyakan konsensus NKRI. Ada kelompok yang menyatakan truth claim keagamaan. Merasa dirinya paling benar sehingga mengkafirkan yang lain. Ini lah yang harus kita hadapi bersama,” paparnya.

Menurut Ruchman, gerakan itu utamanya dilancarkan melalui media sosial (medsos). Masyarakat dibuat seolah-olah dalam keadaan genting, penuh kecurangan dengan bumbu hoaks, dan ujaran provokatif. Padahal pada kenyataannya sedang baik-baik saja, masyarakat beraktivitas seperti biasa.

“Maka inilah tugas Ansor-Banser untuk menjelaskan kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk meminimalisir perbedaan-perbedaan di medsos. Insyaallah di mana ada Ansor, daerah itu akan aman,” sebutnya diikuti riuh tepuk tangan dari ribuan hadirin.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kudus H Kisbiyanto mengatakan, Ansor-Banser harus tegas terhadap segala bentuk kebatilan. Baginya menjaga keamanan bukan semata soal politik, tetapi juga meminimalisir kemaksiatan, judi, dan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

“Ansor-Banser juga mari berantas itu kemaksiatan, judi, di Kudus. Buktikan kalau Ansor-Banser sebagai pengaman wilayah. Buktikan juga di Kudus cukup Ansor-Banser, tidak usah FPI atau ormas lain,” tegasnya. (Farid/Muiz
Tags:
Sabtu 18 Mei 2019 23:15 WIB
Empat Hal Perlu Disadari dalam Mengawal Kebangsaan
Empat Hal Perlu Disadari dalam Mengawal Kebangsaan
KH Lukman Hakim
Jakarta, NU Online
Direktur Sufi Center Jakarta KH Lukman Hakim menyatakan empat hal yang harus disadari warga Indonesia dalam mengawal kebangsaan. Pertama, minallah atau dari allah. Menurut Kiai Lukman, jika warganya tidak menyadari bahwa kebangsaan ini anugerah dari Allah maka yang terjadi adalah konflik dan perang.

"Oleh karena itu kebangsaan ini harus kita lihat minallah. Mau kita bawa ke mana bangsa ini?" kata Kiai Lukman pada acara dialog kebangsaan dan buka puasa bersama Wakil Ketua MPR RI H Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu (18/5).

Menurut Kiai Lukman, jika hari ini Allah menurunkan ayat Al-Qur'an, maka menggunakan panggilan 'يَا أَيُّهَا النَّاسُ'  (hai manusia) dan bukan 'يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا' (hai orang-orang yang berimana) karena di Indonesia terdapat semua golongan.

Kedua, ilallah (menuju kepada Allah). Terkait hal ini, ia menyatakan kalimat bijak dari Syekh Ibnu ‘Atha’illah As-Sakandari.

لاتَصْحَبْ مَن لايُنهِضُك حالُه، ولايَدُلُّك على الله مقالُه

Artinya: "Janganlah kamu berteman dengan orang yang perilakunya tidak membangkitkanmu menuju Allah Swt, dan ucapannya tidak memberi petunjuk padamu ke jalan Allah."

"Kalau tidak bangkit menuju kepada Allah, celaka betul kita," ucapnya.

Ketiga, ma'allah (bersama Allah). Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lepas dari Allah. Sebab jika sampai lepas, bangsa ini terkena tirai atau hijab yang terdapat kegelapan.

Keempat, lillah (untuk Allah). Ia menyatakan, apa pun karir dan prestasi yang didapatkan bukan untuk Allah, maka menjadi gersang.

"(Kalau tidak untuk Allah) Kita ini berjalan seperti tengkorak gersang dan tiba-tiba menjadi sampah bangsa ini," ucapnya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Sabtu 18 Mei 2019 21:15 WIB
As'ad Said Ali Paparkan Kekuatan NU
As'ad Said Ali Paparkan Kekuatan NU
H As'ad Said Ali pada dialog kebangsaan, Sabtu 18/5 (foto: Ahmad Labieb)
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 H As'ad Said Ali menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama mempunyai kekuatan sebagai pemersatu bangsa karena nilai-nilai yang selalu dipegangnya, seperti toleran dan moderat. Selain itu, NU juga tidak memisahkan antara agama dan budaya.

"Inilah kekuatan NU," kata As'ad pada acara dialog kebangsaan dan buka puasa bersama Wakil Ketua MPR RI H Muhaimin Iskandar di Jakarta, Sabtu (18/5).

Apalagi, menurut As'ad, suara politik warga NU tidak hanya ada di satu partai politik, melainkan di partai-partai politik lain. Hal itu sebagai kenyataan bahwa NU merupakan organisasi masyarakat sipil atau civil society.

"Jadi (NU) semacam civil society yang menyatukan bangsa kita ini. Itulah modal kita," ucapnya.

Menurutnya, karena NU menjadi pemersatu itulah sehingga warganya sudah selayaknya bangga dan tidak perlu takut. Namun demikian, ia menginginkan agar manajemen politik dan dakwah NU menjadi sinkron, sehingga NU mendapat barokah yang lebih besar dari politik.

Sementara pembicara lain KH Ahmad Muwaffiq atau Gus Muwaffiq, mengaku membayangkan lahir sosok santri di masa depan yang menjadi pemimpin negara Indonesia. Menurutnya, sampai hari ini hanya santri yang selalu menyerukan ‘NKRI Harga Mati’. Sementara NKRI harga mati hari ini hanya bisa ditopang oleh orang-orang yang bertakwa.

"Jadi hanya orang bertaqwa yang bisa memimpin negeri hari ini," kata Gus Muwaffiq. 

Adapun pangkat takwa sendiri, sambungnya, diberikan oleh Allah kepada orang-orang mampu menerima perbedaan. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 13.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ­ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ 

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangs­a dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.­ Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
Sabtu 18 Mei 2019 18:41 WIB
MUTIARA HATI
Quraish Shihab: Hijrahlah Tinggalkan yang Salah Menuju yang Benar
Quraish Shihab: Hijrahlah Tinggalkan yang Salah Menuju yang Benar
M. Quraish Shihab (istimewa)
Jakarta, NU Online
Ulama Tafsir Indonesia, Muhammad Quraish Shihab menegaskan bahwa hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang buruk menuju kepada yang lebih baik atau yang baik kepada yang lebih baik.

Hal itu diungkapkan Quraish Shihab dalam program Mutiara Hati SCTV yang dikutip NU Online, Sabtu (18/5). Lewat tema hijrah ini, Prof Quraish menyampaikan cara jika seseorang ingin berhijrah.

"Apabila kita ingin berhijrah, maka tinggalkan segala hal yang buruk. Namun, pilih-pilihlah terlebih dahulu apa yang harus ditinggalkan," tuturnya. 

Lalu mengapa dalam berhijrah kita harus memilih terlebih dahulu apa yang harus ditinggalkan? Menurutnya, karena Islam mengajarkan jangan meninggalkan hal-hal sepele. Tapi, menurutnya, keliru juga jika tetap melakukan hal-hal yang buruk. 

"Berhijrahlah meninggalkan yang salah menuju keyakinan yang benar," jelas Prof Quraish. (Fathoni)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG