IMG-LOGO
Daerah

Tradisi Khataman Al-Qur'an pada Shalat Tarawih di Almunawwir Krapyak

Ahad 26 Mei 2019 4:30 WIB
Bagikan:
Tradisi Khataman Al-Qur'an pada Shalat Tarawih di Almunawwir Krapyak
Khataman 30 Juz Al-Qur'an di Masjid Pesantren Almunawwir, Krapyak, Jumat (24/5)
Yogyakarta, NU Online
Ribuan santri berbaur dengan masyarakat memadati Masjid Jami Almunawwir Krapyak Yogyakarta, Jumat (24/5) malam. Mereka terlihat khusyuk mengikuti khataman Tarawih 30 Juz Al-Qur'an sekaligus memperingati Nuzulul Qur'an. 

Tradisi ini selalu diperingati di setiap malam 20 Ramadhan di Pondok Pesantren Almunawwir Krapyak. Sejak berdiri pada tahun 1911, Pesantren Almunawwir selalu memfokuskan diri dalam pengembangan pendidikan Alquran, baik metode menghapal maupun ragam qiraatnya. 

Meski kurikulum pendidikan pesantren mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari masa ke masa, kendati demikian Pesantren Almunawwir kukuh mempertahankan nilai-nilai tradisi yang sudah ditanamkan oleh pendiri KH M Munawwir bin Abdullah Rasyad sampai sekarang. Seperti halnya tradisi mengkhatamkan Alquran 30 Juz penuh dalam salat tarawih.  

Tradisi seperti ini, adalah tradisi yang tak terpisahkan dari Pondok Pesantren Al Munawwir sejak awal berdirinya. M. Mas’udi Fathurrahaman menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Romo Kyai Qodir yang mengisahkan kehidupan KH Abdul Qodir (ayah dari KH Najib AQ) yang menghabiskan satu setengah juz di setiap Shalat Tarawih. Sehingga, tepat pada malam 20 Ramadan, Al-Qur'an 30 juz seluruhnya bisa khatam, atau selesai terbaca. 

Sebagaimana diwasiatkan oleh Mbah Kiai Munawwir, bahwa hafidz (penghapal dan penjaga) Al-Qur'an yang diakui (mutqin) adalah mereka yang berakhlak baik dan menjadikan hafalan Al-Qur'an sebagai bacaan Shalat Tarawih. Sebab itulah anak keturunan Kiai Munawwir terus menerus menjaga tradisi pembacaan Al-Qur'an dalam Shalat Tarawih ini hingga sekarang.

Bertugas sebagai imam Shalat Tarawih pada Ramadhan 1440 H ini ialah KH R Najib Abdul Qadir Munawwir. Ada dua fase tradisi khataman Shalat Tarawih di Krapyak. Pertama, mulai tanggal 1-20 Ramadhan, ia membaca 1,5 juz Al-Qur'an secara tartil dalam sekali Shalat Tarawih. Kedua, fase ketika ia membaca tiga juz di malam 21-30 Ramadhan.

Selain mengkhatamkan Al-Qur'an dalam Shalat Tarawih, KH Najib Abdul Qadir juga mengkhatamkan Al-Qur'an sekali dalam Ramadhan secara tartil, atau istilah familiarnya ialah talaqqi di Aula G Pesantren Almunawwir. 

Tradisi peringatan khataman Shalat Tarawih di masjid itu sendiri, pertama kali dilaksanakan pada era kepengasuhan KH Ali Maksum.

Terdapat beberapa macam teknik membaca Al-Qur'an menurut kecepatan atau temponya. Pertama, tahqiq, yakni membaca Al-Qur'an dengan lambat agar bisa tepat menempatkan hak-hak huruf yang semestinya, mulai dari makhraj, sifat-sifat huruf, maupun mad-qosr. Cara pembacaan ini dipraktikkan oleh Kiai Najib dalam pengajian Al-Qur'an secara talaqqi sehabis Subuh maupun semaan Al-Qur'an usai Shalat Dzuhur di Pesantren Almunawwir Krapyak.

Kedua, tadwir, yakni bacaan dengan kecepatan sedang, tidak lambat dan tidak pula cepat. Ketiga, hadr atau pembacaan cepat, tetap sesuai dangan kaidah tajwid dan memperhatikan makhraj huruf. Sehingga, tidak ada huruf yang terlipat atau saling tumpang tindih. Sedangkan tempo bacaannya tentu disesuaikan dengan ukuran dan kemampuan qari’. Pembacaan semacam ini dipraktekkan dalam pelaksanaan Shalat Tarawih di Masjid Jami Al-Munawwir Krapyak. (Afrizal Qosim/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Ahad 26 Mei 2019 23:45 WIB
NU Pekalongan Sebut People Power Sesungguhnya adalah Silaturahim
NU Pekalongan Sebut People Power Sesungguhnya adalah Silaturahim
Wakil Rais PCNU Kabupaten Pekalongan, KHM Afnan Hafidz
Pekalongan, NU Online
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaen Pekalongan, Jawa Tengah, KHM Afnan Hafidz mengatakan, people power yang sedang populer didengungkan oleh para politisi sesungguhnya adalah muatan silaturahim yang negatif. 

"Jika itu dimaknai sebagai kekuatan massa dalam berkumpul untuk mengagungkan Allah dan menyambung hubungan akhlak mulia antar sesama manusia, maka itu adalah pentingnya silaturahim," ujarnya.

Demikian disampaikan KH M Afnan Hafidh, saat mengisi hikmah Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) keliling putaran ketiga di Masjid Jami' Al-Bidh, Desa Pait, Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/5). 

Menurutnya, people power di Jakarta muatannya keliru, tapi kalau people power di Masjid Jami' Al Bidh ini muatannya benar, berdzikir dan saling bertemu dari seluruh lapisan masyarakat. "People power yang benar ya seperti ini, silaturahim, berdzikir, dan salim bertemu dengan lapisan masyarakat," jelasnya.

KH Afnan memaparkan, sumber muatan yang salah adalah ambisi dan hawa nafsu yang selalu menolak perintah Allah dan ajakan Rasulullah. 

"Muatan itu bisa apa saja asal benar, sama sama dibawa oleh mobil atau kendaraan, maka jika muatan salah walau kendaraan bagus akan cepat merusak kendaraan yang membawa, akan tetapi jika muatan benar, kendaraan akan tampil dengan benar dan berjalan di jalan yang benar," terangnya.

Dia menjelaskan perbedaan diksi walimah dan resepsi. Walimah dalam operasionalnya tidak ada unsur kemungkaran, berbeda dengan resepsi dalam operasionalnya bisa dimungkinkan ada kemungkaran.

Maka, menurut KH Afnan, kekuatan umat Islam tidak hanya ditopang oleh anggota yang shaleh saja, namun juga orang orang taleh (jahat).

"Setiap orang shaleh akan giat menggerakkan keshalehannya karena ada tampilan dan gerakan dari orang orang talih (Jahat). Artinya kejahatan membuat orang orang shaleh kuat dalam melakukan gerakan gerakan baik itu mencegah ataupun memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang orang yang bertaubat dari perbuatan jahat tersebut," paparnya.

Oleh karena itu, KH Afnan menghimbau agar silaturahim dijadikan people power untuk saling mendukung, mengenal, dan mencintai semua mahluknya Allah agar kedamaian bisa tercipta di muka bumi.

Kegiatan tarkhim keliling putaran ketiga dihadiri jajaran PCNU Kabupaten Pekalaongan, MWC NU dan Ranting se MWCNU Siwalan, dan warga jamaah sekitar masjid. (Muiz
Ahad 26 Mei 2019 23:40 WIB
Alasan Kiai Muda Bandung Anjurkan Masyarakat Ikuti NU
Alasan Kiai Muda Bandung Anjurkan Masyarakat Ikuti NU
Silaturahim PCNU Kota Bandung di Masjid Assyarifiyah, Cicendo, Jumat (25/5)
Bandung, NU Online
Selain mengisi dengan ibadah-ibadah yang umum dilakukan di bulan Ramadhan, ada hal menarik dalam setiap momentum Ramadhan yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung, Jawa Barat.

Salah satunya menjadikan momentum bulan Ramadhan sebagai ajang penguatan organisasi lewat silaturahim dan menyapa jajaran pengurus di bawahnya, yakni Majelis Wakil Cabang (pengurus NU di tingkat Kecamatan), Ranting (Pengurus NU ditingkat Kelurahan), Anak Ranting serta Jamaah Masjid di seputar Kota Bandung.

Salah satu masjid yang didatangi adalah Masjid Assyarifiyah, Cicendo, Jumat (25/5). Masjid yang menjadi saksi kisah sejarah perjuangan para ulama terdahulu. Didirikan oleh seorang ulama yang gigih dalam dakwahnya semasa hidupnya yakni Almaghfurllah Mama Ajengan Syarif dan keluarga. Mereka masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan keluarga Al-Asyikin Cipedes-Pasteur yang juga memiliki banyak jasa dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah Annahdliyah di seputar Kota Bandung. Atas jasa para ulama itu berdirinya banyak masjid-masjid yang beramaliah ala NU di Kota Bandung dan sekitarnya. 

Para Pengurus NU Kota Bandung yang hadir dalam kesempatan ini adalah Sekretaris NU Kota Bandung KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi (Kiai Mako), H Nasrulloh Jamaludin (Wakil Bendahara), Ustadz Saji Sonjaya (Ketua LBH NU Kota Bandung), Ustadz Aang Rahman (Ketua MWCNU Cicendo), Ust Ustman (Ketua MWC Andir), Ustadz Deni Rahmat (MWCNU Babakan Ciparay), jajaran badan otonom NU, Muslimat NU Cicendo, Fatayat NU, IPNU-IPPNU dan lainya.

Setelah sambutan dari KH Agus sebagai DKM Masjid Assyarifiyah, Ustadz Aang Rahman menyampaikan sambutannya yang berisi ajakan kepada seluruh masyarakat khususnya jamaah Assyarifiyah untuk aktif bergerak dalam struktur organisasi NU khususnya di tingkat MWCNU Cicendo dan rantingnya.
 
"Mari kita bergabung bersama meramaikan syiar dakwah Islam lewat organisasi NU,khususnya di Wilayah Cicendo kami mengajak saudara untuk bergerak di NU bersama kami," kata Aang. 

Sementara itu tausiyah disampaikan oleh Sekretaris PCNU Kota Bandung, KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi (Kiai Mako). Iamengawali sambutannya dengan menyampaikan salam dari ketua PCNU yang sedang melaksanakan tugas kegiatan di Jakarta. Kiai Mako berpesan agar para jamaah NU khususnya di Masjid Assyarifiyah untuk menjaga tali serta merekatkan silaturahim dan persatuan di antara kiai-kiai NU, jamaah masjid-masjid, pesantren, majelis taklim serta para santri dan masyarakat luas.

Semua komponen bangsa agar bahu membahu bersama aparatur pemerintahan untuk menjaga NKRI dari ancaman perpecahan maupun faham-faham yang bisa menghancurkan kedamaian di negeri ini. Penganut faham-faham yang menentang toleransi lewat doktrin-doktrin yang sempit, senag mengkafirkan, menganggap sesat amaliah ulama dan NU. Kelompok tersebut juga tidak bertoleransi dengan orang lain yang berbeda faham. Serta, yang lebih berbahaya menganggap negeri yang damai ini sebagai medan peperangan. 

"Mari kita jaga persatuan negeri yang didirikan di atas darah para syuhada para pejuang dan pahlawan. Negeri ini juga didirikan diperjuangkan para alim-ulama NU, para santri dan kiai tak terkira banyaknya yang syahid gugur untuk mendirikan NKRI ini. Jangan terpukau oleh organisasi-organisasi atau faham-faham yang aneh-aneh," papar Kiai Mako.

"Sudahlah. Ikut NU saja dijamin aman dan nyaman," Kiai Mako menegaskan. (Sandi Nurfadilah/Kendi Setiawan)
Ahad 26 Mei 2019 23:30 WIB
Pemuda Lintas Iman Hingga Spiderman Bagikan Ribuan Takjil
Pemuda Lintas Iman Hingga Spiderman Bagikan Ribuan Takjil
Bagi takjil berkostum Spiderman di Krian, Sidoarjo.
Sidoarjo, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Krian Sidoarjo, Jawa Timur membagikan enam ribu lebih paket takjil. Mereka menyapa para pengendara dan warga sekitar yang berada di depan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian, Sabtu (25/5). 

Dalam kegiatan bagi-bagi takjil ini, juga diikuti sejumlah organisasi kepemudaan di Krian, di antaranya GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, LDSA Krian, Karang Taruna, Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda LDII, Pemuda GKI, Pemuda Katolik, Pemuda Bethani, NU-CARE LAZISNU, Bonek Krian, Senkom Krian, KNPI Krian. Hadir juga pihak keamanan dari Polsek serta Koramil Krian.

Uniknya, para pengendara maupun warga sekitar disuguhkan dengan penampilan Barongsai dan spiderman. “Aksi Barongsai yang lincah dan berlenggak-lenggok, membuat warga maupun pengendara berhenti sejenak untuk melihat dan mengabadikan momen tersebut, menggunakan ponsel,” kata Fauzi.

Menurut Ketua PAC Ansor Krian tersebut, kegiatan rutin diadakan setiap tahun bersama organisasi kepemudaan dan pemuda lintas agama di Krian. “Tahun ini, paket takjil yang dibagikan lebih banyak dari tahun lalu yang  berjumlah tiga ribu paket,” ujarnya.

Dirinya berharap takjil ini bermanfaat bagi pengendara maupun warga. “Melalui kegiatan ini, kami mengajak semua pemuda, OKP dan pemuda lintas agama agar tetap menjaga kerukunan,” pintanya.

Yang juga tidak kalah penting mampu mempersatukan sesama pemuda. “Mempersatukan dengan tidak membedakan agama, tetapi kita satu NKRI Indonesia jaya,” pungkas Fauzi. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG