IMG-LOGO
Daerah

Cakap Bahasa Mandarin, Santri Nuris Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok

Rabu 29 Mei 2019 5:0 WIB
Bagikan:
Cakap Bahasa Mandarin, Santri Nuris Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok

Jember, NU Online
Jika selama ini pondok pesantren hanya diasumsikan sebagai  lembaga pendidikan yang identik dengan bahasa Arab, itu salah besar. Pondok pesantren dewasa ini sudah jauh berkembang  seiring dengan kemajuan zaman. Kitab kuning pasti, tapi pelajaran bidang eksak, bahkan bahasa asing (selain bahasa Arab) juga dikembangkan.

Paling tidak, itulah yang terjadi di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember Jawa Timur. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasi yang diraih Alief Salsabila. Tahun ini, alumnus SMA Nuris Jember (2019), tersebut merengkuh beasiswa dari Huaqiao University,   Xiamen, Tiongkok untuk menempuh program studi pendidikan bahasa Mandarin di universitas tersebut.

“Alhamdulillah, saya lolos seleksi dan dapat beasiswa untuk kuliah di situ (Tiongkok). Ini berkat doa dan dukungan guru, pengasuh dan teman-teman,” ucapnya kepada NU Online di Nuris, Jember, selasa (28/5).

Alief memang penyuka bahasa Mandarin. Selain belajar bahasa Mandarin di sekolah, ia juga memperdalam bahasa negara tirai bambu itu melaui les dan sebagainya. Pesantren Nuris pun tidak tinggal diam.  Melalui Seksi Penjamin Mutu, kemampuan Alief dalam bercakap dan menulis dengan bahasa Mandarin, terus digodok.

Saat ini, Chaca, sapaan akrabnya, mengaku sedang meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin, baik melalui les maupun belajar otodidak lewet internet. Gadis penyuka olah raga pencak silat ini bertekad untuk  meraih sukses di negeri rantau. Apalagi tidak sedikit  alumni Nuris yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di manca negara.

“Kalau mereka bisa, kenapa saya tidak. Saya pasti bisa,” tegasnya.

Dara kelahiran Jember 27 Desember 2000 tersebut, mendambakan sukses demi membahagiakan orang tua dan almamaternya (Nuris). Diakatakannya, kuliah di China bukan sekedar mengejar beasiswa, tapi juga momentum untuk memperluas relasi  dan menambah cakrawala pengetahuan sekaligus  pengalaman.

“Apalagi China sebagai negara dengan kemajuan ekonomi yang digdaya, bahkan Rasulullah SAW juga mengimbau agar umat Islam menuntut ilmu sampai ke negeri China. Bismillah bisa, saya ingin jadi duta besar,” pungkasnya. (Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Rabu 29 Mei 2019 23:55 WIB
Pengelolaan Zakat Harus Sistematis, Terstruktur, dan Masif
Pengelolaan Zakat Harus Sistematis, Terstruktur, dan Masif
Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Bupati Pringsewu, Lampung KH Sujadi berharap kepada seluruh elemen pemangku kebijakan terkait zakat dan sedekah untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada. Penanganan zakat harus dilakukan secara STM (Sistematis, Terstruktur, dan Masif).

Hal ini disampaikan Bupati yang juga Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung saat menyerahkan secara simbolis pentasyarufan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada acara penutupan Safari Ramadhan Pemda Pringsewu di kediamannya, Rabu (29/5).

Sistematis dalam hal ini adalah adanya usaha untuk membuat sistem yang tertata rapi, teratur sehingga dapat berjalan secara utuh, menyeluruh, terpadu. Terstruktur lanjutnya adalah memiliki tahapan dan mekanisme yang jelas sehingga mampu mencapai hasil maksimal.

"Pengelolaan zakat secara masif yakni dilakukan dengan menyeluruh dan mampu menyentuh semua sendi-sendi perzakatan dengan menggandeng semua elemen terkait," katanya.

Penanganan zakat yang dilakukan dengan tiga prinsip ini akan menjadikan pengelolaan zakat maksimal sehingga mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Pringsewu H Taufik Qurrahim mengungkapkan berbagai upaya sudah dilakukan oleh Baznas untuk mengelola dan memaksimalkan zakat yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

Langkah yang ditempuh di antaranya menjalin komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah. Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga zakat yang berada di bawah ormas keagamaan seperti Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Ia melihat potensi zakat di Pringsewu sangat tinggi dan harus dikelola dengan baik. Ia juga mengungkapkan apresiasinya kepada Nahdlatul Ulama yang telah membantu memaksimalkan zakat, infak dan sedekah yang di kelola LAZISNU. Eksistensi dan keberadaan LAZISNU sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Baznas selalu mendukung eksistensi lembaga zakat dalam mengelola zakat. Peningkatan profesionalisme pengelolaan dan transparansi sangat penting sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab atas diberikannya amanah oleh para muzakki," terangnya.

Terkait dengan maksimalisasi zakat, Baznas Pringsewu telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh elemen. Di antaranya Baznas telah memaksimalkan zakat produktif dan menyebarkan penjelasan seputar zakat, jenis dan nisabnya melalui berbagai media seperti brosur dan sejenisnya.

"Kita berharap, zakat bisa kita gali untuk kemaslahatan umat," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Rabu 29 Mei 2019 21:30 WIB
Generasi Muda Harus Kuat dalam Berjuang dan Berorganisasi
Generasi Muda Harus Kuat dalam Berjuang dan Berorganisasi
Mojokerto, NU Online
Hal yang membedakan kalangan muda dengan generasi sebelumnya adalah semangat dalam berkhidmat. Kelebihan kesempatran dan usia hendaknya dimanfaatkan secara baik agar bisa berkiprah dalam hidup.

Hal tersebut disampaikan KH Faqih Usman selaku pengasuh Pondok Pesantren al-Qur’an Nurul Huda, Surodinawan, Kota Mojokerto, Selasa (28/5).

Pesan disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Mojokerto, Jawa Timur. 

Dalam pandangannya, Konfercab ini istimewa karena dilaksanakan pada bulan Ramadlan. “Dengan berkhidmat di Ansor yang bertepatan dengan bulan Ramdlan, bisa menjadi salah satu wasilah menggapai lailatul qadar,” katanya di hadapan tamu undangan.

Terkait Ansor, dirinya berpesan agar memiliki kepekaan dan sadar atas tantangan yang demikian berat di masa mendatang, Yang juga tidak dapat dihindari adalah komitmen untuk terus berjuang.

“Pesan berikutnya saya berharap agar generasi pemuda, termasuk di dalamnya adalah Ansor  harus berani dan kuat dalam berjuang dan berorganisasi,” ungkapnya.

Sedangkan pesan ketiga, KH Faqih Usman mengingatkan bahwa generasi muda harus sadar dengan kondisi saat ini. “Yakni tantangan dan kebutuhan zaman,” pesannya.  Dengan kesadaran tersebut, membuat anak muda akan mempersiapkan bekal terbaik untuk dapat berkiprah secara optimal di masa mendatang, lanjutnya.

Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Mojokerto menggelar Konfercab pemilihan ketua secara definitif setelah sekian lama vakum. 

Konfercab dipimpin Selamet Budiono selaku Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur dan Mochammad Asrori sebagai sekretaris sidang.

Forum akhirnya memilih Ahmad Saifulloh sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto masa khidmat 2019-2023.
Pria yang kerap disapa Gus Ipung ini menyampaikan bahwa kegiatan menjadi langkah awal untuk kembali menguatkan dan mengantar kader Ansor yang lebih berkualitasi dan mumpuni. 

“Dan yang lebih penting adalah Konfercab ini bagian dari upaya regenerasi dan kaderisasi. karena esensi berorganisasi adalah pengkaderan,” tandasnya. 

Kegiatan ini dihadiri peserta dari unsur Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang se-Kota Mojokerto. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)

Rabu 29 Mei 2019 19:0 WIB
Kenapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia di Bulan Ramadhan?
Kenapa Ahli Kubur Ingin Kembali ke Dunia di Bulan Ramadhan?
Safari I'tikaf Ramadhan PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu, Lampung H Taufik Qurrahim mengungkapkan bahwa di saat ini para ahli kubur ingin diberi kesempatan lagi agar bisa kembali ke dunia. Mereka ingin merasakan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan terkhusus di sepertiga akhir hari-hari Ramadhan.

"Demi Allah para ahli kubur saat ini ingin kembali ke dunia ini hanya ingin bersujud kepada Allah. Ingin beribadah di bulan Ramadhan. Selagi kita masih diberi kesehatan dan panjang umur mari maksimalkan kesempatan ini," katanya, Selasa (28/5).

Hal ini diungkapkannya saat hadir pada acara Safari I'tikaf PCNU Pringsewu di Masjid Jam'iyyatul Hasanah Gumukrejo, Pagelaran di depan jama'ah i'tikaf yang terdiri dari pengurus MWC NU Pagelaran, ranting NU, dan warga NU Pagelaran.

Ia menambahkan bahwa bulan Ramadhan merupakan saat yang mulia dan memiliki keutamaan di antaranya ibadah puasa dan turunnya malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar.

"Tidak ada sedetikpun waktu yang tidak berharga dari bulan Ramadhan. Semua penuh dengan keutamaan dan akan dilipatgandakan amalan orang yang puasa di bulan ini," ujarnya.

Terkait dengan Safari I'tikaf tersebut, ia berharap dapat ditradisikan secara berjama'ah di masjid se-Kabupaten Pringsewu. Pengurus NU diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakannya bersama-sama sebagai cara memotivasi dalam semangat beribadah khususnya di bulan Ramadhan.

"Safari I'tikaf berjama'ah ini juga bisa digunakan untuk ajang silaturahmi dan komunikasi pengurus dan warga NU," tambah Mas Taufik, sapaan karibnya.

Sementara Mustasyar PCNU Pringsewu KH Anwar Zuhdi yang mengimami kegiatan i'tikaf mengajak seluruh warga NU untuk terus melanjutkan amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah. Amaliah tersebut di antaranya amaliah yang diijazahkan oleh para ulama terdahulu.

"Amaliah yang sudah diijazahkan para ulama NU ayo diamalkan. Jangan sampai hanya diserang dengan dua kata bid'ah dan syirik malah jadi ragu-ragu. Keilmuan para ulama NU sudah jelas-jelas nyambung sanadnya sampai kepada Rasulullah," tegasnya.

Berbagai ibadah dilaksanakan pada i'tikaf tersebut di antaranya shalat taubat, shalat tahajud, shalat hajat, sujud syukur, dan istighotsah. Kegiatan i'tikaf tersebut ditutup dengan sahur dan shalat shubuh berjama'ah. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG