Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Makna di Balik Gua Hira dan Malaikat Jibril

Makna di Balik Gua Hira dan Malaikat Jibril
Kegiatan tarawih keliling NU Kabupaten Pekalongan
Kegiatan tarawih keliling NU Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, NU Online
Gua Hira terletak di lereng Jabal Nur, suatu bukit yang berada lebih kurang 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Gua Hira adalah tempat pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT yang diturunkan malaikat Jibril. 

Pertanyaannya, kenapa Rasulullah SAW harus ke Gua Hira dan Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu-Nya? 

Pertanyaan dilontarkan oleh mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah KH Syaiful Bahri saat memberikan hikmah dalam Tarawih dan Silaturahim Keliling (Tarhim) putaran terakhir di Masjid Jami' Talun, Desa Talun, Kec Talun Kabupaten Pekalongan, Kamis (30/5) malam.

KH Syaiful Bahri menerangkan, Gua Hira sebagai simbol atas pesan kepada kita semua bahwa setiap insan harus keluar dari rumah untuk mendapatkan ilmu. Ke tempat ilmu itu ada di majelis ta'lim baik di masjid, mushala, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. 

"PCNU Kabupaten Pekalongan sudah memiliki majelis ta'lim atau lembaga pendidikan dan pengajaran dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dengan dukungan seluruh MWC NU hingga Ranting NU, kader kader NU akan bermanfaat dunia akherat," tegasnya.

Selanjutnya dikatakan, Malaikat Jibril yang menjadi penyampai wahyu-Nya adalah pesan untuk umat Islam, kita semua harus memiliki guru yang bersanad jelas menyambung sampai Rasulullah SAW. "Sepinya majelis ta'lim di masjid dan mushala karena banyaknya orang yang belajar dengan guru Kiai Google  dan Gus YouTube," jelasnya disambut tawa hadirin.

Guru guru yang bersanad turun temurun menyambung sampai kita semua jelas terwujud ada di Nahdlatul Ulama."Maka kita semua jangan sampai keluar dari NU agar terjaga sekaligus selamat dunia akhirat karena praktik para kiai-kiai NU telah terbukti dan teruji dalam mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari hari," pungkasnya. 

Tarhim putaran terakhir dihadiri pengurus ranting NU se Kecamatan Talun, pengurus MWCNU Talun, Lembaga dan Banom PCNU Kabupaten Pekalongan antara lain LAZISNU, Lesbumi, LPBINU, LP Ma'arif, LTMNU, GP Ansor, dan IPNU, serta warga sekitar Masjid Jami' Talun.

Pada kesempatan itu, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) membagikan 10 paket hari raya untuk dhuafa. Sementara Ketua Lembaga Ta'mir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Pekalongan mengajak agar nahdliyin giat dan semangat untuk meramaikan masjid yang berjumlah 779 masjid dan 2.245 mushala yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan Tarhim sebelumnya juga digelar di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebak Barang dan MWCNU Siwalan. Acara Tarhim di akhiri dengan makan tumpeng bersama warga dan para kiai yang hadir. (Muiz)

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya