::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sejumlah Guru Al-Qur’an Ikuti Pelatihan Manajemen Pendidikan

Rabu, 19 Juni 2019 12:00 Daerah

Bagikan

Sejumlah Guru Al-Qur’an Ikuti Pelatihan Manajemen Pendidikan
Jombang, NU Online
Selama dua hari yakni Senin hingga Selasa (17-18/6), Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an (PPHQ) Jogoroto Jombang, Jawa Timur menyelenggarakan pendidikan dan latihan manajemen dan program pendidikan untuk para ustadz dan ustadzah di Indonesia. Pesantren yang dikenal dengan model hafalan Al-Qur'an celama enam bulan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan peserta dari berbagai daerah di tanah air.

“Kegiatan dalam rangka membekali peserta khususnya di lingkungan PPHQ agar memahami visi dan misi pesantren yang lahir dari rahim Madrasatul Qur’an Tebuireng,” kata Kiai Faiq Faizin, Selasa (18/6). Juga meneruskan cita-cita luhur Hadratusy Syaikh KH M Hasyim Asy’ari dan KH A Wahid Hasyim, lanjut Pengasuh PPHQ Putri 2 tersebut.

H Sahid HM selaku guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menyampaikan pentingnya kemitraan yang dibangun antar lembaga. “Prinsipnya harus mencakup legitimasi, kepercayaan, transparansi, akuntabilitas, keadilan, serta visi dan misi,” katanya. 

Yang juga penting adalah networking dalam kemitraan dan kerja sama, sentralisasi informasi, strategi, model, dan pengabdian berbasis kemitraan dan kerja sama. 

Narasumber lain, H Imam Fatoni menyampaikan manajemen mutu dan sistem pelaporan peserta didik. “Setidaknya ada beberapa ukuran standar manajemen mutu yaitu standar fisik, dokumen, sistem, produk, dan sejenisnya,” katanya. 

KH Ainul Yaqin selaku Pengasuh PPHQ menyampaikan bahwa banyak pesantren tahfidz dari kalangan Wahabi yang bisa memberi beasiswa tahfidz. “Cara awal adalah dengan merekrut tenaga dari kalangan nahdliyin untuk menanam kepercayaan kepada masyarakat, selanjutnya setelah mereka berdiri tegak, satu persatu dari kalangan nahdliyin disingkirkan,” jelasnya. 

Menghadapi sejumlah tantangan, dirinya mengajak tidak takut. “Karena kita punya gusti Allah,” ungkapnya.

Kiai Faiq Faizin saat menjadi narasumber menyampaikan bahwa di antara latar belakang berdirinya pesantren adalah niat membantu santri dhuafa menjadi insan kamil hamilil qur’an secara lafadz, makna hingga pengamalan. 

“PPHQ beserta seluruh cabang dan mitranya menerapkan konsep tahfidz yang sama dan sevisi sehingga semua bisa bersinergi dengan baik,” tandasnya.  (Ibnu Nawawi)