IMG-LOGO
Internasional

Kongres di Mesir, Unusa Kenalkan Entrepreneur Rahmatan lil Alamin

Ahad 23 Juni 2019 12:0 WIB
Bagikan:
Kongres di Mesir, Unusa Kenalkan Entrepreneur Rahmatan lil Alamin
Kairo, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) diundang menghadiri Kongres Dunia International Council for Small Business (ICSB) yang digelar di Mesir sejak Selasa hingga Jumat (18-21/6). 

ICSB yang berdiri tahun 1955 merupakan organisasi internasional pertama yang mempromosikan pertumbuhan dan perkembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) ke seluruh dunia.

“Keikutsertaan Unusa pada kongres dunia ICSB di Mesir ini sebagai bentuk komitmen kerja sama yang telah ditandatangi antara Unusa dan ICSB,” kata Yusak Anshori, Sabtu (22/6). 

Menurutnya, Unusa juga ingin memperkenalkan konsep Entrepreneur rahmatan lil alamin (EnPlus) yang terus dikembangkan ke seluruh anggota ICSB. “Kami berharap setelah mengikuti kongres ini dapat membangun jaringan atau network dengan anggoa-anggota dari belahan dunia lainnya,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusa tersebut.

Menurutnya, saat ini ICSB mencurahkan perhatian pada kemajuan penerapan perkembangan manajemen melalui pendidikan, penelitian, pertukaran ide secara bebas. “ICSB mendorong seluruh anggota dan seluruh organisasi di bawah afiliasinya di seluruh dunia untuk menekankan pada empat pilar yaitu pendidik, peneliti, praktisi, dan pembuatan kebijakan untuk membangun jaringan pertukaran informasi,” jelasnya.

Saat ini ICSB telah memiliki lebih dari 5000 anggota yang tersebar di 85 negara. Kongres dunia ICSB tahun 2019 ini diadakan di Kairo, Mesir dengan tema the Future of Entrepreneurship.

Yusak menjelaskan selama kongres dibahas mengenai perkembangan entrepreneurship atau kewirausahaan yang sudah tidak terlalu relevan lagi kalau harus mengacu ke dunia barat. 

“Perkembangan entrepreneur sekarang juga banyak dipengaruhi oleh teknologi, budaya masyarakat, kondisi geografis bahkan agama,” jelasnya. 

Peserta dari Irak memberikan contoh model bagaimana melakukan entrepreneur di daerah konflik. Sedangkan tim dari Unusa memperkenalkan model Entrepreneur ala pesantren atau santripreneur dan EnPlus. 

“Kami juga memaparkan One Pesantren One Product (OPOP) yang sekarang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai studi kasus program pemerintah daerah yang wilayahnya memiliki 
banyak pesantren,” kata Yusak.

OPOP ini sejalan dengan aplikasi santripreneur dan enplus yang sedang dikembangkan Unusa. Dalam ajang tersebut, lanjut Yusak menjadi ajang yang bagus bagi Indonesia, dan khususnya Unusa untuk memperkenalkan konsep wirausaha berkarakter islami yang lebih toleransi, ramah, dan meningkatkan kualitas hidup sosial bertaraf internasional. 

Pada kongres dunia ICSB 2019 di Kairo, Mesir ini Unusa  mengirimkan tiga orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu Yusak Anshori, Ahmad Cholies Hamzah dan Ubaidillah Zuhdi. (Ibnu Nawawi

Bagikan:
Ahad 23 Juni 2019 23:45 WIB
Wakili Indonesia dalam ASEAN Summit, Wasekum PP IPNU Suarakan Persoalan Lingkungan
Wakili Indonesia dalam ASEAN Summit, Wasekum PP IPNU Suarakan Persoalan Lingkungan
Wasekum IPNU bertemu Presiden Jokowi di KTT ASEAN
Jakarta, NU Online
Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Najmi Mumtaza Rabbany mewakili pemuda Indonesia dalam Forum Pemimpin Muda ASEAN (ASEAN Youth Leaders) di Bangkok, Thailand, sejak Kamis (20/6) hingga Senin (24/6) besok.

Kehadirannya di sana tidak dengan tangan kosong. Najmi membawa persoalan nasional yang perlu menjadi perhatian para pemimpin negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Ia bersama rekan-rekan peserta pemuda dari negara lainnya menyampaikan persoalan tersebut kepada seluruh pemimpin negara-negara ASEAN dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2019 (ASEAN Summit).

Pada forum tersebut, Najmi menyampaikan bahwa isu lingkungan harus menjadi perhatian para pemimpin negara-negara ASEAN. Pasalnya, hal tersebut telah membawa banyak dampak negatif terhadap kehidupan bangsa.

“Atas nama pemuda Indonesia, saya mengusulkan isu lingkungan untuk masuk ke dalam draft pembahasan ASEAN Youth Statement, mengingat maraknya sampah laut yang mayoritas berbahan plastik di lingkup laut kawasan ASEAN,” ujarnya kepada NU Online.

Ribuan ton sampah plastik dihasilkan setiap tahunnya dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut pria 22 tahun itu, perlu penanaman mental ramah lingkungan dalam hal ini.

“Saya rasa, di sini dibutuhkan penanaman mental ramah lingkungan di antara negara-negara anggota ASEAN demi tercapainya kelestarian lingkungan,” ungkapnya sebagai salah satu poin penting yang ia ajukan dalam ASEAN Youth Statement.

Di samping itu, ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat ASEAN harus sudah meningkatkan inovasi untuk mengurangi persoalan tersebut. “Untuk mencapai tujuan ini salah satunya dengan mengimplementasi Carbon Market, dan berinvestasi dalam sektor teknologi dan inovasi,” kata Najmi.

Usulan tersebut diterima sebagai salah satu persoalan penting yang harus menjadi prioritas perhatian para pemimpin negara-negara Asia Tenggara, selain persoalan pendidikan dan pembangunan sosial ekonomi.

“Akhirnya setelah diskusi panjang, ada tiga fokus isu yang kami angkat dalam ASEAN Youth Statement meliputi education, environment, and inclusive socio-economic development,” kata pemuda kelahiran Jakarta tersebut.

Melalui forum tersebut, ia dan para pemuda perwakilan dari negara-negara ASEAN mendorong pemerintah untuk turut melibatkan kaum muda dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan di lingkup ASEAN.

“Selaku representasi pemuda masing-masing negara di ASEAN kami berkomitmen penuh, dan akan berkeja keras dalam mendukung terpenuhinya tanggung jawab bersama ini,” ungkap mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.

Najmi dan rekan-rekan peserta lainnya memang tidak banyak. Namun, mereka yakin bahwa jika usulan tersebut dapat direspons dengan baik oleh para pengambil kebijakan akan memberikan dampak positif yang luas terhadap masyarakat ASEAN umumnya, dan bangsa Indonesia khususnya.

Forum Pemimpin Muda se-Asia Tenggara ini diadakan dalam rangka menyambut Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2019 (ASEAN SUMMIT) di Bangkok, Thailand yang akan dihadiri oleh seluruh kepala negara/kepala pemerintahan dari seluruh negara anggota ASEAN. (Syakir NF/Musthofa Asrori)

Ahad 23 Juni 2019 21:30 WIB
Tiga Isu Sorotan Pemuda ASEAN di KTT Ke-34
Tiga Isu Sorotan Pemuda ASEAN di KTT Ke-34
Wakil Sekretaris PP IPNU Najmi Mumtaza Rabbany
Jakarta, NU Online
Para pemuda perwakilan negara-negara di Asia Tenggara melakukan pertemuan dalam Forum Pemimpin Muda ASEAN (ASEAN Youth Leaders) di Bangkok, Thailand sejak Kamis (20/6) hingga Senin (24/6) esok.

Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Najmi Mumtaza Rabbany mengungkapkan ada tiga isu penting yang menjadi sorotan para pemuda ASEAN, yakni lingkungan, pendidikan, dan sosial ekonomi.

Najmi mengusulkan persoalan lingkungan harus menjadi perhatian para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara. Pasalnya, setiap tahun, jumlah sampah selalu meningkat, tak terkecuali sampah plastik.

Oleh karena itu, penting menurutnya, para pemimpin negara mulai berinovasi dengan kecanggihan teknologi untuk mengurangi dan memanfaatkan limbah serta menanmkan mental ramah lingkungan.

"Saya rasa di sini dibutuhkan penanaman mental ramah lingkungan di antara negara-negara anggota ASEAN demi tecapainya kelestarian lingkungan," ungkap mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu poin penting yang ia ajukan dalam ASEAN Youth Statement (AYS).

Selain itu, para pemuda ASEAN juga menyoroti pendidikan. Melalui (AYS), mereka menyampaikan kepada para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Hal ini, perlu dilakukan dengan program pelatihan, peningkatan insentif guru, dan program pertukaran guru guna berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang keterampilan dan metodologi dalam pengajaran.

"Sebagai tambahan, mengingat keuntungan bagi para pelajar, kami ingin mengusulkan pendidikan gratis bagi semua anggota negara ASEAN. Karena kami sudah memasuki revolusi industri 4.0, keterampilan abad 21 harus diimplementasikan di kelas agar dapat memenuhi permintaan pasar," kata mereka sebagaimana tertuang dalam AYS.

Di samping itu, mereka juga menyoroti soal pertumbuhan sosial ekonomi. Mereka melihat perlunya peningkatan kesempatan pembuatan start-up guna memudahkan akses dan meningkatkan keterampilan berwirausaha kaum muda.

"Kami mendorong promosi pendidikan vokasi dengan mencitrakan ulang wajah institusinya," katanya dalam naskah AYS.

Di luar tiga isu tersebut, mereka berharap agar pemuda dapat terlibat dalam proses  pengambilan kebijakan negara.

Mereka juga menegaskan bahwa pertumbuhan di tengah komunitas yang berbeda merupakan tanggung jawab mereka untuk saling menghormati dan maju bersama sebagai satu kesatuan. Karenanya, mereka mengadvokasi dan meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan, penjagaan lingkungan, dan inklusivitas pembangungn melalui inisiasi dan dialog pemuda.

Hidup di era digital, mereka juga akan mengambil media sosial sebagai bagian dari penyaluran tanggung jawab mereka menyuarakan tiga isu penting di atas dan menghormati satu sama lain, mencegah penyebaran kabar bohong, dan ujaran kebencian. (Syakir NF/Kendi Setiawan)
Ahad 23 Juni 2019 15:25 WIB
Daftar Peserta Lolos Seleksi Berkas Beasiswa PBNU ke Universitas Al-Azhar Mesir
Daftar Peserta Lolos Seleksi Berkas Beasiswa PBNU ke Universitas Al-Azhar Mesir
Universitas Al-Azhar Kairo, Mezir (foto: pixabay)
Jakarta, NU Online
Panitia Seleksi Beasiswa ke Universitas Al-Azhar Mesir PBNU mengumumkan daftar calon peserta yang lolos pada tahap seleksi berkas administrasi.

Penanggungjawab program Beasiswa ke Al-Azhar Mezir, H Achmad Sudrajat mengatakan dari lebih dari 300 pendaftar yang mengirimkan berkas, terpilih 80 calon penerima beasiswa. Calon mahasiswa yang lolos pada tahap seleksi berkas, berhak mengikuti ujian tulis dan lisan pada Selasa, 25 Juni 2019.

"Peserta berkumpul di Masjid Annahdlah Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat hari Selasa 25 Juni 2019 pukul 09.00 WIB dengan membawa alat tulis," kata Ajat sapaan akrabnya, Ahad (23/6) siang.

Selain itu, peserta membawa seluruh salinan dokumen lengkap berupa fotokopi dokumen persyaratan lengkap, yang dimasukkan ke dalam map; membawa tanda pengenal (KTP/SIM/Pasport/Kartu Pelajaj); dan membayar biaya Administrasi Pendaftaran sebesar Rp250.000.

Ajat menyebutkan materi yang akan diujikan meliputi baca kitab kuning, Bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, dan ke-NU-an.

Program beasiswa tersebut adalah hasil kerja sama PBNU dan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Peserta yang lolos nantinya berhak mengikuti pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar.

Berikut nama-nama pendaftar yang lolos pada tahap seleksi berkas administrasi

1. NAFIS FAISAL NUR HIDAYAT (WONOSOBO)
2. EGI RIANTO (MAJALENGKA)
3. MAHMUD CHASAN (CIREBON)
4. HAKIM A ARIEF MADANI (PAMEKASAN)
5. DERRY RAMADHANI (LAHAT SUMSEL)
6. SULTAN MUHAMMAD NURUL IRFAN (QATRUNNADA DEPOK)
7. NAILA ZULFA (MAGELANG)
8. M ALI SYIBROMALISI Z (TANGERANG)
9. DZANNUN MUHLASON (JOMBANG)
10. AINUL MAMNUAH (TUBAN)
11. DAMAM SYAH NAUFAL ASHARI (SIDOARJO)
12. MUHAMMAD ABDULLAH YUKFA (KUDUS)
13. M ALKAUTSAR SUBROTO (LAMPUNG)
14. M ALFAYYADL MAULANA (MALANG)
15. AZKA ALIM MUSHOFFA (JOMBANG)
16. MUKHLIS TAJUDDIN (BLITAR)
17. ABD SHAKIR (SUMENEP)
18. BUSAINATUL MUNAWARAH (JAKARTA)
19. LU’LU’IL MUNAWAROH (BREBES)
20. NAKMAS GUNAWAN SAPUTRO (YOGYAKARTA)
21. ADE SETIA YUWANDANA (JAMBI)
22. ST HADZIQOTINNISA (PANDEGLANG)
23. AHMAD ARDHANI (SUL-TRA)
24. EM DEWY SHAFURA VIRDAWS (GRESIK)
25. ULY AULA LUTFIA (LAMPUNG)
26. HAMDANI (NTB)
27. IZZA ULINNUHA (BREBES)
28. M DZAKY NUR ARIF (SUMEDANG)
29. SALSABILA FARHANA (CIANJUR)
30. AFFAN MUHAMMAD (TEBUIRENG)
31. IWAN PERALA (BANDA ACEH)
32. DAMAN HUSAINI (BANDA ACEH)
33. RAMA RAMADHAN DARUSSALAM (SUBANG)
34. MUH AINUL YAKIN AMHA (MAKASSAR)
35. ANISA NURUL HIDAYAT (BEKASI)
36. MUHAMMAD AQIL (MAKASSAR)
37. ZAHRA KHAULADIBAH (JAKARTA)
38. RAAFI YACHOBI RAKHMAN (KENDAL)
39. ACHMAD ALFIN NABIL (TASIKMALAYA)
40. LUTFI MAULANA KHOLIL (SIDOARJO)
41. AFA MAZIYATURRIBAH (CILACAP)
42. ROZIE EDWARD GHILBA (CILACAP)
43. ROBBY ZIDNI HASAN (JEMBER)
44. FARHAN DAKHOLA RAMADHAN (BOGOR)
45. WAHYU AINUL YAQIN (PAMEKASAN)
46. SHOLIHIN (BANGKALAN)
47. ALYA MALIDA (SIDOARJO)
48. DANIAL M FAHMI (PADANG)
49. MAHBUB ILAHI (SUMENEP)
50. M FIKRI ADRIAN (JAKARTA)
51. ACHMAD ARIF WAFANI (PASURUAN)
52. INDANA ZULFA (PATI)
53. IHYA MUTHMAINNA (AMUNTAI) 
54. MAQDIR ALAWI (PEMALANG)
55. AHMAD SUNIR RIDHA (AMUNTAI)
56. RYAN SAPUTRA (MAKASSAR)
57. SALMA ROSYIDA (KARANGANYAR)
58. TAFRI ITSBATUL HUKMI (CILACAP)
59. AYU MUTIARA CAHYANI (GONTOR)
60. A BASO M JIBRIL (MAKASSAR) 
61. MUHAMMAD MARIO (GONTOR)
62. FADLA ROBBI (SUBANG)
63. SANDY REZKIA (PANGANDARAN)
64. ROHMAT ARIF (SERANG)
65. RIKI JANWIR HIDAYAT (NTB)
66. KAMAL AZMI ABDUNNASIR (MAGELANG)
67. NAUFAL ZHALIFUNNAS (SIDOARJO)
68. NASRUL JAMIL (TANGSEL)
69. RISKA YUNANTI (JAMBI)
70. M ABDUL CHALIM (SURABAYA)
71. M ZAKKI HASAN (BREBES)
72. SISKA (INDRAMAYU)
73. SYAUQIE BILLAH (BANYUMAS)
74. M RAFLY RAZANI (BALI)
75. SARAH SAADHATUL LN (JOMBANG)
76. PUTRI RIZKA FADLIYAH (GRESIK)
77. ZANNUBA AZAHROTUS (MOJOKERTO)
78. ANGGRAINI INTAN BADURI (TANGERANG)
79. CHADZIQ ELFATHIN (MAGELANG)
80. NABILA QURROTA A'YUNIN 

(Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG