IMG-LOGO
Daerah

Kader Ansor dan Banser Berada di Garda Terdepan dalam Membela Ulama

Senin 24 Juni 2019 7:0 WIB
Bagikan:
Kader Ansor dan Banser Berada di Garda Terdepan dalam Membela Ulama
Apel kesetiaan Banser Tegal, Jateng
Tegal, NU Online
Pada momentum Syawal 1440 Hijrah, Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Dermasandi Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berkomitmen untuk terus menjaga dan memperkuat Barisan Ansor Serbaguna (Banser). 

Ketua Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Dermasandi Moh Naenul Rizqoni menuturkan, semua kader Ansor dan Banser harus berada di garda terdepan dalam membela ulama dan harus rela berkorban demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Ansor dan Banser salah satu komponen pemuda NU harus berada di garda terdepan dalam membela ulama dan NU serta mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

Salah satunya dilakukan dengan menyelenggarakan Apel Janji Kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Dermasandi digelar Sabtu (22/6) malam di Lapangan Desa Dermasandi, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal sekaligus pemberian seragam Banser secara gratis oleh PR GP Ansor Dermasandi.

Dikatakan, selain pemberian seragam Banser secara gratis pada kegiatan ini juga menjadi momen memperkuat komitmen Banser dengan semangat ke-NU-an dan spirit nasionalisme. "Pemberian seragam Banser secara gratis untuk memperkuat komitmen dan spirit nasionalisme," tandasnya.

Sebab, menurutnya saat ini tidak hanya butuh terhadap tubuh yang kekar, akan tetapi ideologi juga perlu dimantapkan dan dipraktekannya dalam keikutsertaannya dalam kegiatan yang diadakan oleh Ansor Dermasandi.

"Banser harus mampu memahami darimana asalnya, Banser ada karena adanya Ansor. Maka Banser tidak boleh lupa atau meninggalkan Ansor begitu saja, karena itu saya berharap Banser Dermasandi terus menjaga keutuhan organisasi Ansor yang ada melalui pertemuan rutin atau Jamiyah Rijalul Ansor," tuturnya. 

Setidaknya itu lanjutnya, bagian dari komitmen Banser terhadap Ansor. Kami Ansor tidak mau diduakan, artinya kalau siap menjadi Banser Dermasandi berarti harus berjanji mengutamakan Ansor Dermasandi ketimbang kegiatan lainnya.

Rais Syuriah NU Ranting Dermasandi Ust. Ali Masrofi, menyampaikan apresiasi dan berterimakasih kepada Ansor Dermasandi yang sudah bekerja keras. Di mana pada periode kepengurusan Rizqon, Ansor Dermasandi semakin kuat dan melahirkan kader Banser sekaligus mampu menghadiahkan seragam Banser secara gratis. 

Menurutnya, hal ini sangat perlu direnungkan dan diapresiasi, karena secara tidak langsung  Ansor Dermasandi memberikan kepercayaan dan harapan besar terhadap Banser untuk semakin memperkuat karakter Islam Ahlussunnah wal jamaah, merawat organisasi, dan menjaga keutuhan NKRI. "Pemberian seragam gratis ini guna merawat Ansor agar tetap lestari dan menjaga NKRI," tandasnya

Dia menambahkan, Banser diharapkan mampu menjaga amanat masyarakat dengan selalu bersikap baik dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah masyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Acara yang diikuti oleh seluruh Anggota Satkorkel Banser Dermasandi. Hadir pula dalam kegiatan tersebut, seluruh kader Ansor dan Banser Desa Dermasandi dan segenap dewan Pembina. (Nurkhasan/Muiz)
Bagikan:
Senin 24 Juni 2019 21:30 WIB
Peringati Tenggelamnya Kapal, Gusdurian Sumenep Gelar Tahlil
Peringati Tenggelamnya Kapal, Gusdurian Sumenep Gelar Tahlil
Sumenep, NU Online
Musibah yang dialami kapal penumpang di peraian Sumenep, Jawa Timur beberapa waktu lalu menyisakan duka bagi semua pihak termasuk komunitas Gusdurian. Sebagai bukti bela sungkawa, mereka menggelar tahlil dan doa bersama, Senin (24/6). 

“Tahlil dan istighotsah ini merupakan bentuk dukungan secara batin bagi puluhan korban jiwa,” kata Zaynollah. 

Menurut Koordinator Gusdurian Sumenep tersebut, ada puluhan korban jiwa tak berdosa dan keluarga yang berduka akibat tenggelamnya kapal di perairan Sumenep tersebut.

“Tahlil dan doa bersama ini sebagai wujud dukungan kita secara batin bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan," terangnya. 

Taman Huri dari NU setempat mengemukakan bahwa kegiatan yang digagas Gusdurian merupakan kekhasan dan kekayaan yang tidak dimiliki elemen lain di luar NU maupun Gusdurian. 

Dirinya menaruh salut terhadap sejumlah kalangan yang memberikan bantuan dari lembaga sosial maupun pemerintah. Baik berupa barang hingga materi. “Namun apa yang dilakukan Gusdurian merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh siapapun. Ini gerakan secara batin sebagai kekuatan bagi para korban dan keluarga," ungkapnya. 

Pada kesempatan tersebut, Abdul Hadi selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep memberikan bantuan beasiswa pendidikan bagi anak yang selamat.

"Kejadian ini merupakan duka bersama dan sebagai peringatan untuk saling waspada terhadap segala sesuatu,” ungkapnya. 

Menurutnya, para korban yang selamat saat dijumpai bersama Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masih terlihat shock dan terpukul atas musibah yang dialami.

Disampaikan bahwa di antara penyebab tenggelamnya kapal karena faktor cuaca ekstrem. “Ketersediaan fasilitas yang memadai juga sangat penting," terangnya. 

Bertempat di bascamp Gusdurian yakni kompleks PCNU Sumenep lantai III, turut hadir Ketua PC IPNU, Ketua PC LAZISNU, Ketua PC LKNU, pengurus Lakpesdam dan sejumlah kader PMII Sumenep. 

Seperti diberitakan sejumlah media, sebuah kapal kayu bernama Amin Jaya yang ditumpangi 61 orang, tenggelam di perairan timur laut pulau Gili Iyang, Sumenep, Senin (17/6), sekitar pukul 16.00 WIB. 

Kapal itu berlayar dari Pulau Gua-Gua di Kecamatan Raas, menuju pelabuhan Kalianget, Sumenep. Akibat insiden ini, 21 orang dilaporkan tewas dan 1 hilang. Sedang sebanyak 38 orang penumpang dinyatakan selamat dan dievakuasi ke Kecamatan Dungkek. Penumpang yang selamat dalam keadaan luka, dirawat di Puskesmas setempat. 

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kapal kayu Amin Jaya, dengan gross tonnage (GT) 3 dan kru 2 orang, dari pelabuhan Pulau Gua-Gua, dengan membawa sebanyak 61 orang, berangkat sekitar pukul 13.00. 

Namun saat melintas di perairan Pulau Giili Iyang, laju kapal kayu itu mulai tidak stabil karena beberapa kali dihempas ombak besar. Saat itu masih tetap bertahan, hanya saja sudah terombang-ambing di tengah lautan. Tetapi berselang tidak lama, ombak disertai gelombang besar kembali menghantam kapal kayu dan  tenggelam.  (Rofiki/Ibnu Nawawi)

Senin 24 Juni 2019 21:0 WIB
Wabup Tegal Sebut Peluang Pesilat Pagar Nusa Jadi Atlet Terbuka Lebar
Wabup Tegal Sebut Peluang Pesilat Pagar Nusa Jadi Atlet Terbuka Lebar
Wabup Tegal di acara Pagar Nusa
Tegal, NU Online
Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie mengatakan, Pagar Nusa yang merupakan organisasi badan otonom milik Nahdlatul Ulama harus menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan, terutama di NU.

"Para pesilat dan siswa Pagar Nusa dapat menjalin hubungan kemasyarakatan, sosial, budaya, dan dapat mengimplementasikan nilai moralitas yang sesuai ajaran Ahlussunnah Waljamaah, serta harus bisa bersinergi dengan badan otonom NU lainnya," tandasnya.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Tegal saat menghadiri Halal bi Halal Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ahad (23/6) di Aula Gedung PCNU Kabupaten Tegal. 

Ardie mengungkapkan, kebanggaannya menjadi bagian dari Pagar Nusa. Ia juga mendorong siswa-siswa Pagar Nusa untuk meningkatkan prestasi, dari sejumlah atlet pencak silat di Kabupaten Tegal, harapannya Pagar Nusa bisa tampil lebih banyak.

"Pencak silat yang merupakan budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan. Kita harus gaungkan pencak silat sebagai budaya asli Indonesia dan tingkatkan prestasi,” kata Ardie. 

Wakil Bupati berpesan, agar para pesilat Pagar Nusa terus meningkatkan kemampuan bela diri untuk bisa menjadi atlet tingkat Kabupaten Tegal. Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) membuka peluang seluas-luasnya atlet Pagar Nuasa untuk bergabung menjadi atlet daerah.

"Pagar Nusa bersama organisasi lainnya sejenis memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk menjadi atlet daerah, sehingga peluang yang baik ini jangan sampai disia-siakan," tandasnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Tegal Jamaludin menyampaikan, acara halal bi halal ini bertujuan mempererat silaturahim siswa dan pesilat Pagar Nusa yang tersebar di beberapa sekolah.

"Halal bi Halal yang kami gelar bukan sekedar untuk silaturrahim antar pesilat saja, akan tetapi lebih dari itu, pertemuan ini sekaligus meneguhkan komitmen untuk sumbangsih Pagar Nusa kepada Pemda," tuturnya.

Jamal juga tidak bosan mengingatkan para siswa agar bangga menjadi siswa PSNU Pagar Nusa. Di samping merupakan pencak silat asli milik NU juga Pencak Silat merupakan budaya asli Indonesia. "Harusnya bangga menjadi pesilat Pagar Nusa, karena ini sekaligus sebagai benteng ulama di tubuh Nahdlatul Ulama," pungkasnya. (Nurkhasan/Muiz)
Senin 24 Juni 2019 20:0 WIB
IPNU-IPPNU sebagai Madrasah Calon Pemimpin
IPNU-IPPNU sebagai Madrasah Calon Pemimpin
Diskusi pelajar IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal
Tegal, NU Online
Organisasi Pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama yakni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diyakini mampu menjadi madrasah calon pemimpin masa depan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Tegal Akhmad Wildan saat mengisi Diskusi Pelajar di MDA Nurul Falah Pekiringan Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Ahad (23/6).

Wildan menyebut, IPNU-IPPNU adalah salah satu organisasi yang mampu menelorkan sikap dan sifat pemimpin yang baik dan proporsional. Pasalnya, IPNU IPPNU berangkat dari kalangan santri atau pesantren dan pelajar umum, yang mana ada 2 komponen besar yakni pengetahuan religius dan umum yang mampu menjadi instrumen penting menjadi seorang pemimpin.

"Di IPNU-IPPNU itu perangkat organisasi yang komplit. Apalagi di dalamnya ada kombiasi pelajar agama, umum, dan pesantren yang bisa menjadi instrumen penting bagi seorang pemimpin," ujarnya.

Oleh karena itu, belajar dan ikut IPNU-IPPNU itu merupakan belajar menjadi pemimpin masa depan. "Sangat tidak rugi bila kalian ikut IPNU, justru kalian akan sangat beruntung di kemudian hari karena merasakan manfaatnya," kata Wildan saat memotivasi puluhan kader IPNU-IPPNU Pekiringan yang sebelumnya telah dilantik dan dilanjutkan diskusi pelajar.

Dikatakan, banyak pemimpin saat ini merupakan kader IPNU pada zaman dulu, mulai dari Lurah, Camat, Bupati,  Gubernur, dan seterusnya. Ini membuktikan bahwa IPNU-IPPNU bukan sekedar Jamiyah biasa. 

"Selain sisi akademik dan pengetahuan, IPNU-IPPNU dituntut memroduksi ide-ide kreatif dalam bermasyarakat, proses pengkaderan yang ketat dan terstruktur hingga pembinaan mental yang kuat. Sehingga kader IPNU-IPPNU merupakan kader mental baja dan mampu mengatasi segala permasalahan dengan baik," urainya.

Wildan juga berpesan kader Pelajar NU untuk berani tampil di masyarakat. IPNU-IPPNU juga harus menjalin hubungan harmonis dengan sektor perangkat lain seperti pemerintahan, tokoh masyarakat, dan lembaga yang berkesinambungan baik di tingkat desa sampai Nasional. 

"Sebagai kader muda NU, IPNU-IPPNU harus berani tampil dan menjalin hubungan harmonis yang ada di lingkungannya masing-masing, hal ini penting dilakukan untuk melatih mental agar kuat dan berani," ungkapnya.

Diskusi pelajar dan Pelantikan IPNU-IPPNU Ranting Pekiringan Talang bertemakan "Meningkatkan kinerja dan potensi Pelajar NU untuk menjadi kader yang unggul". Acara dihadiri puluhan kader dan tokoh masyarakat sekitar.(Amiril/Nurkhasan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG