Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ketua NU Jateng: Nasionalisme dan Patriotisme adalah Jihad Aswaja

Ketua NU Jateng: Nasionalisme dan Patriotisme adalah Jihad Aswaja
Temanggung, NU Online
Ada pekerjaan mulian namun juga berat yakni bagaimana melakukan penguatan karakter nasionalisme dan patriotism. Padahal hal tersebut merupakan jihad Ahlussunnah Waljamaah an-Nahdliyah. 

Penegasan disampaikan KH Muhamad Muzamil pada kegiatan Welcome Party, Ramah Tamah Pemkab Temanggung dengan Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Jawa tengah dan Pengurus Cabang (PC) LP Ma'arif NU se Jateng, Senin (24/6) malam.

Kegiatan ini dipusatkan di Pendopo Pengayoman Temanggung dalam mengawali rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif (Porsema) XI PW LP Ma'arif NU Jateng.

"Karakter harus didasari dengan keyakinan dan akidah. Karakter anak didik Ma'arif harus didasari dengan akidah tauhid Aswaja yaitu al-Asyariyyah dan atau al-Maturidiyyah. Ini merupakan dasar yang tidak ditawar lagi," tegas Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng tersebut.

Nasionalisme dan patriotisme, katanya, adalah bagian dari jihad Aswaja an-Nahdliyah. "Keduanya tidak dapat terwujud kecuali dengan kematangan memahami agama, keutuhan agama pada ulama Nusantara," terangnya.

Untuk mewujudkan siswa-siswi yang berkarakter tersebut, lanjutnya, harus melalui taklim tarbiyah khusus yang bertumpu pada keteladanan pendidik. “Tidak hanya bertumpu pada siswa dan materi pendidikan yang dicanangkan pendidikan saat ini kurang dapat membentuk karakter nasionalisme dan patriotisme,” urainya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kian merebaknya sejumlah aliran bahkan di lingkungan perguruan tinggi terkenal sekalipun. “Banyak aliran kanan alias keras di kampus-kampus negeri dan instansi pemerintah," ungkapnya.

Pembentukan karakter itu, katanya, tidak dapat dilakukan suatu lembaga formal saja. "Peran masyarakat dan lembaga pendidikan nonformal seperti madrasah diniyah mutlak dilakukan," paparnya.

Selain Ketua PWNU Jateng KH Muhamad Muzamil, hadir juga Bupati Temanggung HM Al-khadziq, Sekda Temanggung Suryono. Dari unsur  NU Jateng antara lain hadir katib, KH Ahmad Sya'roni, KH Hudallah Ridwan (sekretaris), Mahsun Mahfudz (wakil ketua), Ketua PW LP Ma'arif NU Jateng R Andi Irawan.

Sedangkan dari PCNU Temanggung, tampak hadir  KH Muhammad Syakur (rais), ketua, KH. M Furqon Masyhuri, LP Ma'arif H Miftakhul Hadi, dan jajaran pengurus PW LP Ma'arif NU Jateng dan PC LP Ma'arif NU se- Jateng. (Ibda/Ibnu Nawawi)

BNI Mobile