IMG-LOGO
Daerah

Innalillahi, Gus Roji Wakil Ketua Ansor Lampung Tengah Tutup Usia

Jumat 28 Juni 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Innalillahi, Gus Roji Wakil Ketua Ansor Lampung Tengah Tutup Usia
Almarhum Fahrur Roji
Lampung Tengah, NU Online 
Mendung duka menyelimuti keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah, karena salah satu kader terbaiknya, Gus Fahrur Roji, telah berpulang ke rahmatullah pada Rabu (25/6) pagi.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Saryono, kepada NU Online, Jumat (28/6). Dirinya meminta doanya agar almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

"Gus Roji di jajaran pengurus PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah sebagai wakil ketua," ujar alumni mantan Ketua Panwasakab Lampung Tengah ini.

Dijelaskan, almarhum mengalami kecelakaan lalu lintas (lantas) di Jalan Raya Lintas Tengah Sumatera KM 56–57 tepatnya di Kampung Tanjung Ratu Ilir Kecamatan Way Pangubuan Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (25/6) pagi.

Aktifitas sosial almarhum selain aktif di Gerakan Pemuda Ansor juga tercatat sebagai pengurus Karang Taruna Kabupaten Lampung Tengah. Ratusan pentakziyah menghantarkan ke tempat persistirahatan terakhirnya, almarhum dimakamkan di Kampung Gaya Baru II Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muiz)
Bagikan:
Jumat 28 Juni 2019 21:30 WIB
NU Sebagai 'Manhaj', Harus Dilestarikan untuk Pegangan Hidup
NU Sebagai 'Manhaj', Harus Dilestarikan untuk Pegangan Hidup
Kiai Muhyidin, duduk paling kanan

Jember, NU Online
Diakui atau tidak, mendirikan NU bukan hal yang gampang. Para ulama yang dimotori KH Cholil Bangkalan, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifin, dan sebagainya harus tirakat, ikhtiar dan minta petunjuk kepada Allah untuk mendirikan NU.

Hal tersebut diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberikan sambutan dalam acara Pembentukan Panitia Konferensi PCNU Jember di kediaman Ketua PC Lesbumi Jember (H Razid Zakakria), Perumahan Surya Milenia, Kaliwates, Jumat (28/6).

Menurut Kiai Muhyiddin, keberadaan NU Harus disyukuri, apalagi saat ini warga NU tinggal menikmati manfaatnya. NU ibarat kompas yang memberi petunjuk di tengah belantara kehidupan.

“Maka harus disyukuri betul. NU sudah menjadi  manhaj bagi kita. Harus dijaga kelestariannya dan diwariskan  kepada anak cucu kita,” tukasnya.

Syaikhul Ma’had Pondok Pesantren Nuris, Anrtirogo, Jember itu menegaskan tantangan NU kedepan semakin kompleks. Godaan politik pun kian menggiurkan. Terpilihnya KH Ma’ruf  Amin yang notabene  sebagai Rais ‘Aam PBNU, telah melahirkan euforia politik.

“Walaupun demikian, kita jangan sampai lengah. Jangan semuanya terjun ke politik. Kita butuh kader yang benar-benar andal untuk menjaga NU agar tak pernah bergeser dari relnya,” urainya.

Kiai Muhyidin juga berpesan agar warga NU tidak berlebihan dalam menyikapi kemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sikap yang berlebihan justru akan mengusik suasana kondusif yang sudah mulai terbangun. Tak perlu membusungkan dada kerena presiden terpailh adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali.

“Sekarang kita harus berbaur dalam satu barisan, barisan bangsa Indonesia,” uraiya.

Terplihnya KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden terpilih, sejatinya merupakan tantangan berat warga NU. Sebab apapun yang terjadi, KH Ma’ruf Amin tidak bisa dipisahkan dari NU. Dengan kata lain, kemanapun pergi, ia selalu membawa nama NU.
“Kita doakan semoga KH Ma’ruf Amin dapat mengemban tugasnya dengan baik,” harapnya. (Aryudi AR)

Jumat 28 Juni 2019 21:0 WIB
Bupati: Fatayat NU Brebes Luar Biasa
Bupati: Fatayat NU Brebes Luar Biasa
Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti (pegang mic)
Brebes, NU Online
Bupati Brebes Jawa Tengah Hj Idza Priyanti mengapresiasi langkah Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Brebes ingin memiliki gedung multiguna.

"Tentu saja, saya sebagai bagian dari warga NU yang tinggal di Brebes, tidak boleh tinggal diam atas rencana mulia Fatayat NU yang sangat luar biasa selama ini telah menjadi mitra yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Brebes," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Multiguna Fatayat NU, di Jalan Hasyim Asy'ari Brebes, Kamis (27/6).

Dikatakan, dirinya akan membantu pelunasan tanah yang rencananya akan dibangun Gedung Multiguna Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Tanah tersebut telah dibayar sebagian melalui swadaya anggota, namun belum tuntas karena terkendala biaya.

"Insyaallah dengan rencana perubahan anggaran dari APBD tahun ini, kami akan bantu pelunasan tanah tersebut," ucap Idza. 

Idza mengapresiasi serta mendukung atas pembangunan gedung Fatayat. Menurutnya, ini langkah yang tepat guna membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun SDM serta mengatasi berbagai persoalan. Seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, ekonomi, dan lainnya.

"Tentunya akan banyak manfaat dari pembangunan gedung, terutama bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Kemanfaatannya akan membawa amalan bagi kita semua," terang Idza.

Idza berpesan, untuk bersama-sama bersengkuyung dan bergotong royong. Mulai saat ini tahap pertama, peletakan batu sampai tahap kedua pembangunan agar berjalan lancar.

Pimpinan Cabang Fatayat NU Nur Wahidah melaporkan, tanah yang akan dibangun gedung seharga Rp1,5 Miliar dengan luas 2.400 meter. Belum lunas karena terkendala biaya dan belum ada donatur yang menyumbang. "Kami telah berusaha menggalang dana swadaya dari anggota sampai sekarang, tetapi masih belum cukup untuk melunasi tanah," jelas Nur Wahidah.

Menurut Nur Wahidah, pembangunan gedung multiguna sudah direncanakan saat ramadhan kemarin, lewat forum organisasi. Gedung akan menjadi sentral dakwah Fatayat NU serta menjadi ikon model pengembangan serta pelestarian islam ahlussunnah waljamaah.

"Gedung Multiguna dinaungi Yayasan Jagat Suralaya yang arti jagat para pemimpin perempuan. Sebagai tempat pengembangan life skill, juga akan diisi lembaga seperti ekonomi syariah, pendidikan, dan lainnya," ucap Nur Wahidah.

Dilanjutkan Nur Waidah, saat ini Fatayat NU sangat membutuhkan adanya gedung, untuk eksistensi organisasi. Fatayat dengan segala perannya, layaknya mengurus keluarga dan bekerja juga dapat berkontribusi terhadap masyarakat. "Semoga cita-cita memiliki gedung sendiri segera terwujud," harap Nur Wahidah.

Nur Wahidah menjelaskan, total anggaran pembangunan yang dibutuhkan mencapai Rp7 miliar, sehingga harus dilelang bersama kepada donatur yang hadir. "Alhamdulillah, dari anggota Fatayat yang hadir hari ini telah terkumpul Rp11,5 juta. Meski demikian, nantinya anggota fatayat masih memberikan dana iuran bulanan dari 17 Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Brebes," tandas Nur Wahidah.

Pada acara lelang pembangunan gedung multiguna, serangkai dengan mushala dan Pondok Pesantren tersebut terkumpul dalam sekejap mencapai Rp 440 juta.

Proses peletakan batu diawali oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, Ketua DPC PKB Brebes Zubat Fahilatah, Ketua PC Muslimat NU Ny H Chulasoh, Ketua PC Fatayat NU, Ketua Yayasan Jagat Suralaya Hj Mukminah, Ketua PW Fatayat NU Provinsi Jateng Tazqiyatul Mutmainah, Direktur Hotel Anggraeni Yanti Ria Anggraeni, KH Subhan Makmun, dan disaksikan seluruh anggota Fatayat se-Kabupaten Brebes. (Wasdiun/Muiz)
Jumat 28 Juni 2019 15:15 WIB
Fatayat NU Brebes Bangun Gedung Multiguna, Pemkab Bantu Pelunasan Tanah
Fatayat NU Brebes Bangun Gedung Multiguna, Pemkab Bantu Pelunasan Tanah
Proses peletakan batu pertama.
Brebes, NU Online
Pemerintah Kabupaten Brebes akan membantu pelunasan tanah yang rencananya akan dibangun Gedung Multiguna Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tanah tersebut telah dibayar sebagian melalui swadaya anggota, namun belum tuntas karena terkendala biaya.

“Insyaallah dengan rencana perubahan anggaran dari APBD tahun ini, kami akan bantu pelunasan tanah tersebut,” ucap Idza saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Multiguna Fatayat NU, Kamis (27/6) dilansir brebesnews.co.

Menurutnya, pembangunan gedung tersebut merupakan langkah tepat untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun SDM serta mengatasi berbagai persoalan. Seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, ekonomi, dan problem sosial lainnya di Brebes.

Idza juga berpesan, untuk bersama-sama bersengkuyung dan bergotong royong. Mulai saat ini tahap pertama, peletakan batu sampai tahap kedua pembangunan agar berjalan lancar.

Salah seorang Pimpinan Cabang Fatayat NU Nur Wahidah melaporkan, tanah yang akan dibangun gedung seharga 1,5 Miliar dengan luas 2.400 meter persegi itu belum lunas karena terkendala biaya.

“Kami telah berusaha menggalang dana swadaya dari anggota sampai sekarang, tetapi masih belum cukup untuk melunasi tanah,” jelas Nur Wahidah.

Menurutnya, pembangunan gedung multiguna sudah direncanakan saat ramadhan kemarin, lewat forum organisasi. “Gedung akan menjadi sentral dakwah Fatayat NU serta menjadi ikon model pengembangan serta pelestarian Islam Ahlusunnah wal Jamaah,” paparnya.

“Gedung multiguna dinaungi Yayasan Jagat Suralaya yang arti jagat para pemimpin perempuan. Sebagai tempat pengembangan life skill, juga akan diisi lembaga seperti ekonomi syariah, pendidikan, dan lainnya,” imbuhnya.

Saat ini, lanjut Nur Wahidah, Fatayat NU sangat membutuhkan adanya gedung untuk eksistensi organisasi. Fatayat dengan segala perannya, layaknya mengurus keluarga dan bekerja juga dapat berkontribusi terhadap masyarakat. “Semoga cita-cita memiliki gedung sendiri segera terwujud,” harapnya.

Ia menjelaskan, total anggaran pembangunan yang dibutuhkan mencapai Rp7 miliar sehingga harus dilelang bersama ke para donatur yang hadir. “Alhamdulillah, dari sahabat Fatayat yang hadir telah terkumpul Rp11,5 juta. Sahabat Fatayat akan memberikan dana iuran bulanan dari 17 Anak Cabang Fatayat se-Brebes,” tandas Nur Wahidah.

Pada acara lelang pembangunan gedung multiguna, serangkai dengan musholla dan pondok pesantren tersebut terkumpul dalam sekejap mencapai Rp440 juta.

Hadir dalam proses peletakan batu pertama pembangunan gedung, Rais PBNU KH Subhan Makmun, Katib Syuriyah PBNU KH Nurul Yaqin, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, dan Ketua PC Muslimat NU Brebes Nyai Hj Chulasoh.

Hadir juga Ketua PC Fatayat NU, Ketua Yayasan Jagat Suralaya Hj Mukminah, Ketua PW Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah Tajyatul Mutmainah, Direktur Hotel Anggraeni Yanti Ria Anggraeni, Ketua DPC PKB Brebes Zubat Fahilatah. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG