IMG-LOGO
Daerah

Gus Muwafiq Ajak Tebarkan Islam Gaya Ulama yang Damai

Selasa 9 Juli 2019 12:0 WIB
Bagikan:
Gus Muwafiq Ajak Tebarkan Islam Gaya Ulama yang Damai
Lombok Barat, NU Online
KH Ahmad Muwafiq menyampaikan  bahwa Islam disebarkan para ulama ke Nusantara dengan memperhatikan budaya yang ada. Cara yang dilakukan juga dengan lemah lembut, bukan sok keras. Dan dakwah penuh kelembutan inilah yang justru diterima masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Muwafiq, sapaan akrabnya saat hadir pada kegiatan Persatuan  Pondok Pesantren Al Halimy (Palahy) yang menggelar Muktamar I, Senin (8/6). Acara juga dalam rangka merayakan hari ulang tahun satu abad pesantren tersebut.

Di awal ceramah, kiai asal Yogyakarta ini mengemukakan sejarah Islam hingga masuk di Nusantara. "Kita ini pangkatnya murid ulama. Karena Islam lahir di Makah, maka sinyal lokal kadang-kadang hilang,” katanya di hadapan jamaah.

Para ulama juga yang melakukan aneka modivikasi dalam banyak aspek yang celakanya diklaim sebagian kalangan sebagai bid’ah. “Tradisi dzikir misalnya, dibid'ahkan karena zaman Nabi Muhammad tidak ada dzikir sambil menggerakkan kepala,” kilahnya.

Padahal apa yang dilakukan ulama Nusantara tersebut sebagai disesuaikan dengan kondisi masyarakat. “karena kalau tidak menggerakkan kepala dan dzikirnya tidak keras, maka jamaah akan tertidur,” urainya disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut, kiai yang berpenampilan rambut gondrong tersebut menyampaikan bahwa umat Islam di Indonesia adalah muridnya ulama. “Makanya,  dalam berislam jangan aneh-aneh, jangan juga sok keras karena belum tentu dakwah model tersebut diterima masyarakat,” urainya.

Di ujung ceramahnya, Gus Muwafiq juga mengajak masyarakat hidup rukun di bawah naungan Negara Kesatuan republik Indonesia dan Pancasila sebagai ideologi bangsa.  

"Kita bersyukur dan senang sekali Gus Muwafiq bisa hadir di acara ini," kata TGH Munajib Khalid selaku Pengasuh Pesantren NU Al-Halimy Desa Sesele,. Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB ini juga menambah bahwa selama ini warga mendengar dan menyimak di media sosial ceramah Gus Muwafiq yang keilmuannya demikian dalam. 

“Namun kendati demikian, materi agama disampaikan dengan ringan, sehingga mudah dimengerti. Di samping itu juga penguasaan sejarah peradaban Islam di dunia yang luas membuat enak didengar,” ungkapnya. Karena itu dirinya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gus Muwafiq, lanjutnya.

Sementara Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir saat sambutan menyampaikan terima kasih kepada Gus Muwafiq yang baru hadir di pondok tersebut. “Dan ini kali kedua Gus Muwafiq hadir di Lombok setelah Konferensi Wilayah NU NTB awal 2019 lalu,” katanya.

Pantauan NU Online, acara dihadiri ribuan alumni dan masyarakat sekitar. Mereka tampak antusias menunggu Gus Muwafiq tiba di lokasi.

Penyampaian yang ringan namun penuh makna disertai dengan humor yang relevan dengan konteks yang disampaikan membuat masyarakat menikmati tanpa lelah dan sesekali ikut bershalawat ketika Gus Muafiq mengajak.  (Syamsul Hadi/Ibnu Nawawi

Bagikan:
Selasa 9 Juli 2019 22:45 WIB
Muslimat NU Jakarta Kembali Gelar Pelatihan Aswaja
Muslimat NU Jakarta Kembali Gelar Pelatihan Aswaja
Pelatihan Kader Aswaja Muslimat NU Jakarta.
Jakarta, NU Online
Untuk menyiapkan kader yang militan dan berkualitas, Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta menggelar Pelatihan Kader Aswaja angkatan kedua. Pelatihan juga dilakukan untuk memberikan tambahan bekal ilmu pengetahuan dan wawasan Aswaja Annahdliyah.

"Islam Aswaja Annahdliah harus kembali disebarkan dengan semangat, selain kepada pengurus, keluarga yang paling penting untuk masyarakat luas," ujar Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj Hisbiah Rochim, Selasa (9/7) di lokasi pelatihan, Kantor Wilyah Kemenag DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur.

Hj Hisbiah mengatakan sebelumnya sudah digelar Pelatihan Kader Aswaja PW Muslimat NU DKI Jakarta angkatan pertama selama dua hari pada Rabu-Kamis (3-4/7). Adapun angkatan kedua sedang berlangsung Selasa dan Rabu, 9-10 Juli 2019 di lokasi yang sama.

Dengan adanya kader yang diharapkan bisa berguna untuk diterjunkan ke bawah, yaitu ke majelis taklim, ke kecamatan hingga ke kelurahan. Supaya bisa memberikan pencerahan kepada jamaah, dan masyarakat, khususnya keluarga besar Muslimat NU supaya memahami ajaran Islam Aswaja Annahdliyah.

"Selain itu agar dapat membentuk pribadi-pribadi yang baik, ibu-ibu yang berkualitas, istri-istri yang shalehah, sehingga menjadikan keluarganya sakinah, mawaddah, warahmah," kata Hj Hisbiah.

Selain itu, juga supaya masyarakat tetap menjalankan syariat ajaran Islam Aswaja di keluarganya, maupun untuk berdakwah Amal Ma’ruf Nahi mungkar di masyarakat.

Pelatihan angkatan kedua juga diikuti oleh perwakilan pengurus cabang Muslimat NU, beberapa pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU di DKI Jakarta. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Selasa 9 Juli 2019 22:15 WIB
PCNU Kuningan: Saya Belajar Banyak dengan Pekalongan
PCNU Kuningan: Saya Belajar Banyak dengan Pekalongan
Ketua PCNU Kuningan, H Aam Aminudin (kiri)
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, H Aam Aminudin mengatakan, Kota Pekalongan meski kota kecil, akan tetapi pengelolaan manajemen organisasinya jauh lebih baik.

"Makanya saya mengajak teman-teman 1 bis untuk melihat dan belajar dengan NU Kota Pekalongan secara langsung," ujarnya kepada NU Online di Gedung Aswaja Pekalongan, Selasa (09/7) sore.

Dikatakan, setelah dirinya mendengarkan pemaparan PCNU Kota Pekalongan, semakin yakin untuk bisa memajukan NU Kabupaten Kuningan terutama dalam sistem pengkaderan di lingkungan NU.

"Pengkaderan sesuatu yang sangat penting untuk menghindari rekrutmen calon pengurus NU yang jelas standarnya, makanya saya ingin menerapkan di Kabupaten Kuningan yang memiliki 32 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)," tegasnya.

Disampaikan, Kota Pekalongan telah beberapa kali berhasil menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dengan sasaran pengurus dan non pengurus di semua tingkatan. Dirinya akan segera menindaklanjutinya.

"Setelah pulang dari Pekalongan saya akan segera menggelar rapat untuk menindaklanjuti hasil kunjungan di Kota Batik Pekalongan, tandasnya.

Dikatakan, selain masalah pengkaderan, NU Kuningan juga perlu belajar pola penghimpunan dana untuk operasional organisasi maupun untuk bantuan-bantuan sosial yang dikelola LAZISNU. 

"Ini penting untuk kemandirian organisasi, jujur saya kagum masuk komplek Aswaja tampak depan ada gerakan ekonomi berupa Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (KSPPS SMNU) dan Rumah Makan 'Selaras'. Masuk ke dalam gedung Aswaja ada aula yang cukup besar, Saya ingin NU Kuningan bisa seperti NU Pekalongan," tandasnya. 

Dijelaskan, sebelum ke PCNU Kota Pekalongan, rombongan juga melakukan kunjungan ke PCNU Kabupaten Tegal. Menurutnya NU Kabupaten Tegal, ada nilai lebih dari sisi pengelolaan warga yang secara sukses menempatkan posisi Bupati dan Wakil Bupati dari kader NU. "Kami ingin belajar kepada NU Kabupaten Tegal dalam bidang politik," ujarnya.

Rais PCNU Kota Pekalongan, KH Zakaria Ansor mengungkapkan, dirinya merasa tersanjung atas kunjungan PCNU Kabupaten Kuningan. Pasalnya, NU Kota Pekalongan merasa masih banyak kekurangan. Namun demikian, jika dirasa ada nilai lebih, silakan untuk dipotret untuk NU Kabupaten Kuningan. (Muiz)
Selasa 9 Juli 2019 22:0 WIB
IPPNU Jatim Ajak Milenial Ikut Berantas Narkoba
IPPNU Jatim Ajak Milenial Ikut Berantas Narkoba
Ketua PW IPPNU Jatim, Nurul Hidayati (dua dari kiri)
Surabaya, NU Online
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar peringatan Hari Anti Narkoba Nasional (HANI) 2019. Kegiatan yang digelar di area Taman Bungkul Surabaya pada Ahad (7/7) ini diikuti pula oleh Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur.

Ketua IPPNU Jawa Timur Nurul Hidayati kepada NU Online mengatakan, akan mengimbau dan mengajak semua elemen masyarakat, khususnya generasi milenial untuk turut serta dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Kami mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelajar untuk mencegah, menjauhi, dan memberantas narkoba. Dalam hal ini, artinya narkoba ini benar-benar harus dihindari oleh siapapun,” ujar Nurul sapaan akrabnya.

Ia melanjutkan, selepas kegiatan ini ia berharap semua elemen masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan narkoba untuk mewujudkan generasi tanpa narkoba.

“Kami berharap, seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif cegah narkoba untuk mewujudkan gerenasi tanpa narkoba guna menyambut Indonesia emas,” ungkap mahasiswi pascasarjana Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Dirinya juga berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba meningkat dan masyarakat benar-benar menghindari narkoba, sehingga harapan besarnya angka kasus narkoba menurun.  

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengungkapkan hasil dari pelaksanaan institusi penerima wajib lapor (IPWL) di Klinik Utama BNNP Jatim. Hasilnya, sebanyak 51 persen pasien atau pemakai dan pecandu narkoba masih berusia anak atau remaja di bawah 19 tahun.

“Dari data yang ada, 51 persen pengguna narkoba di Jatim itu adalah anak-anak atau remaja. Data ini menunjukkan bahwa perkembangan kasus narkotika saat ini semakin banyak ditemukan di kalangan anak dan remaja,” kata Bambang.

Bambang mengaku, BNNP Jatim pun terus melakukan upaya pencegahan atau preventif untuk mereduksi penyalahguna narkoba di kalangan anak dan remaja. Di mana sepanjang 2018, BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dilakukan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat).

"Yang sedikit berbeda, tahun ini dilakukan kampanye narkoba anti mainstream yang digunakan untuk bisa menarik minat kalangan muda. Kampanye melalui Deklarasi Sumpahin Narkoba dilaksanakan saat peringatan Sumpah Pemuda pada Oktober tahun lalu," ujar Bambang. (Hanan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG