IMG-LOGO
Humor

Kecanggihan Orang Indonesia

Jumat 12 Juli 2019 18:0 WIB
Bagikan:
Kecanggihan Orang Indonesia
Ilustrasi humor
Dalam pertemuan negara-negara internasional yang bertempat di negeri piramid, Mesir, ada tiga pejabat dari Finlandia, Uni Emirat Arab (UEA), dan Indonesia yang sedang bincang santai di warung kopi di sela-sela pertemuan.

Mereka bertiga saling mengunggulkan kemampuan negaranya masing-masing dalam membangun proyek-proyek konstruksi.

"Dalam sekejap, robot canggih bisa diproduksi massal di negara saya,” ucap orang Finlandia membuka obrolan.

Seketika itu, orang UEA seolah tidak mau kalah. "Kalau negara saya bisa membuat rentetan gedung-gedung pencakar langit dengan sistem modern," selorohnya.

"Semua itu sih nggak ada apa-apanya, negara saya bisa membuat gunung," tukas pejabat Indonesia diplomatis.

"Oh ya?" kata orang Finlandia terheran-heran.

"Wow, canggih! Bagaimana itu bisa dilakukan?" tanya pejabat UEA.

"Gampang. Tinggal tendang perahu saja ke atas," jawab pejabat Indonesia asli kelahiran Cimahi itu.

"Menendang perahu?" pejabat Finlandia dan UEA bingung.

"Ya, betul," jawab orang Indonesia.

"Mana Buktinya?" tanya orang Finlandia.

"Tuh, salah satu gunung di Provinsi Jawa Barat. Waktu itu ada Orang Indonesia yang menendang perahu. Jadilah gunung bernama Tangkuban Perahu." (Ahmad)
Tags:
Bagikan:
Senin 8 Juli 2019 13:30 WIB
Kaum Jomblo dan Legalisasi Poligami
Kaum Jomblo dan Legalisasi Poligami
Ilustrasi (merdeka.com)
Di sebuah daerah di Zimbabwe ada sejumlah pemuda yang berkumpul di suatu tempat. Berasal dari beberapa elemen masyarakat, para pemuda tersebut hendak melakukan demonstrasi.

Demonstrasi mereka lakukan untuk menolak legalisasi poligami oleh sang wali kota di daerah tersebut.

Berbagai atribut mereka kenakan untuk mendukung narasi penolakan. Salah satu keresahan mereka ialah bagaimana poligami akan dilegalkan sedangkan para pemuda di kota tersebut masih banyak yang menjomblo.

“Ini jelas politisasi terhadap kaum jomblo!” teriak salah satu pendemo di depan kantor wali kota.

Selain itu, di barisan depan, pentolan demo sedang meneriakkan orasinya.

Dalam orasi tersebut, si pentolan mengatakan, "Bapak Ibu pejabat, kami menerima jika Anda membungkam aspirasi kami dengan kepentingan politik. Kami memahami jika Anda menghabiskan uang kami untuk studi banding tentang poligami ke luar negeri. Tapi kami sangat tidak menerima jika Anda melegalkan poligami. Tanpa program poligami saja, kami masih jomblo, apalagi kalau ada, kami bisa nggak kebagian kawin,” teriaknya lantang. (Ahmad)
Ahad 7 Juli 2019 8:35 WIB
Memakai Sandal Tamu
Memakai Sandal Tamu
(Foto: pixabay)
Ada orang bertamu ke rumah sahabatnya yang dikenal sangat pelit. Ketika tamu itu sampai, tuan rumah langsung memanggil anaknya. Dia berkata kepada anaknya untuk menjamu tamunya dengan maksimal.

“Anakku, kita kedatangan tamu mulia. Aku sangat menyukai tamu ini. Tolong kamu belikan setengah kilo daging yang paling bagus.”

Sang anak segera pergi untuk membeli daging yang paling bagus, sesuai perintah ayahnya. Beberapa waktu kemudian sang anak kembali ke rumah, dan tidak membawa apa-apa.

“Mana dagingnya?” tanya ayahnya.

“Aku datang ke tukang daging, aku katakan agar dia memberi daging yang paling bagus. Tukang daging itu mengatakan bahwa dia akan memberikan daging yang paling bagus yang rasanya seperti keju,” jawab anaknya.

Dalam pikiranku, anaknya melanjutkan cerita kepada ayahnya, “Kalau begitu, kenapa aku tidak beli keju saja daripada daging.”

Aku segera pergi kepada tukang keju. Aku katakan kepadanya agar dia memberikan keju yang paling bagus. Tukang keju menyatakan bahwa dia punya keju yang paling bagus dan rasanya seperti jus asam yang sangat kental dan segar.

“Jika demikian, kenapa aku tidak beli jus asam saja daripada keju,” kataku dalam hati.

Aku segera pergi kepada tukang jus asam. Aku meminta jus asam yang paling enak dan paling segar. Tukang jus asam itu mengatakan bahwa dia punya jus asam yang paling segar dan jernih, seolah jus itu adalah air yang sangat jernih.

“Aku pikir, jika demikian, kita punya air jernih di rumah,” kataku.

“Begitulah ceritanya hingga aku kembali dan tidak membeli apa-apa Yah,” kata sang anak.

“Kamu memang anak yang sangat cerdas. Tapi ada satu hal yang tidak kamu sadari. Kamu telah merusak sandalmu karena mondar-mandir,” kata ayahnya.

“Tidak, ayah. Yang aku pakai ini adalah sandal milik tamu kita.”

***

Cerita ini disadur oleh Wakil Katib Syuriyah PWNU KH Muhammad Taufik Damas dari Kitab Al-Bukhala (Kisah Orang-orang Pelit) karya Abu Ustman Amr ibn Bahr Al-Jahizh. Judul artikel ini diberikan oleh penyadur.
Kamis 4 Juli 2019 16:30 WIB
Cerita di Balik Pertemuan KTT G-20 di Jepang
Cerita di Balik Pertemuan KTT G-20 di Jepang
Ilustrasi humor
Negara-negara ekonomi maju tergabung dalam Forum G-20. Wadah ini rutin melakukan pertemuan setiap tahun yang dinamakan konferensi tingkat tinggi (KTT). Indonesia termasuk di dalamnya. Tahun 2019 pertemuan terlaksana di Osaka, Jepang.

Pada suatu ketika, Presiden Amerika Serikat menjadi pembicara dalam salah satu forum di pertemuan KTT tersebut. Ia memutuskan untuk membuka pidatonya dengan lelucon. 

Dia mengatakan lelucon itu dalam bahasa Latin kuno, lalu menunggu translater untuk menerjemahkan dalam bahasa Inggris.

Meskipun cerita itu tidak pendek, Presiden AS terkejut penafsir mampu menceritakan kembali lelucon itu secara cepat. Bahkan lebih mengesankan adalah reaksi para hadirin. Tawa hadirin pecah sangat keras dan cukup lama sehingga Presiden AS terharu. 

Setelah pidato itu, Presiden AS ingin bertemu penerjemah untuk menanyakan bagaimana ia menceritakan kembali leluconnya sehingga membuat hadirin terbahak-bahak.

“Bagaimana Anda menerjemah kembali lelucon saya?” tanya Presiden AS.

"Saya katakan kepada mereka, Presiden AS telah menceritakan lelucon yang sangat lucu. Silakan tertawa sekarang,” jawab penerjemah. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG