IMG-LOGO
Daerah

Rais Syuriyah NU Lampung Minta Hasil Bahtsul Masail Segera Dibukukan

Senin 15 Juli 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Rais Syuriyah NU Lampung Minta Hasil Bahtsul Masail Segera Dibukukan
Forum Bahtsul Masail NU Lampung
Lampung Selatan, NU Online
Saat membuka kegiatan bahtsul masail yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Provinsi Lampung di Kantor NU Lampung Selatan, Senin (15/7), Rais Syuriyah NU Lampung KH Muhsin Abdillah meminta kepada LBM NU Lampung untuk segera membukukan hasil bahtsul masail yang telah dilaksanakan selama ini.

Hal ini penting karena masyarakat telah menunggu-nunggu jawaban dari berbagai permasalahan terkait hukum yang dibahas oleh LBM NU sebagai satu-satunya lembaga di NU yang menangani hukum dan masail agama khususnya terkait bab fikih.

"Segera disusun dan rapikan hasil-hasil keputusan bahtsul masail selama ini dan segera dicetak," pintanya di depan para peserta bahtsul masail dari NU kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

Pengasuh Pesantren Darussaadah Lampung Tengah ini juga mengingatkan bahwa jawaban dari LBM atas berbagai masalah agama memiliki kekuatan lebih dibanding jawaban-jawaban yang diberikan oleh pesantren dan para alumninya. Hal ini karena LBM menjadi tempat bersama para alumni pesantren dari berbagai pesantren dan memiliki legalitas dari Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

"Mari aktif dalam kegiatan bahtsul masail ini karena hasil dari kegiatan ini sangat ditunggu masyarakat," ajaknya kepada para peserta yang merupakan alumni dari berbagai pesantren baik Lampung maupun Jawa ini.

Sementara itu Ketua LBM NU Provinsi Lampung KH Munawir menyatakan, sampai dengan saat ini proses penyusunan terus dilaksanakan untuk segera mencetak buku hasil bahtsul masail. Ia mengajak segenap elemen NU baik tingkat wilayah maupun cabang untuk mendukung program ini.

"Buku hasil bahtsul masail akan mampu memberikan jawaban bagi masyarakat sekaligus mengantisipasi masyarakat khususnya umat Islam dari bertanya tentang hukum kepada google," katanya mengingatkan.

Kondisi zaman saat ini menjadi tantangan bagi para ulama untuk terus memberikan pencerahan dan jawaban yang benar kepada masyarakat agar mereka tidak terjerumus dan lebih percaya kepada media sosial dari pada ulama.

Lebih lanjut Kiai Munawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung menjelaskan masail yang dibahas pada kesempatan tersebut. Masalah yang pertama adalah tentang kadar zakat fitrah.

"Dalam Madzhab Syafi’i tidak diperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang. Zakat fitrah harus dengan makanan pokok (beras). Sedangkan dalam Madzhab Hanafi diperbolehkan membayar zakat fitrah dengan uang. Membayar zakat fitrah dengan uang ini banyak dilakukan oleh PNS berdasarkan edaran  gubenur atau bupati dan walikota," paparnya.

Dalam edaran tersebut lanjutnya sudah di tentukan besaran zakat fitrah yang harus di bayarkan. Seperti tahun ini besaran zakat fitrah yang harus di bayar sebesar Rp.37.500 jiwa.

"Kalau mengikuti Madzhab Hanafi berapa nilai zakat fitrah yang harus di bayar? Berapa ukuran satu sho’ jika di konfersi ke kilogram menurut empat madzhab? Bagaimana  hukumnya membayar zakat fitrah senilai Rp.37.500,- dengan mengikuti edaran gubenur/bupati/walikota? Dan bagaimana membagi zakat fitrah tersebut? Ini yang akan kita jawab," jelasnya.

Selain itu masalah lain yang akan dibahas adalah merespon kemajuan teknologi dalam hal ibadah haji. Dahulu jelasnya, ketika ada orang yang tidak mampu berjalan, ibadah sa’inya dibantu dengan kursi roda. Namun sekarang di masjidil haram menyediakan jasa sewa skuter (sejenis motor) untuk thawaf dan sa’i. Forum akan membahas hukum bagi orang yang mampu berjalan namun melakukan ibadah sa'i dengan mengendarai skuter tersebut. (Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 15 Juli 2019 23:30 WIB
Bekali Kader Muda NU, IPNU-IPPNU Kudus Gelar Ngaji Rutin Selapanan
Bekali Kader Muda NU, IPNU-IPPNU Kudus Gelar Ngaji Rutin Selapanan
Ngaji Aswaja bersama Aswaja Center Kudus, Jateng
Kudus, NU Online
Untuk membekali generasi muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulma (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatl Ulama (IPPNU) Kudus menggelar 'Ngaji Aswaja' rutin selapanan.

Kegiatan perdana berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gebog pada Ahad (11/7) diikuti oleh jajaran pengurus PNU-IPPNU dan kader.

Ketua PC IPNU Kudus Chasan Fauzi menjelaskan, kegiatan ngaji selapanan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Dakwah dan Perekonomian PC IPNU-IPPNU Kudus.

"Program ngaji aswaja merupakan sebuah upaya untuk membekali generasi muda untuk mengerti dan memahami sejak dini tentang ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah yang menjadi pegangan Nahdlatul Ulama," ujarnya.
 
Dikatakan, dirinya telah merancang agar ngaji aswaja bisa digelar bergiliran (road show) selapan sekali di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.

“Sesibuk apapun kita dalam berorganisasi, jangan sampai melupakan ideologi dan akidah aswaja. Sesibuk apapun kita perlu ngaji. Perlu ngangsu kaweruh dari kitab-kitab karangan KH Hasyim Asy’ari dan ulama NU lainnya,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, serangan akidah aswaja dari kelompok lain sedang gencar dilakukan hingga masuk ke lembaga pendidikan formal. IPNU-IPPNU harus memberikan pembekalan yang cukup seputar amaliah aswaja. Dengan cara seperti ini, dia berharap kader-kader muda NU tetap kokoh dan teguh untuk tetap bersama ulama NU.

"Serangan dari pihak luar cukup masif dilakukan, dan kita berupaya melakukan proteksi agar kader muda NU tidak terpengaruh sama sekali," tandasnya. 

Dia menambahkan, ngaji aswaja ini diasuh oleh aktivis Aswaja Center Kabupaten Kudus, Kiai Hasan Mafik. "Harapan Saya, ke depan setiap PAC juga bisa menggelar kegiatan Ngaji Aswaja secara mandiri," katanya.

Kiai Hasan Mafik, dalam ngaji aswaja itu, antara lain memaparkan mengenai empat ciri Aswaja, yakni tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh. "Empat ciri Aswaja ini perlu dipahami," ungkapnya.

Dinda, salah satu pelajar mengapresiasi digelarnya ngaji aswaja ini. “Saya berharap ngaji aswaja ini bisa berjalan terus menerus dan membawa kebaikan bagi umat,” katanya. (Adib/Muiz)

Senin 15 Juli 2019 23:0 WIB
Aklamasi, Akhmad Munsip Kembali Pimpin Ansor Brebes
Aklamasi, Akhmad Munsip Kembali Pimpin Ansor Brebes
Ketua Ansor Brebes terpilih, Akhmad Munsip
Brebes, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes, Jawa Tengah periode 2014-2019 Akhmad Munsip kembali terpilih menjadi ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes periode 2019-2025. 

Dia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X yang digelar di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Ahad (14/7) kemarin.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pimpinan Pusat GP Ansor Ulil Archam mengingatkan kepada kader Ansor bahwa karakter yang harus dimiliki Ansor harus ditingkatkan. Yakni kepemudaan (semangat muda), keagamaan, serta sosial kemasyarakatan dan kebangsaan dengan komitmen menjaga keutuhan NKRI.

"Tunjukkan Ansor Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) harus punya jiwa semangat muda yang siap menjaga ulama, kiai, dan NKRI, ujarnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah H Sholahudin Aly menyampaikan apresiasi kepada Ansor Brebes atas kiprahnya selama ini. Pasalnya, Cabang Ansor yang berada di ujung barat Provinsi Jawa Tengah telah menunjukkan kinerja yang cukup bagus.

Alhamdulillah, kegiatan konfercab ini berjalan dengan lancar. Kami mengapresiasi semua pihak yang turut mendukung dan membesarkan Ansor, khususnya di Kabupaten Brebes,” kata Gus Sholah panggilan akrabnya.

Adapun terpilihnya Munsip sudah banyak diprediksi sebelumnya. Selama menjabat Ketua Ansor Brebes periode sebelumnya, dirinya dinilai mampu membuat prestasi hingga tingkat nasional. Tak heran, jika penyampaian LPJ kepengurusan periode 2014-2019 pun diterima dengan penuh semangat. Bahkan, PP GP Ansor pun memberinya penilaian Grade A untuk kepemimpinannya.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (15/7) Akhmad Munsip menyatakan, jika keberhasilannya memimpin Ansor Brebes berkat dukungan dari semua pihak. Ia berharap agar kekompakan tetap terjaga untuk membesarkan Ansor dan NU di Kabupaten Brebes.

"Saya mohon dukungan sahabat-sahabat untuk membesarkan Ansor Kabupaten Brebes selama lima tahun ke depan," pintanya.

Ia pun memiliki target dalam lima tahun kepemimpinanya ke depan untuk melakukan berbagai upaya dan fokus pada pemberdayaan ekonomi para kader Ansor di Brebes. “Ke depan Ansor Brebes akan berupaya membuat peluang-peluang usaha untuk kemandirian ekonomi kader Ansor,” pungkasnya.
 
Dalam Konfercab yang dihadiri Wasekjen PP GP Ansor Ulil Archam, Ketua PW Ansor Jateng Sholahudin Aly, Ketua PCNU Brebes Muh Aqso serta pengasuh Ponpes Al-Hikmah 2, KH Sholahudin Masruri serta ribuan kader dan simpatisan ini, Munsip mendapat dukungan 16 PAC yang ada. (Red: Muiz)

Senin 15 Juli 2019 22:30 WIB
Cetak Kader Tanggap Bencana, IPNU-IPPNU Jember Gelar Diklatsus
Cetak Kader Tanggap Bencana, IPNU-IPPNU Jember Gelar Diklatsus

Jember, NU Online
Jember termasuk daerah yang rawan bencana.  Hampir setiap tahun kota tembakau ini dilanda bencana alam mulai dari tanah longsor  hingga banjir  bandang. Bahkan tahun 2006 tanah longsor dan banjir yang menghantam Kecamatan Panti menelan hampir 100 korban jiwa dan ribuan hektar sawah rusak parah. Kenyataan ini mengetuk kesadaran Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jember Jawa Timur untuk siap-siaga menghadapi bencana alam yang tak terduga. Bencana memang tidak diharapkan, tapi  jika akhirnya bencana tak bisa dihindari, setidaknya manusia sudah siap dengan antisipasinya.

Kesiap-siagaan pelajar NU itu diwujudkan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus). Acara yang digelar di Dusun Ungkalan, Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur itu, diikuti oleh 25 peserta. Mereka berasal dari Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) dan Dewan Koordinasi Perguruan Tinggi (DKPT) se-Kabupaten Jember.

“Kami memang membatasi kapasitas kepesertaan. Ini kita seleksi, karena peserta adalah mereka yang benar-benar siap untuk diterjunkan ke medan bencana kapanpun dibutuhkan,” tutur ketua panitia Diklatsus, Umi Miftakhul Janah kepada NU Online di sela-sela penutupan Diklatsus, Ahad (14/7).

Dengan Diklatsus tersebut, kata Umi, diharapkan peserta bisa meningkatkan keterampilannya dalam menangani bencana sekaligus memperluas wawasan soal kebencanaan. Sehingga mereka cepat bisa beradaptasi dengan petugas lainnya dan kondisi lapangan.

“Untuk menjadi relawan bencana, perlu pendidikan dan pelatihan khusus,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Jember Aini Viki Mardiani, menegaskan bahwa PC IPNU-IPPNU Jember sebenarnya sudah memiliki CBP (Corp Brigade  Pembangunan) dan KPP ( Korp Pelajar Putri) yang merupakan relawan khusus untuk diterjunkan dalam peristiwa bencana dan sebagainya. Namun dengan Diklatsus itu, semakin banyak elemen IPNU-IPPNU yang bisa terjun secara cepat dalam menangani bencana alam.

“Sebagai peserta Diklatsus memang anggota CBP-KPP,” tambahnya.

Acara tersebut berlangsung selama 3 hari, hasil kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Jember. Adapun materi yang disajikan cukup beragam, diantaranya adalah  managemen penanganan banjir, tsunami hingga gempa bumi. (Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG