IMG-LOGO
Nasional

Program Dosen di Sekolah Kemristekdikti Hadir di Kota Serang


Senin 22 Juli 2019 20:35 WIB
Bagikan:
Program Dosen di Sekolah Kemristekdikti Hadir di Kota Serang
Program Dosen Masuk Sekolah di Untirta Serang, Banten, Senin (22/7).
Serang, NU Online
Program Dosen di Sekolah Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) RI hadir di Kota Serang, Banten. Kali ini giliran civitas akademika Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Workhsop Perangkat Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning (SCL) atau pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa bagi guru sekolah umum. Kegiatan berlangsung di Hotel Le Semar, Kota Serang, Senin (22/7).

Program tersebut merupakan program Direktorat Pembelajaran Kemristekdikti untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi menyambut revolusi industri 4.0. Penyelenggaraan program yang diberikan wewenang kepada sejumlah kampus di Indonesia itu terlaksana berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.  

Hadir pada kegiatan itu Dekan FKIP Untirta, Aceng Hasani, puluhan dosen FKIP Unirta dan sejumlah guru Mata Pelajaran Kimia, Fisika, Sosiologi, Sejarah, Pendidikan Kewarganegaraan, Bimbingan Konseling dan Seni Budaya pada sekolah tingkat menengah.

Koordinator Kegiatan, Suroso Mukti Leksono, selain dosen di FKIP Untirta, untuk memperluas sasaran pada program itu pihaknya mengundang pula peserta dari beberapa sekolah di Kota Serang. Antara lain, SMPN 11 Kota Serang, SMKN 2 Kota Serang,  SMAN 3 kota Serang, SMK Negeri 2 Kota Serang.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini mempererat kemitraan antara FKIP sebagai Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan pihak sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, praktisi pendidikan yang juga guru besar di FKIP Unsri, Sofendi mengemukakan, masih ditemukan berbagai kendala yang mempengaruhi tidak maksimalnya proses pembelajaran di kelas. Untuk itu perlu banyak pelatihan bagi dosen dan tenaga pendidik agar upaya meningkatkan kualitas peserta didik.

Menurutnya, perlu ada kreativitas dan pengembangan diri yang dilakukan tenaga pendidik, sehingga setiap pertemuan di kelas mampu mempengaruhi daya pikir dan pengetahuan peserta didik. Seperti mengajar dengan metode SCL yang sudah dirancang oleh Kemristekdikti.

“Pada akhirnya kegiatan ini berhasil menambah motivasi guru-guru untuk melakukan pembelajaran di kelas dengan inovatif dan kreatif berbasis pada kemandirian siswa sesuai Kurikulum 2013,” ucapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG